Massa Ormas Islam Tuntut Ariel Dihukum Mati

Ratusan massa anti-Ariel Peterpan menginginkan terdakwa Ariel dituntut hukuman mati. Mereka mengaku kesal kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut terdakwa Ariel dengan hukuman lima tahun penjara.Benturan keinginan inilah yang menyebabkan mereka nyaris bentrok dengan polisi di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/1).

Dari sisi lain, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rusmanto, ada tiga hal yang memberatkan Ariel sehingga layak dipenjara 5 tahun. Pertama, perbuatan Ariel dinilai telah meresahkan masyarakat dan menjadi isu nasional. Kedua Ariel terbukti sebagai pelaku dan pemeran video itu. “Ketiga terdakwa tidak mengakui dan berbeli-belit memberikan keterangan di persidangan. Terdakwa pun tidak menyesali perbuatannya,” tegas Rusmanto.
Inilah berita-beritanya:

Massa Ormas Tuntut Ariel Dihukum Mati

BANDUNG — Ratusan massa anti-Ariel Peterpan kemarin, nyaris bentrok dengan aparat keamanan di halaman Pengadilan Negeri (PN) Bandung tempat digelarnya kasus persidangan video porno dengan terdakwa kekasih Luna Maya itu. Massa gabungan ormas itu memaksa masuk ke dalam persidangan untuk menyampaikan tuntutannya, namun dijegal barikade polisi.

Mereka yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 mengaku kesal kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut terdakwa Ariel dengan hukuman lima tahun penjara. Mereka menginginkan terdakwa Ariel dituntut hukuman mati. Benturan keinginan inilah yang menyebabkan mereka nyaris bentrok dengan polisi.

Namun aksi dorong-dorongan akhirnya tidak bisa dihindari. Suasana nyaris tidak terkendali ketika salah seorang pendemo kena pukulan aparat. Tapi akhirnya bisa diredam oleh pimpinan mereka. Para demonstran melanjutkan orasinya, sambil meneriakan yel-yel anti-Ariel, dengan mengacung-acungkan pamplet dan poster yang bertuliskan mengecam Ariel.

Massa yang datang begitu banyak, karena gabungan dari berbagai ormas AMPIBI, GERGAJI, GERAM, SALIMAH, dan FPI serta elemen masyarakat lainnya. Kehadiran mereka di PN Bandung bertujuan menekan majelis hakim agar dalam proses persidangan berjalan jujur dan adil.

Sidang kali ini adalah agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Isinya, terdakwa kasus video porno Nazriel Irham alias Ariel Peterpan dituntut lima tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan penjara.

JPU Rusmanto menyatakan, Ariel terbukti melanggar Undang-undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan pasal 282 KUH Pidana. “Terdakwa Ariel dituntut 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta subsider 3 bulan penjara,” jelasnya kepada wartawan.

Sedangkan dalam dakwaan jaksa sebelumnya Ariel juga didakwa dengan dua pasal lainnya, yaitu pasal 282 ayat 1 KUHP dan pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE. Pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE mengatur tentang hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

JPU juga mengatakan sebagai publik pigur, Ariel yang menjadi isu nasonal berbelit-belit dalam pengakuannya sebagai tersangka. Rusmanto meminta agar Ariel tetap dipenjara.(mg10) JPPN, NASIONAL – HUKUM

Jum’at, 07 Januari 2011 , 08:26:00

Ariel Dituntut 5 Tahun Penjara

ASA Nazriel Irham alias Ariel menghirup udara bebas masih sebatas mimpi. Dalam sidang lanjutan video porno yang digelar di Pengadilan Negeri (PN)  Bandung, Jawa Barat,  Ariel dituntut hukuman penjara lima tahun.

Ia  dianggap melanggar pasal 29 UU no. 4 tahun 2008 tentang pornografi jo pasal 56 ke-2 KUHP. “Tuntutan lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta, subsider tiga bulan kurungan,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rusmanto saat membacakan dakwaan Ariel Di PN Bandung, Kamis (6/1).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rusmanto, ada tiga hal yang memberatkan Ariel sehingga layak dipenjara 5 tahun. Pertama, perbuatan Ariel dinilai telah meresahkan masyarakat dan menjadi isu nasional. Kedua Ariel terbukti sebagai pelaku dan pemeran video itu. “Ketiga terdakwa tidak mengakui dan berbeli-belit memberikan keterangan di persidangan. Terdakwa pun tidak menyesali perbuatannya,” tegas Rusmanto. (GIE/jpnn)

Sumber: JPNN, Jum’at, 07 Januari 2011 , 05:35:00

(nahimunkar.com)