Inilah beritanya.

***

Beras Naik, Gaji DPR Ikut Naik tapi Rakyat Miskin Makan Ubi & Garam

daerah tertinggal

Tanah adat dirampas, suku terasing di Matra makan ubi

Suku terasing atau Binggi, yang bermukim di Dusun Saluraya, Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat (Sulbar) saat ini semakin kesulitan mendapatkan pasokan makanan. Hal ini akibat lahan pertanian mereka tergerus dampak pengembangan kelapa sawit.

“Lahan pertanian kami tergerus akibat pengembangan kelapa sawit yang dilakukan perusahaan swasta. Saat ini, warga Binggi hanya mampu mengonsumsi Ubi Talas yang dikumpulkan dari hutan sebagai pengganti beras untuk bisa bertahan hidup,” kata Ube, warga suku terasing dengan bahasa khas lokal di Pasangkayu, seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/10).

Menurut dia, untuk mendukung ekonomi masyarakat terasing maka mereka setiap hari mengumpulkan batu gunung untuk kemudian dijual.

“Lahan kami berada di pinggiran lahan HGU milik perusahaan sawit. Bahkan, tanah adat yang turun temurun ditempati telah dirampas perusahaan sawit. Bahkan, kami diusir ke luar untuk perluasan lahan sawit milik perusahaan tanpa ganti rugi,” kata Ube, yang juga tokoh masyarakat suku terasing.

Dia mengatakan untuk bertahan hidup maka suku terasing harus mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti beras.

“Setiap harinya baik perempuan maupun laki-laki harus ke hutan guna mencari talas untuk dimakan pada siang hari. Setelah sorenya maka warga kembali menambang batu gunung untuk mendukung beban ekonomi,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, semenjak tanah adat yang ditempati secara turun temurun sudah tidak ada karena semua lahan itu telah “dirampas perusahaan”.

“Sebetulnya kami sudah berpindah ke pinggir lahan perkebunan semenjak lahan kami jadi kebun sawit yang konon berada di kawasan HGU,” jelasnya.

Ia menyesalkan karena nyaris tak ada perhatian pemerintah kepada suku terasing dengan mementingkan kapitalis yang telah menguasai lahan warga. Ube menyampaikan dusun Saluraya saat ini hanya dihuni 45 kepala keluarga dengan kondisi atap rumah yang mulai bocor-bocor dan tidak berdinding. [HP – Sebarkanlah.com /Merdeka] sebarkanlah.com/beras-naik-gaji-dpr-ikut-naik/ 2 Months Ago

***

Menterinya Lagi Asyik “Jualan” Islam Nusantara dalam Acara Haul.

Kaum miskin di daerah tertinggal mengeluh tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Lha wong menterinya lagi asyik “jualan” apa yang disebut Islam Nusantara di acara haul, dan mungkin acara-acara lainnya.

Inilah di antara beritanya.

***

Haul NU 90, Ini Pesan Menteri Marwan untuk Warga Nahdiyien

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menilai pemahaman tentang Islam Nusantara sangat efektif dalam menanamkan pemahaman Pancasila bagi masyarakat di desa-desa.

“Inilah sebabnya, kita harus menggaungkan cinta NKRI baik secara fisik maupun idiologi ke desa-desa. Jangan sampai globalisasi membuat kecintaan pada tanah air tergerus,” ujar Menteri Marwan saat menghadiri Haul NU ke-90 di Jakarta, Sabtu (30/1) malam.*/ansorjaktim.com – February 2, 2016

(nahimunkar.com)