Mayat Tak Dikenal pun Dipasangi Kayu Salib

Penguburan Massal Tidak Dipisah antara Muslim dan Kafir

(Letusan bencana ditunggangi bencana aqidah)

Bencana letusan Gunung Merapi mengakibatkan sejumlah korban yang tewas. Kemudian diadakan penguburan massal terhadap 64 jenazah dimakamkan massal di TPU Kabupaten Sleman di Dusun Beran, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Sleman, Ahad sore (07 Nov 2010).

Berita foto menjelaskan, ada sejumlah mayat yang tidak dikenal identiasnya, namun dipasangi kayu salib, dengan ditulisi MR X.

Bukankah itu berarti kristenisasi sampai mati? Sampai orang yang sudah mati kena bencana dan tidak dikenali siapa mereka saja masih dipasangi kayu salib.

Dalam gambar tampaknya penguburan massal itu tidak dipisahkan antara Muslim dengan yang kafir. Yang kafir alias non Muslim tidak ditempatkan di lokasi lain. Padahal menurut Islam, orang Muslim tidak boleh dikubur dalam tempat yang sama dengan orang kafir. Wajib dipisah. Kuburan Muslim hanya khusus untuk orang Muslim.

Dalam Islam ada kejadian, lelaki muslim punya isteri nasrani lalu isteri itu mati dalam keadaan hamil. Jadi statusnya, mayat isteri itu kafir, sedang janin dalam perutnya Muslim. Maka tidak dikuburkan di kuburan nasrani dan juga bukan kuburan Muslim. Itu ada dalam riwayat Al-Baihaqi:

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ : أَنَّهُ دَفَنَ امْرَأَةً نَصْرَانِيَّةً فِى بَطْنِهَا وَلَدٌ مُسْلِمٌ فِى مَقْبَرَةٍ لَيْسَتْ بِمَقْبَرَةِ النَّصَارَى وَلاَ الْمُسْلِمِينَ.

Dari Watsilah bin al-Asqa’: bahwasanya ia mengubur perempuan nasrani yang di dalam perutnya ada anak Muslim di pekuburan bukan pekuburan Nasrani dan bukan pekuburan Muslimin. (HR Al-Baihaqi).Imam Ahmad memilih ini, menurut Mufti Mesir, ‘Athiyah Shaqr dalam fatwanya Mei 1997 mengenai jenazah wanita Masehi yang mengandung janin Muslim.

Peristiwa penguburan massal korban letusan Merapi, dengan menyatukan antara jenazah Muslim dan Nasrani, sedang pemberian kayu salib itupun terhadap mayit-mayit yang tidak dikenal identitasnya, itu merupakan bencana aqidah bagi da’wah Islam.

Itu dapat dilihat di berita foto. Inilah keterangan foto dan komentarnya:

Senin, 08/11/2010 08:14 WIB

fotoNews

Pemakaman Massal Korban Merapi

Fotografer – Pool

(MR X ditulis di kayu salib ada sejumlah kayu salib yang ditulisi dengan MR X, dan di bawah foto detiknews ditulis keterangan foto):

Karena kondisi yang hancur, banyak jenazah yang tak teridentifikasi. Meylan Fredi Ismawan/detikNews.

(bagian terbawah ada keterangan foto):

Sebanyak 64 jenazah korban awan panas Merapi Jumat (5/11/2010) lalu dimakamkan massal di TPU Kabupaten Sleman di Dusun Beran, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Sleman kemarin. Prosesi pemakaman dipimpin langsung Bupati Sleman, Sri Purnomo.

(ada sejumlah komentar di antaranya bergambar jempol,):

Petrus : hebat kan kristenisasi, sudah matipun dikristenkan (disalib)

(lalu ada yang menyahut):

Tanya dong Katanya gak dikenali identitasnya…kok ada yang dimakamkan pake tanda salib dan yang cuma pake kantong kuning. Siapa yang bisa bedakan kalo jenazah itu beragama nasrani atau bukan ?? emang jenazah yang gak dikenali bisa identifikasi agamanya ??

(kemudian ada yang mengaku mbah petruk dan berkomentar):

mbah Petruk: Seharusnya antara Nasrani dan Muslim dipisah dan dibedakan liang lahatnya, hal ini sesuai tuntunan syari (hukum).

Sumber: ltsbrt.com

Berikut ini fatwa tentang larangan jenazah Muslim dikubur bersama dengan mayat kafirin. Jadi kuburannya harus pisah, lokasinya harus berlainan.

Fatwa nomor 10508

Muslim tidak boleh dikubur bersama kafir

Wajib mengubur jenazah muslimin di kuburan yang mutlak hanya untuk mereka, dan tidak boleh mengubur mereka di kuburan selain muslimin. Imam As-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berkata: Orang kafir tidak dikubur di kuburan Muslimin, orang Muslim tidak dibukur di kuburan kafir.

Imam An-Nawawi berkata dalam Kitab Al-Majmu’: sahabat-sahabat kami rahimahumumllah sepakat bahwa orang Muslim tidak dikubur di kuburan kafir, dan orang kafir tidak dikubur di kuburan Muslimin. Oleh karena itu tampak nyata bahwa wajib mengkhususkan tempat untuk mengubur jenazah Muslimin di pekuburan khusus Muslim.

Wabillahit taufiq, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.

Lajnah Daimah untuk Pengkajian Ilmiyah dan Fatwa,

Ketua Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, wakil ketua Abdul Razzaq Afifi, dan anggota Abdullah bin Ghadyan.

Inilah Tex fatwa yang dimaksud:

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – (ج 10 / ص 485)

تتمة كتاب الجنائز

خارج ديار الإسلام يخصص مقبرة للمسلمين ولا يجوز دفنهم مع الكفار

الفتوى رقم (10508)

س: يتشرف جماعة من المسلمين بمدينة بروكسل ببلجيكا بأن يطلبوا من سيادتكم فتوى فيما يخص دفن المسلمين بمقبرة نصرانية أو غيرها، وقد قررنا إيجاد مقبرة إسلامية بهذا البلد؛ لأن الحكومة البلجيكية طلبت منا فتوى؛ لأنكم تبذلون جهدكم لنشر هذا الدين، وفي انتظار جوابكم تقبلوا منا سيدي المفتي فائق احترامنا.

ج: يجب دفن موتى المسلمين في مقبرة مستقلة لهم، ولا يجوز دفنهم في مقابر غير المسلمين، قال الإمام الشيرازي في المهذب: ولا يدفن كافر في مقبرة المسلمين، ولا مسلم في مقبرة الكفار، وقال الإمام النووي في المجموع: اتفق أصحابنا رحمهم الله على أنه لا يدفن مسلم في مقبرة كفار، ولا كافر في مقبرة مسلمين، ومن ذلك يظهر أنه يجب تخصيص مكان لدفن موتى المسلمين في مقبرة خاصة بهم.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // نائب رئيس اللجنة // الرئيس //

عبد الله بن غديان // عبد الرزاق عفيفي // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //

فتاوى الأزهر – (ج 8 / ص 321)

دفن مسيحية حامل بمسلم

المفتي

عطية صقر .

مايو 1997

المبادئ

القرآن والسنة

السؤال

ما حكم الزوجة المسيحية إذا ماتت وفى بطنها جنين مسلم ، أين يكون الدفن ؟

الجواب

روى البيهقى عن وائلة بن الأسقع : أنه دفن امرأة نصرانية فى بطنها ولد مسلم فى مقبرة ليست بمقبرة النصارى ولا المسلمين ، واختار هذا الإمام أحمد ، لأنها كافرة لا تدفن فى مقبرة المسلمين ، فيتأذوا بعذابها ، ولا فى مقبرة الكفار، لأن ولدها مسلم فيتأذى بعذابهم . وقال بعض العلماء :

لماذا لا يجوز شق بطنها وإخراج الجنين منه ، ليدفن كلٌّ فى مقبرته ؟ وذلك عند تعذر وجود مقبرة تصلح لكل الأديان

(nahimunkar.com)