Melaknat Abu Bakar RA, Penganut Syiah Dicambuk di Saudi

RIYADH (voa-islam.com): Telah dilaporkan dari Arab Saudi pada hari Selasa kemarin, bahwa Sheikh Fayez As-Suhaimi Hakim Pengadilan Syariah di Madinah menjatuhkan hukuman empat bulan penjara dan 150 hukum cambuk keatas salah satu penganut Syiah warganegara Iran.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa pengikut Syi’ah asal Iran tersebut telah melakukan kejahatan mengangkat sepatunya keatas makam Abu Bakar radhiallahu anhu, dan mengucapkan kata-kata sumpah serapah dan kutukan terhadap As-Shiddiq radhiallahu anhu.

Peneliti Saudi yang bermukim di Inggris, A’id bin Saad Al-Dosari telah mengungkapkan sebelumnya, adanya seruan Syi’ah untuk melumuri Ka’bah dengan darah para jamaah haji untuk memunculkan “Mahdi Yang Ditunggu” menjelaskan bahwa propaganda Syiah ini sebagai bagian dari persiapan untuk “revolusi dari Mahdi dan pembebasan Mekah dan Madinah dari orang-orang musyrik?”, menurut pengakuan mereka.

Ahli strategis Mesir, Mayor Jenderal Purnawirawan Hossam Sweilem menegaskan bahwa Iran ingin menguasai tempat-tempat suci di Arab Saudi.

(ar/islammemo)

Voaislam, Rabu, 01 Sep 2010

Fakta dalam berita tentang bahaya Syi’ah

Berikut ini fakta-fakta dalam berita tentang bahaya Syi’ah di sana sini.

1. Fatwa dan pembelaan Syekh al-Azhar atas sahabat

Ditulis oleh infosyiah di/pada 0, Mei 4, 2007

Fatwa dan pembelaan Syekh al-Azhar atas sahabat

Alarabiyah memberitakan fatwa Syekh al-Azhar sebagai reaksi pemberitaan harian Mesir Alfajr tentang Abu Hurairah seorang sahabat Nabi dan salah satu periwayat hadis yang paling diandalkan dan Imam Bukhari , penulis buku hadis paling sahih setelah al-Quran.

Fatwa itu berbunyi: “Membeli dan membaca setiap media yang menurunkan posisi para sahabat Nabi adalah haram hukumnya”.

Menanggapi fatwa itu, Menteri Wakaf dan Urusan Islam Mesir, Hamdi Zaqzuq mengusulkan adanya undang-undang yang melarang kritikan dan penghinaan atas sahabat Nabi, ulama dan para perawi hadis.[infosyiah]

Sumber: http://infosyiah.wordpress.com/2007/05/04/fatwa-dan-pembelaan-syekh-al-azhar-atas-sahabat/

2. شيخ الأزهر: “لا مكان” للمذهب الشيعي في مصر ولن نقبل بنشره

11:13 pm Artikel

mesir/#more-549
Syeikh Al-Azhar: Tak Ada Tempat untuk Syiah di Mesir

Wednesday, 17 June 2009 12:59

Syeikh Al-Azhar Muhammad Sayyid Thanthawi mengatakan, di Mesir tidak akan menyediakan tempat untuk Syiah

Hidayatullah.com–Thanthawi juga menegaskan, pihaknya akan senantiasa bekerja keras untuk membentengi umat Muslim Mesir dari upaya penyebaran madzhab Syiah di negaranya, dan dengan cara yang santun tentunya.

“Tidak ada tempat untuk madzhab Syiah di Mesir, karena negara ini adalah negara ‘Sunni’. Kami juga tidak akan menerima dan berpangku tangan dari upaya penyebaran madzhab tersebut di negeri kami,” demikian dikatakan Thanthawi di hadapan para rombongan mahasiswa dari Saudi Arabia pada Selasa (16/6), sebagaimana dikutip harian Al-Arabiyyah.

Selain itu, Thanthawi juga menegaskan bahwa Al-Azhar adalah lembaga keislaman yang menebarkan dakwah Islam dengan prinsip-prinsip yang moderat, toleran, dan akomodatif, serta menolak segala bentuk ekstrimisme dan konservatisme Islam.

“Al-Azhar jauh dari model keberislaman yang fanatis, apalagi fanatik buta,” katanya.

Mayoritas Muslim Mesir adalah penganut ordo Sunni. Jika merujuk pada sejarah masa lalu, justru Mesir pernah menjadi pusat Syiah dalam dunia Islam. Dinasti Fathimiyah yang berkuasa di Mesir pada abad ke-9 hingga ke-10 adalah dinasti yang menjadikan Syiah sebagai madzhab resmi negara. Al-Azhar sendiri semula didirikan oleh para ilmuwan Fathimiyyah yang menganut Syiah.

Barulah, semenjak masa dinasti Shalahuddin yang menggantikan dinasti Fathimiyyah, madzhab resmi negara diganti menjadi Sunni, dan berlangsung hingga sekarang.

Meski demikian, saat ini di Mesir dapat ditemukan minoritas penganut Syiah. [atj/arb/www.hidayatullah.com]

http://www.hidayatullah.com/index.php/berita/internasional/9643-syeikh-al-azhar-tak-ada-tempat-untuk-syiah-di-mesir

Teks berita Syeikh Al-Azhar: Tak Ada Tempat untuk Syiah di Mesir

الثلاثاء 23 جمادى الثانية 1430هـ – 16 يونيو 2009م

خلال لقائه بطلاب سعوديين

شيخ الأزهر: “لا مكان” للمذهب الشيعي في مصر ولن نقبل بنشره

القاهرة – أحمد السيد

نفى شيخ الأزهر أن يكون للشيعة مكان أو وجود كمذهب في مصر باعتبارها دولة سنية، مشيراً إلى أن الأزهر لن يقبل بنشر التشيع في البلاد.

وقال د. محمد سيد طنطاوي خلال لقائه الثلاثاء 16-6-2009 بوفد من طلاب سعودببن إنه “لا مكان ولا وجود للشيعة في مصر كمذهب لأنها دولة سنية، ولن نقبل بنشر التشيع في بلادنا”.

وأضاف في مقر مشيخة الأزهر “لا وجود للشيعة في مصر كمذهب، ولكن معنى الشيعة في مصر أن يكون هناك إنسان له عاطفته مع أهل البيت”.

وأكد طنطاوي أن الازهر يعتمد على المنهج الوسطي المعتدل ويرفض التطرف والعنف ويبتعد تمام عن التعصب الاعمي والعنصرية البلهاء، مشيراً الى ان الدراسة في الازهر تمتاز عنها في التربية والتعليم بالتوسع في دراسة المواد العربية والشرعية وحفظ القرآن الكريم.

وكان الداعية الإسلامي د. يوسف القرضاوي، رئيس الاتحاد العالمي للعلماء المسلمين، أثار جدلاً واسعاً بتحذيره قبل عدة أشهر من أن هناك محاولات فعلية لنشر المذهب الشيعي في بلاد إفريقية بينها مصر والسودان والمغرب والجزائر.

وقال إن بلاداً كثيرة كانت سنية خالصة أصبح فيها شيعة، وأوضح قائلاً “مصر التي أعرفها جيداً، وأعرف انها قبل 20 سنة لم يكن فيها شيعي واحد منذ عهد صلاح الدين الأيوبي، استطاعوا أن يخترقوها، وأصبح لهم أناس يكتبون في الصحف ويؤلفون كتباً ولهم صوت مسموع في مصر، وكذلك في السودان وتونس”.

ويُدين معظم مسلمي مصر بالمذهب السني، فيما توجد أعداد قليلة من المتشيعين حديثاً خلال السنوات الماضية، ولا توجد إحصاءات رسمية لهم، وإن قدرتهم بعض المصادر بعدة مئات من المصريين، إلا أن المهاجرين العراقيين زادوا من عدد السكان الشيعة، حسب تقارير صحافية.

ويشار إلى أن العلاقات الدبلوماسية بين مصر وإيران قطعت بعد عام من قيام الثورة الإسلامية، وإبعاد الشاه محمد رضا بهلوي عن البلاد عام 1979.

وتتهم القاهرة – بانتظام – طهران بالسعي إلى السيطرة على المنطقة من خلال تصدير الثورة، ونشر الفكر الشيعي.

Sumber: http://www.alarabiya.net/articles/2009/06/16/76177.html

3. Innalillahi,Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!

Rabu, 17/06/2009 23:05 WIB CetakKirim

Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kecaman dan hinaan Ahmadinejad itu—lebih gila lagi—disampaikan dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.

Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah ini—salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.

Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat. “Talhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”

Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi rajanya.

Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di Iran—berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. Bahkan, pendahulu Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh alias menyepelekan 90% Muslim seluruh dunia.

Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan pengingkar sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini. Mereka adalah orang yang tidak menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau memahami rejim 12 Imam ini yang merupakan musuh terbuka terhadap para sahabat Rasul. (sa/alqimmah/sunni-news/ayandenews)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul.htm

Mahmud Ahamadinejad dikecam di mana-mana

Media internet dan milis di Timur Tengah ramai mengomentari masalah hinaan Ahmadinejad Presiden Iran terhadap dua sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu. Karena sama sekali penjelekan terhadap sahabat Nabi itu tidak layak bagi siapapun, apalagi penghujatnya seorang presiden. Sedangkan dua sahabat yang dijelekkan itu telah diyakini oleh Ahli Sunnah, termasuk dijamin (diberi khabar gembira) masuk surga oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara kecaman yang bertubi-tubi terhadap Ahmadinejad akibat hinaannya terhadap Thalhah dan Zubair alaihimas salam itu, ada kecaman yang sopan dari Dr Auni anggota Majelis Syura Saudi Arabia yang disampaikan lewat situs islamtoday.

Dr Sharif Hatim bin Arif Al-Auni anggota Majlis Syura Saudi mengkritik hinaan yang dilakukan Presiden Iran Mahmud Ahamdinejad terhadap dua shahabat besar, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Al-Awwam radhiyallahu ‘anhuma. Auni berkata kepadanya, sesungguhnya engkau telah menjelekkan symbol semilyar Muslim Ahlis Sunnah dengan penjelekan yang memuncak dengan perkataan kacaumu terhadap dua orang besar symbol Islam bagi mereka.

Dr Auni mengatakan dalam penjelasan lewat alislam alyaum (islamtoday) satu naskah diantaranya: Sesungguhnya tidak layak pada tokoh politik besar dalam tarap Kepala Negara untuk berbuat demikian, karena akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, dan menambah nyala api golonganisme di wilayah itu sampai pada tarap baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dr Auni meminta, Ahmadinejad mesti harus mengajukan permintaan maaf secara resmi dari apa yang telah terlanjur darinya mengenai hak dua sahabat besar. Dan dia (Dr Aun) berkata: Surat ini walaupun surat khusus dariku, tetapi tuntutan untuk minta maaf itu adalah sebenarnya tuntutan ratusan juta dari Ahlus Sunnah di dunia dari orang yang memperolah keburukan ini darimu yang terhormat. Di samping adanya tuntutan dari umumnya Ahlis Sunnah, maka juga tuntutan pribadi-pribadi dari orang yang menyepakatiku mengenai keyakinan dari keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu sungguh saya merasakan sakit sekali karena kekacauan ucapanmu yang mulia terhadap dua symbol yang besar ini.

Dikutip dari situs islamtoday, 21 Jumadil tsaniyah 1430.

4. 4. TVRi Siaran Syiah bulan Ramadhan

LUTHFI : Jam: 05:00 – 06:00 1-10-2007. Ceramah Sayyid HASAN NASRULLAH. Ini sangat berbahaya.  Alangkah efektif jika ada tokoh yg punya akses dan dapat memberi info kpd TVRI ttg hakikat Syiah dan bahayanya bagi Pemerintah dan rakyat Indonesia. Semoga Aswaja tetap lestari di bumi persada Nusantara. Wass.

LUTHFI : Yth. Bpk Hidayat Nur Wahid. Info penting : tayangan propaganda Syiah di TVRI: 1-10-07 Jam: 05:00 – 06:00. Tema : Maqom Imam Ali AS. Mohon antum tanggapi.
Dantum : 2007/08/28 06.01

LUTHFI : Ass. Yth. Bpk Pejabat yg dimuliakan oleh Allah. Pada bulan Romadhon ini, TVRI sering menayangkan pengajian Tokoh2 Syiah seperti Bpk Ali Segaf-Solo, pada pukul 05.00 sd 06.00. Juga pada malam hari seperti tayangan Munajatul Muridin versi Syiah Iran. Dalam salah satu fatwa Bpk. Ali Segaf tokoh Syiah berkata: Nikah mut`ah (kawin kontrak) dianjurkan dalam ajaran Syiah. Padahal umat Islam jelas2 mengharamkannya, krn tdk berbeda dg perzinaan terselubung. Dalam UU Positif Negara juga telah melarang praktik kawin kontrak. Belum lagi kalau kita baca literatur utama Syiah, seperti kitab Alkafi karangan Alkulaini, cetakan Teheran Iran, misalnya pada juz 2 hal 634 mengatakan, bahwasan Alquran yg turun kpd Nabi Muhammad itu aslinya tiga kali lipat dari Alquran milik umat Islam yg ada, tepatnya 17.000 ayat (Padahal Alquran yg diyakini keautentikannya oleh umat Islam di seluruh dunia ini berjumlah 6.666 ayat). Masih banyak perbedaan2 prinsip aqidah umat Islam dg ajaran alian Syiah. Untuk itu sebagai wakil masyarakat, yg mendapat banyak masukan warga yg sangat resah dg tayangan dakwah Syiah di TVRI, kami sangat mengharap agar Bapak Aparatur Negara bisa mengoreksi hingga menghentikan tayangan dakwah Syiah di TVRI tersebut. Demikian harapan kami, atas perhatian dan kerjasamanya dihaturkan ribuan terima kasih. Wass. (Ketua Komisi Fatwa MUI Malang).
Datum: 2007/08/28 08.11

http://pejuangislam.com/main.php?prm=sms&var=detail&id=2

5. SEPUTAR SYI’AH DI BANGIL

HABIB RIZIEQ (081180XXXX) : Ass. Ana dukung Demo  di Bangil (Mei 2007) utk Protes & Tuntut Polisi utk tangkapsiapa saja yg terbukti mencaci-maki & menghina, apalagi mengkafirkan Ahlul Bait, Shahabat & Ulama Salaf. Ana berharap demo berjalan tertib, damai & berwibawa, tanpa ada perusakan dlm bentuk apa pun. Selamat berjuang, waspadai provokator ! Syukron.

——————————————————————————————————————————
LUTHFI : Ass. Yth. Pak Hasyim, saya baca koran Radar Bromo, yg isinya bhwa bapak menyesalkan adanya DEMO ANTI SYIAH di kota Bangil pd Jumat kemarin. Saya infokan bahwa teman2 kita di Bangil melakukan DEMO dg damai sesuai aturan yg berlaku, dan DEMO tersebut menandakan keberatan masyarakat akan keberadaan aliran Syiah di Indonesia. Bpk pernah berjanji akan menerangkan kesesatan Syiah di masyarakat, skarang teman2 di Bangil sudah mulai menerangkan kesesatan Syiah dg cara DEMO LEGAL.

Di beberapa tmpat, warga NU mulai banyak yg masuk Syiah, dan mulai meragukan kebenaran kitab Shohih Bukhori – Muslim, sebagaimana hal tersebut slalu digembar-gemborkan tokoh2 Syiah. Banyak penganut Syiah asal NU, yg mulai mengkritisi Hadits2 riwayat para Shahabat termasuk S. Abu Hurairah dan St. Aisyah. Apkah kita akan mndiamkan prilaku mrka yg trus menggerogoti aqidah warga NU. Kulluna masuulun `an ro`iyyatih. KH. Irfan Zidni  Ketua Lajnah Falakiyah PBNU itu menetap di Iraq sekitar 24 th, jadi bukan berkunjung 4x, beliau itu famili kami. Jadi keterangan KH. Irfan Zidni tentang kesesatan Syi’ah Imamiyah, dan di Iraq tidak akan pernah terjadi pernikahan silang Sunni-Syi’ah, adalah sesuai dengan realita di lapangan, bukan mengada-ada.. Pak Hasyim juga tahu Syiah yg dikembangkan di Indonesia ini adalah murni Syiah Khomeiniyah IRANIYAH alias Imamiyah. Kejadian Penggerebekan di Lombok, Bondowoso, Lawang, Demo Bangil, Sweeping Madura, dll itu adalah upaya pengusiran oleh Warga NU kultural thdp para penganut Syiah pencacimaki Shahabat Nabi, para Ulama sunni, dan pengingkar Keautentikan Alquran. Syi`i Indonesia yg berkiblat ke Khomeini/IRAN sudah sering melakukan pencacimakian itu di depan warga NU, kalo tak ada api apa mungkin ada asap? Kalo tak ada pencacimakian tak mungkin warga NU kultural menggerebek Syiah. Pak Hasyim perlu meningkatkan keliling kampung2 basic perkembangan Syiah, dan berkomunikasi langsung dg warga yg sdh gerah thdp Syiah agar tahu persis kondisi umat di bawah, kecuali kalo Pak Hasyim `ada udang dibalik batu`. Tulisan Pak Hasyim di Jw.Pos itu secara tdk langsung melegalits pernikahan Sunni-Syiah di Indonesia, yaitu Syiah Murtadiyyah Imamiyah. Ingat Pak…Gak ada satu pun warga Iraq yg baca tulisan Bapak di Jw.Pos, tapi jutaan muslim Indonesia justru yg akan terpengaruh oleh tulisan2 bapak. Jika akhirnya muslim Indonesia murtad jadi Syiah pencaci Shahabat Nabi, dan pendiskredit Alquran krn terpengaruh tulisan2 dan statemen2 bpk, Wallahi kami dari Forum Muslim Nusantara, pasti bersedia jadi saksi kelak di Akherat di hadapan Allah (Antum syuhadaa-ullahi fil ardl). Rahasia umum Pak, banyak tokoh Islam yg terima duit dari Iran, demi mulusnya perkembangan Syiah Imamiyah di Indonesia, seperti tokoh2 liberal yg terima duit dari Asian Fundation, dan Fundation2 lainnya.

Sumber; http://pejuangislam.com/main.php?prm=sms&var=detail&id=2

6. Keterangan Ulama Saudi: Syi’ah membahayakan bagi Ummat Islam

بيان لعلماء السعودية: الشيعة خطر على الأمة الإسلامية

الرياض : حذر علماء الدين السنة من خطورة الشيعة ودورهم في زعزعة استقرار البلدان الإسلامية وممارسة عمليات الاعتداء على أهل السنة، وذلك قبل أيام من مؤتمر إسلامي دعا إليه العاهل السعودي الملك عبد الله بن عبد العزيز.

وفي بيان مصاغ بكلمات قوية- حصلت شبكة الاخبار العربية “محيط” على نسخة منه – كشف 22 من علماء الدين الإسلامي في المملكة العربية السعودية خطورة جماعة حزب الله المدعومة من إيران، وأماطت اللثام عن محاولة خداع الأمة الإسلامية بأن هذه الجماعة الشيعية تناهض اليهود والأمريكيين.

وقال المصادر إن هذا البيان نشر الأحد على أكثر من موقع إسلامي على شبكة الإنترنت ومن بين الموقعين عليه الشيخ ناصر العمر أحد علماء السنة البارزين في المملكة العربية السعودية، ويعتبر البيان استمرارًا لبيانات سابقة مشابهة تحذر من الخطر المتمثل في المطامع الشيعية بالبلدان الإسلامية.

وذكر مسئول حكومي سعودي أن علماء السنة الذين أصدروا البيان لا يمثلون المؤسسة الدينية الرسمية في السعودية، وليس بالضرورة أن وجهات نظرهم التي تضمنها البيان تعكس رأي الحكومة السعودية.

ورأى المراقبون في هذا البيان دليلاً على تنامي وعي علماء السنة بمدى التهديد الذي يمثله الشيعة لاسيما بعد الأحداث الدامية التي شهدها العراق، ثم تصرفات جماعة حزب الله اللبنانية واعتداءاتها على مناطق أهل السنة في لبنان.

وفي بيانهم، أكد علماء الدين الإسلامي أن الشيعة يتعمدون انتهاك حقوق المسلمين السنة في مناطقهم، واستشهد البيان بإيران والعراق في التأكيد على أن الشيعة لو تمكنوا من السيطرة فسيمارسون الإذلال والاعتداء بشكل متواصل بحق أهل السنة لأنهم يبذرون الدمار والفساد بين المسلمين ويزعزعون الاستقرار والأمن في الدول الإسلامية مثل اليمن.

تاريخ التحديث :-

توقيت جرينتش :       الاثنين , 2 – 6 – 2008 الساعة : 5:53 صباحاً

توقيت مكة المكرمة :  الاثنين , 2 – 6 – 2008 الساعة : 8:53 صباحاً

http://www.moheet.com/show_news.aspx?nid=130713&pg=1

(nahimunkar.com)