Membela Jupe Melecehkan Nabi

Ditolak NU, Artis Seronok Jupe Malah Disamakan dengan Kisah Nabi

Bertandangnya artis seronok ke kancah pilkada (pemilihan kepala daerah) tampak semakin menambah masalah. Bukan hanya masalah yang berkaitan dengan pilkada itu sendiri, namun telah merendahkan bahkan melecehkan martabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diberitakan, Jupe (Julia Perez) artis seronok yang akan mencalonkan diri sebagai cawabup (calon wakil bupati) Pacitan Jawa Timur ditolak oleh NU dan berbagai ormas Islam. Namun penolakan itu justru dikilahi dengan membawa-bawa kisah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Gusti Randa, seorang pengacara, yang saat ini juga salah satu tim sukses Jupe menegaskan, Jupe pantang mundur dari pertarungan calon orang nomor satu di Pacitan. 

Gusti pun sempat membandingkan penolakan terhadap Jupe dengan kisah Nabi. “Pada zaman nabi, nabi itu ditolak sama daerah asalnya,” ujar Gusti.

Membandingkan lakon Jupe dengan kisah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu perbandingan yang sangat ngawur. Jupe, ditolaknya oleh NU dan lain-lain itu karena berbagai factor tentunya. Di antaranya lantaran perempuan inisudah dikenal di masyarakat, dia suka buka-bukaan, berpenampilan seronok, mabuk-mabukan, dan sebagainya. Sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditolak oleh daerah asalnya karena mengajarkan tauhid, mengesakan Allah Ta’ala, sedang para penolaknya adalah orang-orang yang sesat yakni kafir musyrik, menentang Tauhid.

Penyamaan kisah Nabi dengan lakon Jupe hanya karena sama-sama ditolak oleh daerah asalnya itu penyamaan yang paling dungu. Dan itulah yang telah dilakukan oleh tokoh JIL ketika di Mahkamah Konstitusi ketika menginginka Undang-Undang Penodaan Agama dicabut (yang akhirnya tuntutan JIL dan lainnya itu kalah, sedang UU Larangan Penodaan Agama tetap diberlakukan) beberapa waktu lalu. Pentolan JIL itu menyamakan Lia Eden pentolan sesat yang ingin menghapus Islam justru disamakan dengan Nabi Muhammad shallalhu ‘alaihi wa sallam, hanya karena awalnya sama-sama ditolak masyarakat.

Dalam kasus ini, berarti pendukung Jupe ini sudah ketularan atau memang sama-sama dungunya dengan tokoh JIL yang tidak mampu membedakan emas dengan kotoran manusia hanya karena sama-sama kuningnya.

Pendukungnya yang tingkat pengacara seperti itu. Lantas seperti apa yang didukung?

Berita tentang penolakan terhadap Jupe tapi malah disamakan dengan kisah Nabi sebagai berikut:

Ditolak NU, Kisah Jupe Disamakan Kisah Nabi


Nugraha Rodiana
– detikhot

Rabu, 28/04/2010 16:14 WIB

Jakarta Rencana Julia Perez untuk menjadi cawabup menemui kendala. Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menolak pencalonan Jupe. Kubu Jupe santai saja menghadapi penolakan itu. Bahkan kisah Jupe disamakan dengan kisah nabi.

Hal itu pun diungkapkan Gusti Randa, salah satu tim sukses Jupe, saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2010). Menurutnya, adanya penolakan itu adalah sesuatu yang wajar. Gusti menegaskan Jupe pantang mundur dari pertarungan calon orang nomor satu di Pacitan.

Gusti pun sempat membandingkan penolakan terhadap Jupe dengan kisah Nabi. “Pada zaman nabi, nabi itu ditolak sama daerah asalnya,” ujar Gusti.

Gusti bahkan mengklaim saat ini semakin banyak pihak yang mendukung pencalonan pelantun ‘Belah Duren’ itu. Bahkan, beberapa calon bupati lainnya kini melirik Jupe untuk mendampinginya.

“Sekarang ini justru Jupe jadi rebutan,” pungkasnya.

(hkm/iy) detikhot.com

Bagaimanapun, ramainya para artis seronok yang belakangan diidentikkan dengan istilah cacat moral namun mereka bertekad untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin-pemimpin di daerah adalah gejala tidak sehat bahkan memalukan. Apakah tidak ada orang yang lebih pantas dari mereka?

Baru akan mencalonkan diri dalam pilkada saja sudah berdampak merusak pemahaman agama secara terang-terangan. Bahkan melecehkan martabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Betapa pula nanti kalau mereka jadi bisa masuk dalam pemilihan, dan lebih-lebih lagi kalau justru mereka yang cacat moral itu yang terpilih jadi pemimpin. Apa jadinya. Masyarakat, agama, dan moral kemungkinan akan lebih cepat lagi rusaknya. Belum jadi penguasa saja Jupe sudah mau menjadikan Pacitan seperti Monaco (tempat judi terkemuka di dunia). Kalau sampai jadi penguasa seperti apa? (nahimunkar.com).