Menag Prihatin Maraknya Aliran Sesat

Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku prihatin terhadap maraknya aliran sesat di tengah masyarakat, karena kelompok sesat atau pun sempalan itu menyatakan sebagai umat Islam, tapi di dalamnya justru mengacak-acak Islam.

“Rusaknya akhlak dan moral generasi muda dan maraknya aliran sesat itu menunjukkan kekosongan dakwah yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang,” katanya di hadapan ribuan ibu-ibu majelis taklim yang memadati Istora Senayan, saat peluncuran program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/3).

Ia mengajak seluruh komponen untuk hijrah dari fanatisme golongan dan mahzab, dan mencegah permusuhan di antara umat.

“Kebebasan dalam bergama, itu harus ada batasnya. Kebebasan, tidak boleh menghina dan acak-acak kitab suci agama lain. Nabi terakhir adalah Muhammad, dan tidak ada lagi nabi lagi. Begitu juga kitab suci Al Quran,” katanya.

“Maka program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji itu untuk mencegah masuknya pemikiran/paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.*

Sumber : Ant

Red: Syaiful Irwan, Rabu, 30 Maret 2011, Hidayatullah.com—

(nahimunkar.com)