منع الجريمة الملك الظالم مع الحجج

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآَيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ (23) إِلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَ فَقَالُوا سَاحِرٌ كَذَّابٌ (24) فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ (25)  [غافر/23-25]

23. Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,

24. kepada Fir’aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: “(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.”
25. Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka.” Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka). (QS Al-Mu’min/ Ghafir/40: 23-25).

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى وَلْيَدْعُ رَبَّهُ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ (26) وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ (27)

26. Dan berkata Fir’aun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.”

27. Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.” (QS 40: 26, 27).

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آَلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ (28)

28. Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.” Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (QS 40: 28).

Yang menyembunyikan imannya yaitu anak paman Fir’aun, namanya Syam’an إذ هو ابن عم فرعون واسمه شمعان , menurut  Aiasarut Tafasir.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, dahulu laki-laki ini menyembunyikan keimanannya dari kaumnya, bangsa Qibthi. Dia tidak menampakkannya kecuali pada hari ini, di mana Fir’aun berkata:

ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى

“Biarkanlah aku membunuh Musa”. Laki-laki itu murka karena Allah Ta’ala.

و« أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ ».

Seutama-utama jihad adalah kalimat keadilan yang disampaikan kepada raja yang dzalim. (HR Abu Dawud dalam Sunannya, dan juga An-Nasaai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad dalam Musnadnya).

Dan tidak ada satu kalimat yang lebih besar daripada kalimat yang disampaikan kepada Fir’aun ini, yaitu perkataanya:

أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ

“Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah”, kecuali apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam shahihnya:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِىِّ قَالَ حَدَّثَنِى عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَخْبِرْنِى بِأَشَدِّ شَىْءٍ صَنَعَهُ الْمُشْرِكُونَ بِالنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ بَيْنَا النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى فِى حِجْرِ الْكَعْبَةِ إِذْ أَقْبَلَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِى مُعَيْطٍ ، فَوَضَعَ ثَوْبَهُ فِى عُنُقِهِ فَخَنَقَهُ خَنْقًا شَدِيدًا ، فَأَقْبَلَ أَبُو بَكْرٍ حَتَّى أَخَذَ بِمَنْكِبِهِ وَدَفَعَهُ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ( أَتَقْتُلُونَ رَجُلاً أَنْ يَقُولَ رَبِّىَ اللَّهُ ) الآيَةَ .

Dari Urwah bin Zubair, ia berkata, aku bertanya kepada Amru bin Ash tentang penyiksaan yang paling dahsyat yang dilakukan orang-orang musyrik kepada diri Rasulullah. Amru menceritakan: “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di halaman Ka’bah. Tiba-tiba muncul seorang tokoh Quraisy bernama ‘Uqbah bin Abi Mu’aith. Rasulullah dipegangnya kuat-kuat, seraya melilitkan selembar kain kuat-kuat di leher beliau sampai kencang sekali, sehingga beliau hampir tercekik. Maka Abu Bakar segera datang, cepat-cepat ia lepaskan lilitan kain itu sambil membela Rasulullah, Abu Bakar menghardik ‘Uqbah:

أَتَقْتُلُونَ رَجُلاً أَنْ يَقُولَ رَبِّىَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ

 “Apakah engkau membunuh seseorang yang mengatakan Tuhanku Allah, padahal dia telah dating kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu?”. (HR Al-Bukhari).

Diplomasi lelaki yang menyembunyikan keimanannya terhadap Fir’aun, dijelaskan dalam Tafsir  Depag:

Ayat ini melanjutkan alas an-alasan supaya Musa jangan dibunuh: “Seandainya Musa itu berdusta dalam pembicaraannya yang menda’wakan ia adalah utusan Allah kepadamu yang menyuruhmu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan agama nenek moyangmu, maka dosa kedustaannya itu ditanggung oleh dirinya sendiri, bukan kamu yang memikulnya. Tetapi bilamana ia benar dalam ucapannya, pastilah adzab akan menimpamu seperti apa yang diancamkannya, karena kamu masih tetap dalam kepercayaanmu. Karena itu tidak ada alasan untuk membunuhnya. Bila rencana itu kamu jalankan juga, pasti Tuhan akan marah dua kali lipat kepadamu. Karena kekafiranmu dan karena membunuh rasul-Nya”. (Al-Qur’an dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986, jilid VIII, halaman 581).

 يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ يَنْصُرُنَا مِنْ بَأْسِ اللَّهِ إِنْ جَاءَنَا قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ (29)

29. “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.” (QS 40: 29)

{ يا قوم لكم الملك اليوم ظاهرين في الأرض } هذا من قول مؤمن آل فرعون

الوجيز للواحدي – (ج 1 / ص 830)

Perkataan “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi…” ini adalah perkataan seorang mu’min dari keluarga Fir’aun tersebut, menurut Tafsir Al-Wajiz-nya Al-Wahidi juz 1 halaman 830. Entah kenapa dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya Departemen Agama disebut (Musa berkata).  Juga ditulis (Musa berkata) dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya, Departemen Agama RI 1985/ 1986, jilid VIII, halaman 578, ketika menerjemahkan QS 40: 29. Sedangkan dalam tafsir-tafsir rujukan berbahasa Arab, dijelaskan, yang berbicara itu bukan Nabi Musa ‘alaihis Salam tetapi lelaki mu’min dari keluarga Fir’aun.

وفى تحذيره من نقمه فقال : { ياقوم لَكُمُ الملك اليوم ظَاهِرِينَ فِي الأرض فَمَن يَنصُرُنَا مِن بَأْسِ الله إِن جَآءَنَا } .

أى : وقال الرجل المؤمن لقومه – أيضا – الوسيط لسيد طنطاوي – (ج 1 / ص 3700)

{ ياقوم لَكُمُ الملك اليوم ظاهرين فِى الأرض } ذكرهم ذلك الرجل المؤمن ما هم فيه من الملك ، فتح القدير – (ج 6 / ص 321)

Demikian pula, Sayyid Thanthawi dalam tafsirnya, Al-Wasith, juga As-Syaukani dalam tafsirnya, Fat-hul Qadir, menjelaskan, yang berkata itu adalah lelaki mu’min dari keluarga Fir’aun. Bukan Nabi Musa ‘alaihis salam seperti yang ditulis oleh Departemen Agama dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya, 1419H dan Al-Qur’an dan Tafsirnya, Departemen Agama RI 1985/ 1986.

وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ (30) مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ (31) وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ (32) يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (33)  [غافر/26]

30. Dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.

31. (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

32. Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321].
[1321]. Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sebahagian yang lain untuk meminta tolong.

33. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk. (QS 40: 30-33).

وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِ حَتَّى إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌ (34) الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آَيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آَمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ (35)

34. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

35. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[1322]. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (QS 40: 34-35).
[1322]. Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ (36) أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ (37)

36. Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,
37. (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.” Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (QS 40: 36-37).

وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ (38) يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآَخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ (39) مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ (40)  [غافر/34]

38. Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

39. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

40. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS 40: 38-40).

وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ (41) تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ (42) لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآَخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِ وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ (43) فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (44)

41. Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?

42. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?

43. Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan  aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat[1323]. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.
[1323]. Maksudnya: tidak dapat menolong baik di dunia maupun di akhirat.

44. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS 40: 41-44).

 فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45)

45. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.(QS 40: 45).

Ibnu Katsir menjelaskan, Firman Allah Ta’ala:

فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا

Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, yaitu di dunia dan di akherat. Di dunia, Allah Ta’ala menyelamatkannya (orang yang beriman itu) bersama Musa ‘alaihis salam, dan di akherat dia akan dimasukkan ke dalam surga.

Adzab Kubur sampai sebelum Qiyamat, dan di hari Qiyamat diadzab di neraka yang sangat keras

وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ

dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk, yaitu tenggelam di dalam lautan, kemudian dipindahkan ke neraka Jahim. Sesungguhnya ruh-ruh mereka dihadapkan kepada api Neraka pada waktu pagi dan etang hingga hari Qiyamat, ketika terjadi Hari Qiyamat  itu maka ruh-ruh dan jasad-jasad mereka akan disatukan di dalam api Neraka. Oleh karena itu Allah berfirman:

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”, yaitu adzab yang sangat menyakitkan dan hukuman yang amat berat. Ayat ini merupakan dalil yang amat kuat bagi Ahlus Sunnah tentang adanya adzab alam barzakh dalam kubur, yaitu yang tercantum dalam firman Allah ta’ala:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. (QS 40: 46). (tafsir Ibnu Katsir tentang ayat ini).

 النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (46)

 وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِ (47) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُلٌّ فِيهَا إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ الْعِبَادِ (48) وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ (49)  [غافر/41]

46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”
[1324]. Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.

47. Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”

48. Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).”

49. Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.” (QS 40: 46-49).

قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ (50) إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (51) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ  [غافر/50-52]

50. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang.” Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu.” Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.

51. Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),

52. (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la’nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. (QS 40: 50-52).

Pelajaran sangat berharga

  1. Pembelaan orang beriman terhadap Nabi Musa ‘alaihis salam yang akan dibunuh Fir’aun dengan perkataan yang sangat mengena dan secara langsung. Tepat dan tidak terbantahkan. Satu hal yang sangat berharga, hingga diabadikan dalam Al-Qur’an. Ibnu Katsir menilai hal itu berdasarkan hadits:
    « أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ ».
    Seutama-utama jihad adalah kalimat keadilan yang disampaikan kepada raja yang dzalim. (HR Abu Dawud dalam Sunannya, dan juga An-Nasaai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad dalam Musnadnya).
  2. Demikian pula pembelaan Abu Bakar shiddiq radhiyallahu ‘anhu ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dililiti kain sampai hingga tercekik oleh dedengkot kafir Quraisy. Lilitan kain ke leher Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu dilepas oleh Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu ‘anhu masih pula si kafir diberi perkataan, ayat yang sebagaimana diucapkan pembela Nabi Musa ‘alaihis salam. Perbuatan itu sangat berharga, karena melepaskan dari upaya pembunuhan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sekaligus mengemukakan argumentasi yang sangat bagus kepada si kafir, sebagaimana yang dilakukan oleh keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya tersebut terhadap Fir’aun yang akan membunuh Musa ‘alaihis salam .
  3. Fir’aun dan wadyabalanya yang tetap dalam kekafirannya itu ditegaskan dalam ayat , memperoleh adzab kubur dan kelak di akherat dimasukkan ke neraka yang adzabnya sangat keras. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”
  4. Orang yang membela keimanan (dilandasi ilmu yang benar) dengan teguh dan penuh keberanian serta tidak takut resiko, maka di dunia ini terbukti sudah mampu mengalahkan dalam berhujjah (berargumentasi) terhadap manusia kafir yang galak lagi sangat dhalim. Dan pembela keimanan itu di dunia maupun di akherat mendapat jaminan dari Allah Ta’ala: Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). Padahal para musuhnya, yakni musuh-musuh Islam, mereka tidak diampuni, dila’nat dan dimasukkan ke neraka di hari Qiyamat.  (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la’nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.

Wallahu a’lam bisshawaab. (nahimunkar.com)