Menjaga Kesehatan Calon Ibu

dan Bayi dalam Kandungan

Oleh : Mulyawati M. Yasin


Inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang wanita yang akan menjadi seorang ibu dari bayi yang bakal dilahirkan.

Pada satu sisi harus berusaha menjaga kesehatan diri sendiri dan calon anak dalam kandungan. Pada sisi lain juga siap berusaha bagaimana supaya anak yang dilahirkannya nanti menjadi anak yang baik, anak yang soleh atau solehah. Itu membutuhkan usaha yang kuat dan terus menerus pada saat masih dalam kandungan. Sebuah tugas yang sangat berat yang harus dijalani. Namun bila semua dikerjakan dengan penuh keikhlasan karena Allah, kesungguhan dan kemauan yang kuat serta kesabaran dalam menjalankannya, tentu semua insya Allah dapat berjalan dengan baik dan ringan. Dan tentu saja Allah tidak akan menyia-nyiakan niat dan usaha hambaNya itu.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an bagaimana seorang hamba yang ikhlas dalam usahanya dan mencari keridhoan Allah, maka akan mendapat hasil yang baik.

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَتِثْبِيْتاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابْلٌ فَآتَتْ أُكُلَهاَ ضِعْفَيْنٍ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهاَ وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Yang artinya :”Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta bendanya karena mencari keridhaan Allah semata dan untuk keteguhan jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu kemudian menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tiada menyiraminya, maka hujan gerimis pun memadai pula. Dan Allah Maha Melihat apa yang kerjakan.(QS. Al-Baqarah : 265).

Raga sehat adalah dambaan seluruh manusia, apalagi wanita yang sedang hamil. Hal itu sangat diutamakan, karena keadaannya akan menyangkut pada perkembangan sang bayi dalam kandungannya dan juga pada proses melahirkannya.

Bila calon ibu sehat wal afiat, insya Allah bayi dalam kandungannya pun akan berkembang normal dan sehat. Maka usaha untuk menjadi ibu yang sehat dan bayi dalam kandungan yang sehat harus terus diutamakan dan diusahakan.


Pola Makan Sehari-hari.

Kesehatan seorang wanita yang sedang mengandung dapat berpengaruh pada diri sendiri dan calon bayi yang dikandungnya. Maka pola makan sehari-hari harus diperhatikan dengan baik, yaitu pola makan yang halal, thoyyib (baik), sehat dengan gizi yang seimbang dan makanan yang bervariasi.

Jangan ikuti pada keadaan dimana calon ibu tidak nafsu makan, atau muntah-muntah karena misalnya pada saat bulan- bulan pertama hamil yang disebut ngidam. Usahakan harus tetap mengkonsumsi makanan halalan thoyyiban yang sehat dan bergizi, hal ini supaya terhindar dari penyakit anemia atau kurang darah, dengan gejala pusing dan tubuh jadi lemah.

Asupan makanan halalan thoyyiban yang bervariasi dan bergizi menjadi sangat perlu bagi calon ibu. Hal ini sangat berguna untuk calon ibu sendiri dan calon bayinya.


Inilah beberapa zat yang penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Yaitu :

1. Protein : Makanan yang banyak mengandung zat protein adalah : daging, telur, tempe maupun tahu.

2. Vitamin A dan Vitamin E. Kedua vitamin ini ada terdapat pada : hati, buah-buahan yang berwarna merah, dan tauge atau juga kecambah.

3. Vitamin B. Banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau tua, dan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

4. Zat besi. Ini sangat perlu karena untuk mencegah penyakit anemia, dan zat besi ini ada terdapat pada : daging merah, kuning telur, sayur-sayuran berwarna hijua, kacang merah. Dan zat-zat lain yang terdapat pada sayur-sayuran.

Yang paling penting bagi wanita hamil jika ingin sehat untuk diri sendiri dan calon bayi dalam kandungan adalah makan makanan yang halal dan bergizi, yaitu perbanyaklah makan sayur-sayuran yang berwarna hijau, hendaknya diusahakan untuk makan sayuran ini setiap hari. Dan jangan sering mengkonsumsi mi instant yang sekarang banyak diminati banyak ibu rumah tangga karena hanya praktis membuatnya dan enak disantapnya. Padahal banyak kerugiannya.

Jika sudah berlalu masa ngidam, maka berusahalah untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung sayur-sayuran. Entah itu berupa sayur yang sudah dimasak atau sayuran berupa lalapan. Itu sangat bermanfaat bagi kesehatan calon ibu dan kesehatan bayinya kelak, insya Allah.

Makanan yang berupa sayuran juga sangat besar manfaatnya bagi wanita yang hamil diatas usia empat puluhan. Yang kata dokter usia yang sangat rawan untuk hamil karena beresiko besar pada sang ibunya dan pada perkembangan bayinya. Tetapi seandainya seorang wanita yang memang masih hamil pada usia yang katanya rawan itu, janganlah menjadi takut dan ciut hati, biar bagaimanapun tawakkal (pasrah) kepada Allah lebih utama, lalu mental dijaga dengan baik dan hati tenang serta asupan makanan sayur-sayuran yang banyak, Insya Allah tak ada masalah sampai melahirkan dan bayipun akan baik dan sehat.

Biasanya wanita hamil juga mengkonsumsi vitamin sebagai asupan gizi tambahan, hal itu boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai berlebihan. Karena biar bagaimanapun ada resiko sendiri jika asupan vitamin yang berlebihan.

Allah telah menyediakan begitu banyak ragam makanan dengan banyak manfaatnya. Maka sebagai wanita yang beriman yang akan mempunyai momongan haruslah memanfaatkan pemberian Allah dengan sebaik-baiknya, lalu jangan lupa selalu mensyukuri segala pemberianNya agar kita selalu mendapat tambahan kenikmatan dariNya.

Amin!.

Allah berfirman :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ

Yang artinya : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim. 7.).


Menjauhi yang Haram.

Bila Allah telah mengharamkan suatu perbuatan atau mengharamkan suatu makanan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits nabi-Nya, itu berarti sudah pasti mengandung resiko besar, baik itu berupa dosa bila melanggarnya atau resiko fisik berupa penyakit atau bahaya lain.

Misal Allah telah mengharamkan khamr (minuman beralkohol), jika seorang hamba melanggarnya (tetap meminumnya), maka berdosalah si peminum dan adapun fisiknya akan terkena berbagai macam penyakit. Bila wanita hamil pengguna khamr, kelak bayinya akan mengalami keguguran, bayi lahir mengalami fetal alcohol syndrome (gangguan yang menyebabkan lahir cacat fisik dan psikis).

Maka wanita hamil harus menjauhi apa-apa yang diharamkan Allah, agar terhindar dari dosa dan terhindar dari berbagai macam penyakit yang tentu saja sangat menakutkan bagi diri sendiri dan bagi bayinya kelak.


Yang perlu dijauhi adalah :

Merokok : Ulama Saudi Arabia memberi fatwa bahwa rokok itu haram. MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun memfatwakan demikian, walau haramnya secara terbatas pihak-pihak tertentu di antaranya haram bagi pengurus MUI (wallahu a’lam, kenapa haram kok pilih-pilih orang). Maka mestinya digalakkan perlunya semua menjauhi rokok, tak terkecuali wanita yang sedang hamil. Resiko merokok bagi wanita hamil dan bayinya sangat menakutkan, yaitu : Akan terjadi keguguran, lahir premature, berat badan rendah, cacat bawaan, dan lain lain.

Minuman beralkohol : Resiko dari orang yang meminumnya telah disebut diatas tadi. Wanita muslimah tentu Insya Allah telah menjaga dirinya dari barang-barang itu karena telah mengerti hukumnya dan mentaati Robbnya. Tetapi bagi wanita yang merasa sok modern, ingin kehidupan yang bebas, tak mustahil kedua barang haram itu menjadi barang yang konsumsi sehari-hari, karena untuk pergaulan dan kebebasan menikmati hidup. Tetapi harus diwaspadai adanya resiko yang besar mengancam kehidupannya dan kehidupan calon bayinya bila dia sedang hamil. Maka jauhilah sebelum menjadi penyesalan selamanya.

Sekali lagi larang memakan dan minum barang-barang haram itu perlu diingat dan diperhatikan oleh kaum wanita atau bagi calon ibu. Di samping itu makanan dan minuman yang halalan thoyyiban serta mengandung unsur-unsur penting seperti tersebut di atas agar diperhatikan. Itu semua agar terhindar dari penyakit atau kekurangan darah.

Bagaimana cara agar baiknya pertumbuhan calon bayi dalam kandungan, silakan mencermati pola makan. Berusahalah secara rutin memakan sayur-sayuran yang berwarna hijau dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Insya Allah walaupun kalian sedang berbadan dua alias mengandung, badan akan tetap vit dan calom bayi akan sehat wal afiat. Amien ya Rabbal ‘alamien, semoga Allah mengabulkan do’a kita!.

Jakarta, Rabu. Jam. 16 WIB. Tgl. 13 Robi’ul Akhir 1430 H./ Tgl. 8.4.2009.