Menorah Yahudi Sengaja Dijadikan Ikon Spektakuler Kabupaten Minahasa Utara

Pembangunan Menorah di Minahasa diakui terinsprirasi oleh Menorah di Gedung Parlemen Israel, Knesset. Menorah ini dijadikan ikon spektakuler untuk Kabupaten Minahasa Utara karena di Sulawesi Utara sudah ada salib terbesar dan ada juga patung Yesus terbesar.

Seperti diberitakan harian New York Times, menara setinggi 19 meter di ketinggian 600 meter dari permukaan laut ini disebut sebagai menara Yahudi. Dibangun Pemda setempat dengan biaya US$. 150.000.

Masalah dibangunnya menorah Yahudi itu ada keterangan dari pengusulnya, seorang anggota DPRD Minahasa. Hiadayatullah.com memberitakan sebagai berikut:

DPRD Minahasa Utara Bantah Ada Menara Yahudi di Daerahnya

Tuesday, 14 December 2010 07:21 NASIONAL

Terinspirasi oleh Menorah di Gedung Parlemen Israel, Knesset

Hidayatullah.com—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa Utara menyanggah berita adanya menara Yahudi tertinggi di dunia di daerahnya. Menurut pihak DPRD, menara berbentuk tempat lilin bercabang tujuh di kaki Gunung Klabat itu adalah “Kaki Dian”, salah satu instrumen pelengkap dalam ibadah umat Kristiani.

“Itu simbol umat Kristiani, bukan menara Yahudi. Tapi kalau orang Yahudi menganggapnya demikian, tidak mengapa,” ujar  Denny Wowiling, anggota DPRD Minahasa Utara kepada www.hidayatullah.com , di kantornya, Senin (13/12).

Denny mengakui, pembangunan menara Kaki Dian itu memang terinspirasi oleh Menorah di Gedung Parlemen Israel, Knesset. Namun dia membantah pernah melakukan kunjungan ke Knesset ataupun ke negeri Zionis Israel itu.

Menurut Denny, dialah yang mengusulkan dibangunnya Kaki Dian itu. Sekitar dua tahun lalu terjadi pembahasan tentang apa yang bisa dijadikan ikon spektakuler untuk kabupaten yang baru berdiri ini.

“Di Sulawesi Utara sudah ada salib terbesar, ada juga patung Yesus terbesar. Maka saya usulkan Kaki Dian ini,” kata Denny.

Meski demikian, menara ini juga disambut hangat kalangan Yahudi setempat. “Kami menyambut baik dengan adanya Menorah atau Kaki Dian terbesar dan tertinggi ini. Sebab telah mengangkat citra Minahasa Utara khususnya dan Indonesia umumnya. Ke depan, International Jewish Community, para rabi akan turut mempublikasikan Kaki Dian yang ada ini,” kata Ketua Komunitas Yahudi Indonesia (JCI), Yacoov Baruch seperti dikutip  harian lokal, www.hariankomenter.com.

Seperti diberitakan harian New York Times, menara setinggi 19 meter di ketinggian 600 meter dari permukaan laut ini disebut sebagai menara Yahudi. Dibangun Pemda setempat dengan biaya US$. 150.000 untuk menarik wisatawan dan investor asing, terutama dari Eropa, guna datang ke Minahasa Utara. Menara tersebut selesai dibangun tahun lalu. [sur/www.hidayatullah.com]

Sumber: hidayatullah.com

(nahimunkar.com)