Demonstran Amphuri Segel Ruang Kerja Menteri Agama

ANTARA/Dhoni Setiawan/wt/micom

JAKARTA–MICOM: Puluhan massa dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) kembali melakukan aksi demontrasi di depan Kementrian Agama. Mereka menuntut Menteri Agama Suryadharma Ali untuk mundur dari jabatannya karena dianggap bertindak curang.

“Kementrian Agama arogan, dzolim pada kita. Untuk ketemu susah sekali. Kita dibohongi, pura-pura, sampai dua jam, dirjen sibuk, mentri sibuk,” kata Sekretaris Jenderal AMPHURI Arta Hanif yang ditemui di lokasi demonstrasi di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (16/9).

Menurutnya, berbagai penyimpangan terjadi di Kementerian Agama. Terutama mengenai naiknya biaya haji swasta dari $6.500 pada tahun lalu, menjadi $7 ribu pada tahun ini. Menurut para pendemo, Kemenag dengan sengaja membebankan biaya haji yang mahal pada masyarakat tanpa alasan yang jelas.

“Minimal US$7 ribu padahal tahun sebelumnya hanya US$6.500. Kenaikan US$500 dipaksakan, diwajibkan, tidak ada dasarnya,” tegas Arta.

Sikap Menteri dari PPP itu juga dinilai tidak proaktif dan tidak mau membuka dialog untuk membangun sistem perbaikan haji yang lebih baik.

“Selalu ada indikasi manipulasi. Bagaimana tidak, kita dipaksa kenapa harus US$7 ribu. Dasarnya apa? Kita punya analisa kenaikan dipaksakan. Hanya untuk Kebutuhan pencitraan, dikonversi ke rupiah, seolah naik padahal tidak. Harusnya 20 juta, sekarang 25 juta, sama dengan tahun lalu, padahal seharusnya turun,” katanya.

Setelah sekitar satu jam berorasi, massa mengancam akan melanjutkan aksi di depan istana negara untuk bertemu Presiden. Ini merupakan aksi lanjutan setelah sehari sebelumnya massa yang sama melakukan penyegelan terhadap ruangan Menteri Agama, Sekjen Kemenag dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag. (*/OL-12)

Penulis : Donny Andika AM

Jumat, 16 September 2011 11:38 WIB, mediaindonesia.com

***

Demonstran Amphuri Segel Ruang Kerja Menteri Agama

Karena kecewa tidak dapat bertemu Menteri Agama Suryadharma Ali, akhirnya massa demonstran yang mengaku dari 101 perusahaan jasa penyelenggara haji khusus dan tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyegel ruang kerja Menteri Agama di lantai II Kemenag, di Jakarta, Kamis (15/9) lalu.

Penyegelan tidak hanya dilakukan di ruang kerja Menag, tetapi juga ruang kerja Sekjen Kemenag lantai II dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) lantai VI. Penyegelan dilakukan dengan menggembok pintu dan menempelkan berbagai poster yang antara lain berbunyi, “Kemenag Membodohi Umat dengan Biaya Haji”.

Menanggapi hal itu, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat sudah melaporkannya kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. “ Tindakan pengunjuk rasa sudah melampaui batas kewajaran,” kata Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat di Jakarta, Jumat malam (16/9), seusai jamuan makan malam  pelepasan Konsul Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Abdul Al-Aziz Arraqabi yang diganti dengan pejabat baru, Khalid Al-Arraq.

Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, kembali menegaskan tak akan memenuhi tuntutan para demonstran. Selain cara yang dilakukan para penyelenggara haji khusus tersebut  tak mengindahkan kesopanan, juga tuntutannya tak rasional. Mereka meminta tambahan kuota haji khusus, padahal sudah diberi tambahan 3.000 dari 10.000 tambahan kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Mereka juga mempertanyakan kenaikan BPIH Khusus dari USD 6.500 menjadi USD 7.000 atau sebesar USD 500.

Tentang barang bukti penyegelan, menurut Bahrul Hayat, sudah diserahkan ke Polsek terdekat. “Tak berapa lama seusai kejadian, saya melaporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas Bahrul Hayat.

Red: Abdul Halim

Sumber: Kemenag

Jakarta (SI ONLINE), Monday, 19 September 2011 11:26 | Written by Jaka |

(nahimunkar.com)