Kaum mukminin layak gembira dengan azab yang Allah turunkan kepada musuh-musuh-Nya. Ini adalah kegembiraan yang tidak hanya wajar, tapi benar dan sejalan dengan ruh syariat (Qawaaidul Ahkaam: 2/397, Ìzz bin Àbdissalam).

Karena bisa dipastikan, azab Allah turun atas dasar keadilan. Sebab Allah mustahil berbuat zalim pada makhluk-Nya

Allāh berfirman yang artinya:

{وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ } [الروم: 4، 5]

“Dan di hari itu, bergembiralah orang-orang mukmin. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Qs. Ar-Ruum: 4-5)

Nestapa yang kini menimpa negeri Zionis Yahudi ini, adalah pelajaran bagi semua. Bahwa Allah pasti akan membalas mereka yang menentang dan menghinakan agama-Nya.

Allah pasti akan membalas mereka yang telah berbuat zalim dan aniaya terhadap orang-orang beriman..(Kutipan bagian akhir dari statusnya Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh DR. Abdurrahman as-Sudais:

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… (negara) “Israel” lautan api. Tel-Aviv meminta bantuan kepada Turki, Yunani, dan Italia. Kebakaran besar itu terjadi beberapa hari pasca pelarangan azan (di Masjidil Aqsha) dan penetapan denda 200 dollar atas setiap azan yang dikumandangkan pada setiap masjid (oleh negeri Zionis itu)…”

via Abu Ibrahim El Ameriki‘s status/NHawadaa Chan

(nahimunkar.com)