Ribuan jamaah kembali menunaikan shalat Jumat di dekat reruntuhan Masjid Al Ikhlas Medan./tribun medan

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Joserizal Jurnalis memberi dukungan kepada jamaah Masjid Al Ikhlas,Jalan Timor,untuk tetap berjuang hingga masjid itu berdiri kembali di tempat semula.

“Atas nama apa pun, tidak boleh ada penggusuran masjid,” kata Joserizal, salah satu aktivis kemanusiaan yang sempat disandera pasukan Israel di Kapal Mavi Marmara saat masuk ke perairan Gaza, Palestina.

Joserizal mengatakan, umat Islam di negara mayoritas muslim sering terusir dan dianiaya. Menurutnya,itu semua jangan dianggap sebagai kekalahan dan kelemahan umat, tapi bagian dari kristalisasi perjuangan umat menuju pemurniannya. Dia menyebutkan, setiap umat Islam membutuhkan ladang- ladang perjuangan untuk pemurnian keimanan dan ketakwaannya. Karena itu, di mana pun umat Islam yang tertindas dan terusir di situlah kesempatan untuk memperjuangkannya.

“Karena Allah SWT tidak membutuhkan perjuangan kita, tapi kita yang butuh untuk berjuang.Jangan pikir setelah syahadat, shalat, dan haji bisa langsung masuk surga.Tidak, kita masih butuh ladang-ladang perjuangan,” tegas Joserizal.

Namun dia mengingatkan perjuangan yang dimaksud harus mengedepankan kecerdasan. Cerdas dalam berjuang, cerdas dalam emosional, dan cerdas dalam berbuat. Karena prinsip dalam jihad bukan atas dasar emosi tapi untuk mencari ridha Allah SWT. Dia menyaksikan bagaimana kekuatan-kekuatan kecil bisa mengalahkan kekuatan besar di Palestina, seperti Hamas yang meraih kemenangan terhadap Israel hanya dalam beberapa hari.

Di Afganistan sendiri perjuangan masih terus berlanjut melawan pendudukan Amerika Serikat yang akhirnya membuat negara adidaya tersebut terbelit krisis ekonomi yang sangat dahsyat.

Editor: Yulis Sulistyawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tribunnews.com – Sabtu, 20 Agustus 2011 19:34 WIB

(nahimunkar.com)