Miliarder Prancis Bersumpah akan Bayar Semua Denda Larangan Cadar

Rabu, 14 Juli 2010, 13:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS–Perayaan Hari Bastille di Prancis mendapat kado istimewa: diberlakukannya larangan penuh atas pemakaian cadar. Pemakainya berhadapan dengan aturan: buka cadar atau bayar denda.

Namun, miliarder Muslim negara itu, Rachid Nekkaz, juga memberi “kado” yang tak kalah mengejutkan: ia meminta Muslimah bercadar untuk tak perlu goyah dengan aturan itu. Karena, “Berapa pun denda akibat pemakaian cadar, saya yang akan bayar!”

Pengembang properti 38 tahun ini mengaku sangat marah karena Prancis berlaku diskriminatif terhadap warganya yang memutuskan untuk bercadar. Menurut dia, denda 150 euro yang dikenakan bagi wanita bercadar terlalu mahal untuk mengoyak nilai sebuah harmoni.

Hari ini, Majelis Nasional yang beranggotakan Majelis Rendah dengan 335 suara menyetujui larangan tersebut. Jika senator Prancis dalam Majelis Tinggi meratifikasi proposal pada bulan September, maka akan menjadi hukum pada musim semi tahun 2011.

Nekkaz, bersama dengan mayoritas lima juta Muslim Perancis, sangat marah pada apa yang ia lihat sebagai penganiayaan terhadap agamanya. Di Prancis, terdapat sedikitnya 2.000 Muslimah yang mengenakan cadar.

Dia telah memulai kampanye untuk melawan hukum dan dia berjanji satu juta euro dari uangnya sendiri untuk membayar denda dari setiap Muslimah yang dihukum. Berbicara di luar Majelis Nasional, Nekkaz berkata, “Satu juta itu angka yang tak sedikit, tapi untuk melindungi kebebasan seseorang itu tidak banyak, dan saya berharap bahwa orang lain di negeri ini yang memegang konstitusi dan ingin melindungi kebebasan dasar kita akan bergabung dalam pertempuran hukum ini.”

Nekkaz, lahir di Prancis dan orang tuanya berdarah Aljazair. Demi memperjuangkan keyakinannya, ia mendirikan Hands off My Constitution, LSM yang bergerak untuk memperjuangkan pembatalan aturan itu. Sebagai “modal”, ia telah menjual propertinya hingga senilai 1 juta euro.

Di depan kamera wartawan, dia menulis cek pribadi untuk jumlah tujuh-angka sebelum menjelaskan akan terus berjuang agar gagasan Presiden Nicolas Sarkozy itu kembali masuk rak.

Red: Siwi Tri Puji.B

Sumber: The First Post

republika.co.id