MUI: Film “?” Berbau Relativisme dan Pemurtadan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempermasalahkan secara keras film “?” garapan sutradara Hanung Bramantyo. Sejumlah isu krusial di film itu, seperti pemurtadan, menjadi catatan MUI.

“Ada masalah-masalah krusial, seperti berbau relativisme dan lumrahnya pemurtadan. Itu menjadi dasar kami,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Kamis malam, 14 April 2011.

“MUI sudah secara tegas mengharamkan liberalisme, sekularisme dan pluralisme agama. Tapi di film ini malah mengagung-agungkan pluralisme. Itu sama saja menyekutukan Allah. Kalau di zaman nabi, yang disebut syirik itu karena Tuhannya berbeda. Tapi kalau pluralisme, semua agama, semua Tuhan itu sama. Jadi, film (“?” garapan sutradara Hanung Bramantyo) ini sama saja dengan menyebarkan paham syirik modern,” tuding Ketua MUI Pusat Bidang Budaya, KH A Cholil Ridwan di Jakarta, Rabu (13/4/2011) malam.

***

Inilah berita-beritanya:

Film “?” Terancam Diharamkan MUI

“Ada masalah-masalah krusial, seperti berbau relativisme dan lumrahnya pemurtadan.”

VIVAnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempermasalahkan secara keras film “?” garapan sutradara Hanung Bramantyo. Sejumlah isu krusial di film itu, seperti pemurtadan, menjadi catatan MUI.

“Ada masalah-masalah krusial, seperti berbau relativisme dan lumrahnya pemurtadan. Itu menjadi dasar kami,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungiVIVAnews.com di Jakarta, Kamis malam, 14 April 2011.

Apakah film “?” akan segera diharamkan MUI?

“Mau ke arah sana. Saat ini masih dalam peringatan keras dulu. Kami akan ke arah pencekalan atau memberikan pendapat akan film itu,” ujar Ma’ruf.

MUI, kata Ma’ruf, sudah bertemu dengan produser film “?” tersebut. Sejumlah kesepakatan juga sudah dirumuskan.

“Hasilnya akan diberi peringatan terhadap isi film itu,” jelas Ma’ruf. Namun, MUI belum bertemu dengan Hanung selaku sutradara.

Ma’ruf melanjutkan, MUI pun akan menindaklanjuti kemungkinan adanya dampak film tersebut kepada masyarakat, terutama Muslim. “Kami akan terus pantau perkembangan penayangan film tersebut.” (art)

Sumber: • VIVAnews, JUM’AT, 15 APRIL 2011, 05:32 WIB,Bayu Galih, Beno Junianto

Sebelumnya, ketua MUI bidang Budaya mengemukakan pendapatnya tentang film Hanung itu. Ini beritanya:

MUI: Film ‘?’ Sebarkan Paham Syirik Modern

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersikeras mengharamkan film “?” karena dianggap keluar dari akidah Islam. Menurut MUI, film garapan Hanung Bramantyo itu haram karena menyebarkan paham syirik modern.

“MUI sudah secara tegas mengharamkan liberalisme, sekularisme dan pluralisme agama. Tapi di film ini malah mengagung-agungkan pluralisme. Itu sama saja menyekutukan Allah. Kalau di zaman nabi, yang disebut syirik itu karena Tuhannya berbeda. Tapi kalau pluralisme, semua agama, semua Tuhan itu sama. Jadi, film ini sama saja dengan menyebarkan paham syirik modern,” tuding Ketua MUI Pusat Bidang Budaya, KH A Cholil Ridwan, saat ditemui di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (13/4/2011) malam.

Meski begitu, ulama yang pernah menuai kontroversi dengan mengharamkan hormat pada bendera ini tak mau memaksakan kehendak. Sebab menurutnya, Islam tidak pernah memaksakan kehendak.

“Kalau dari segi Islam itu bertentangan dengan akidah Islam. Tapi itu sebenarnya hak mereka. Karena Islam tidak pernah memaksakan. Tapi yang pasti kalau orang yang menganggap semua agama itu benar, maka dia sudah keluar dari Islam,” tegasnya.

Tema pluralisme yang dikedepankan film garapan suami Zaskia Adya Mecca itu dianggap sangat bertentangan dengan fatwa haram MUI tentang pluralisme.

“Yang diharamkan adalah paham pluralisme agama. Bahkan menganut paham itu haram. Bisa disebut murtad atau keluar dari agama. Sebab, pluralisme agama meyakini semua agama benar. Dan di dalam film ?, paham itu yang dipropagandakan. MUI sudah menfatwakan pluralisme itu haram, maka mereka jelas mengedarkan sesuatu yang haram,” urainya.

Kesimpulan haram didapatkan Cholil setelah menonton langsung film yang diperankan Revalina S Temat, Reza Rahardian dan Agus Kuncoro.(ang)

Sumber: Okezone, Kamis, 14 April 2011 – 11:12 wib, Elang Riki Yanuar –

(nahimunkar.com)