MUI: Film Suster Keramas Haram Ditonton!

MUI meminta agar film Suster Keramas berbau porno yang diproduksi Maxima Pictures ditarik dari peredaran.

“Film ini berbau porno. Dalam masalah pornografi dan pornoaksi, sikap MUI sudah sangat tegas dan jelas mengharamkannya, sesuai dengan fatwa MUI tahun 2000 tentang
pornografi dan pornoaksi. Film ini haram untuk ditonton. Film ini harus
ditarik dari peredaran,”

ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Aminudin Yakub, MA Selasa (5/1) pagi.

Aminudin khawatir jika film ini tetap diputar, ini dapat merusak akhlak umat Islam. Ia prihatin dengan keberadaan Maxima Pictures yang kerap memproduksi film porno. Yang terakhir Maxima memproduksi film berbau porno berjudul “Air Terjun Pengantin”.

MUI menilai, sikap Maxima yang tak mengambil pelajaran atas kasus sebelum ini seolah ingin menantang umat Islam.

Inilah beritanya:

MUI Pusat Minta Film Suster Keramas Ditarik dari Peredaran
Tuesday, 05 January 2010 14:04 Nasional

Meski film garapan Maxima Pictures yang berbau porno sudah tayang awal tahun ini, MUI tetap meminta menariknya dari peredaran

Hidayatullah.com–Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta Lembaga Sensor Film (LSF) untuk
menarik film Suster Keramas yang diproduksi Maxima Pictures dari
peredaran. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat
Aminudin Yakub, MA, Selasa (5/1) pagi.

“Film ini berbau porno.

Dalam masalah pornografi dan pornoaksi, sikap MUI sudah sangat tegas
dan jelas mengharamkannya, sesuai dengan fatwa MUI tahun 2000 tentang
pornografi dan pornoaksi. Film ini haram untuk ditonton. Film ini harus
ditarik dari peredaran,” ujar Aminudin kepada hidayatullah. com.

Sebelum
ini, MUI Samarinda dan MUI DI Yogyakarta sudah mengeluarkan seruan
larangan film yang dibintangi artis porno asal Jepang ini diputar di
wilayahnya.

Aminudin khawatir jika film ini tetap diputar, ini
dapat merusak akhlak umat Islam. Ia prihatin dengan keberadaan Maxima
Pictures yang kerap memproduksi film porno. Yang terakhir Maxima
memproduksi film berbau porno berjudul “Air Terjun Pengantin”.

MUI menilai, sikap Maxima yang tak mengambil pelajaran atas kasus sebelum ini seolah ingin menantang umat Islam.

“Maxima
sedang memancing dan menantang kemarahan umat Islam dengan film-film
porno mereka. Mereka (Maxima-red) sangat tidak menghormati norma dan
etika sosial,” jelas Aminudin.

Ia juga menilai pemerintah

terkesan lembek dalam memberantas media-media pornografi. Padahal
Indonesia merupakan negara terbesar berpenduduk Muslim. Ia mencontohkan
sikap yang ditunjukan pemerintah
China. Meski bukan negara Muslim, tapi
China menindak 50.000 warganya yang mengakses pornografi.

“Mengapa kita dengan penduduk Muslim terbesar di dunia malah membiarkan, bahkan memproduksi pornografi,” kata Aminudin.

Sebagaimana diketahui, film Suster Keramas telah diputar perdana di Jakarta, Hari
Jumat (1/1) kemarin. Film Suster Keramas merupakan produksi Maxima
Picture yang dibintangi aktris porno asal Jepang, Rin Sakuragi.

Salah satu adegan mempertontonkan saat Rin Sakuragi tampil tanpa busana sehelai pun. [syaf/www.hidayatul lah.com]

Source : http://www.hidayatu llah.com/