MUI: Full-body Scanner di Bandara Tak Sesuai Agama dan Langgar HAM

MUI menilai, penggunaaan alat pemindai tubuh (full-body scanner) dipasang di bandara di Indonesia, selain tidak sesuai aturan agama, juga melanggar hak asasi manusia. Maka MUI menolaknya.

Inilah beritanya:

MUI Tolak Alat Pemindai Tubuh ‘Telanjang’ di Bandara di Indonesia

Selasa, 23/02/2010 11:56 WIB

Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak penggunaaan alat pemindai tubuh (full-body scanner) dipasang di bandara di Indonesia. Selain tidak sesuai aturan agama, juga melanggar hak asasi manusia.

“Jangan dulu dipasang di Indonesia. Kita ini bukan negara paranoid atau negara takut. Yang kita takutkan justru alat itu melanggar hak  asasi dan bisa jadi mainan untuk menzalimi wanita,” jelas Ketua MUI Amidhan saat dihubungi detikcom, Selasa (23/2/2010).

MUI sepakat dengan ketidaksetujuan Paus Benedict XVI terhadap alat yang mampu ‘menelanjangi’ tubuh itu. “Itu melanggar hak asasi. Kalau yang kelihatan tulang itu tidak apa, tapi kalau yang tampak tubuh bisa jadi mainan,” terangnya.

MUI memberikan perkecualian dalam penggunaan alat itu dalam kondisi darurat, menyangkut keamanan dan ketertiban negara.

“Itu pun tentu yang memeriksanya wanita untuk wanita, dan pria dengan pria,” tambahnya.

Sedang untuk saat ini, Amidhan menilai bukan dalam kondisi darurat dan alat yang lain pun masih bisa digunakan. “Jadi pokoknya sepanjang tidak ada alat lain, artinya darurat,” tutupnya.

Alat pemindai modern ini telah ada di sejumlah bandara di Indonesia sejak tahun 2008. Scanner itu bermerek ProVision buatan pabrikan L3 Security & Detection System, Amerika Serikat. Dephub RI menjamin alat itu tidak akan memperlihatkan alat vital.

Di sejumlah negara, alat ini telah digunakan secara berkala pada calon penumpang yang mencurigakan. Saat ini alat tersebut diuji coba di sejumlah bandara di Kanada dan Perancis. Pemeriksaan akan difokuskan untuk para penumpang yang hendak ke Amerika Serikat (AS).

(ndr/nrl) http://www.detiknews.com/read/2010/02/23/115658/1304966/10/mui-tolak-alat-pemindai-tubuh-telanjang-di-bandara-di-indonesia

Pihak pemerintah belum memutuskan. Inilah beritanya:


Penggunaan Scanner ‘Telanjang’ di Bandara Indonesia Belum Diputuskan

Selasa, 23 Februari 2010 | 14:49 WIB

(Vibizdaily-Nasional)Pemerintah belum memutuskan penggunaan alat pemindai (full-body scanner) yang mampu menelanjangi tubuh di bandara-bandara. Pembahasan tentang prosedur pemakaian alat tersebut di bandara Indonesia belum selesai.

“Sampai saat ini di Indonesia masih dalam pembahasan karena memang full-body scanner itu mengarah pada privat dari seseorang yang diperiksa,” kata Humas Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di kantor Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/2/2010).

Pembahasan yang dilakukan sejak tahun 2008 itu memang baru dilakukan di internal Kemenhub. Belum ada rencana untuk mengajak organisasi kemasyarakatan seperti MUI dan lembaga lainnya dalam pembicaraan.

Menurut Bambang, alat kontroversial itu sebetulnya sudah dimiliki Indonesia sejak tahun 2008. Ada 3 bandara, yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Hang Nadim Batam, dan Bandara Soekarno-Hatta yang menyimpan alat produksi Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Tapi karena alat ini sangat kontroversial, dari segi sosialnya masih sangat ramai dibicarakan dan tenaga ahlinya juga belum memadai, jadi masih disimpan. Tapi kita tetap melakukan perawatan kok,” lanjutnya.

Jika nanti dipakai, lanjut Bambang, alat tersebut hanya digunakan untuk penumpang tertentu saja. Penumpang yang sejak awal dicurigai membawa barang terlarang atau penumpang yang tidak lolos X-ray akan dimasukkan ke dalam alat pemindai ‘telanjang’ tersebut.

“Tapi sekali lagi, kita mash menunggu tanggapan dari masyarakat. Kalau kondisi masyarakat sudah bisa menerima alat ini, dengan segera akan kita pakai,” tutupnya.

(ras/RAS/dtc)

http://vibizdaily.com/detail/Nasional/2010/02/23/penggunaan_scanner_telanjang_di_bandara_indonesia_belum_diputuskan