MUI Kepri Tolak Parade Bikini di Kawasan Wisata Lagoi

Tambah satu lagi ajang perusakan moral bangsa


mui-kepri-tolak-parade-bikini-di-kawasan-wisata-lagoi

Pantai Pangandaran, tempat pelacuran seluas 7 (tujuh) hektare di Jawa Barat yang direstui penguasa setempat dengan dalih pariwisata ini luluh lantak. Gempa bumi dan tsunami menghantam wilayah Jawa Barat telah meluluhlantakkan wilayah pantai Jawa Barat itu 17/07 2006. Sedikitnya 119 orang dinyatakan meninggal dunia, 84 hilang, dan 70 orang luka tersebar di lima kecamatan yakni Cimekar, Parigii, Pengandaran, Cijulang dan Sidomulis. Sedangkan kerusakan bangunan mencapai 500 rumah hancur. (Photo: Reuters)

***

Pekanbaru (SI ONLINE) – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepri akan menggelar acara Beach Party Fashion atau parade bikini di kawasan obyek wisata Lagoi. Namun, Majelis Ulama Indonesua (MUI) Kepri menentang acara tersebut.

Menurut Ketua MUI Kepri, Tengku Azhari pada Selasa (26/4/2011) di Pekanbaru mengungkakan, “kalau untuk menarik wisatawan asing datang ke Indonesia, bukan lantas kebudayaan Indonesia dan nilai agama bisa dilabrak begitu saja”

“Kita menentang acara tersebut jika memang melabrak sejumlah aturan agama. Menarik wisatawan asing bukan lantas menghalalkan segala cara. Kita akan menyurati pihak terkait yang akan menyelenggarakan hal itu,” kata Azhari.

Menurut Azhari, acara yang akan diselenggarakan event organizer Singapura itu, semestinya harus merujuk kepada aturan yang berlaku di Indonesia. “Apalagi dari segi agama, dengan tegas tidak memperbolehkan acara-acara demikian. Kalau mereka semuanya merupakan warga negara asing, semestinya mereka juga yang mengikuti aturan berlaku di negara kita, bukan malah sebaliknya,” kata Azhari.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepri, Akit Rahim tetap mendukung acara tersebut dengan alasan memperkenalkan secara luas ke dunia tentang obyek wisata Lagoi. Acara beach party yang diliput stasiun televisi internasional Fashion TV ini, merupakan kesempatan buat pemerintah daerah untuk memperkenalkan lebih luas tentang obyek wisata Lagoi.

“Saya rasa dari sudut pandang wisata, berpakaian bikini di pantai merupakan hal wajar-wajar, asalkan tidak telanjang bulat saja. Kalau dilihat dari sudut pandang agama, ya tentulah berbeda. Kita bicarakan dari segi wisata,” kata Akit.

Sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono pernah meresmikan proyek pembangunan tahap pertama kawasan wisata terpadu di Teluk Sebong, Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ini .

Acara itu dihadiri Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani.

Sejumlah menteri juga hadir, antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Pada acara tersebut, presiden memberikan nama Pesona Lagoi Bintan untuk kawasan wisata terpadu itu yang sebelumnya bernama Treasure Bay Bintan.

Dalam sambutannya, presiden meminta semua pihak untuk bekerja sama, sehingga pembangunan kawasan itu bisa tuntas. Ia berharap, kawasan itu bisa menjadi seperti Singapura, atau bahkan lebih baik.”Mari kita bangun kawasan ini menjadi kawasan ekonomi terpadu,” kata presiden.

Presiden juga meminta pemerintah daerah lebih meningkatkan tempat wisata di Bintan dengan membangun berbagai fasilitas yang mempermudah wisatawanasing datang berkunjung ke daerah ini.

Pesona Lagoi Bintan tahap pertama dibangun di atas lahan seluas 338 hektare, diperkirakan akan menelan investasi Rp31 triliun.

Kawasan terpadu itu dikerjakan oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari sejumlah perusahaan, salah satunya Landmarks Berhad, sebuah perusahaan gaya hidup yang berbasis di Malaysia.

Tentang pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Eklusif (KWTE) Pesona Lagoi Bintan merupakan obyek wisata eklusif secara terpadu dengan invetasi Rp 20 triliun. Kawasan itu memiliki sejumlah fasilitas, antara lain terminal feri internasional, terminal marina, terminal pesawat terbang laut tempat kunjungan kapal pesiar, dan pelayanan imigrasi terpadu.

Di samping itu, tersedia juga sarana wisata air, pusat perbelanjaan, hotel, taman hiburan, dan vila. Pengembang juga akan membangun permukiman, apartemen, ruang pertemuan, universitas, dan rumah sakit.

Red: Jaka

Sumber: Antara/Detik

http://suara-islam.com, Tuesday, 26 April 2011 17:21 | Written by Jaka

Sementara itu acara pamer aurat yang sangat diharamkan dalam Islam itu masih mengkhawatirkan. Karena ada pihak yang tampaknya ngotot untuk tetap diselenggarakan, sementara Menbudpar mengaku belum tahu. Hal-hal yang merusak moral bangsa seperti ini anehnya ada yang ngotot untuk menyelenggarakan, dan ada pihak yang pura-pura tidak tahu padahal jadi urusannya.

Inilah beritanya:

Menbudpar Belum Tahu Ada ‘Pesta Bikini’ di Lagoi

Jakarta – Kawasan wisata Lagoi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan dijadikan ajang Beach Party Fashion (BPF) dari Fashion TV. Acara ini menuai kontroversi karena dikabarkan ada parade bikini. Bagaimana reaksi Menbudpar Jero Wacik?

“Saya belum tahu,” kata Jero singkat kepada detikcom, Rabu (27/4/2011).

Jero mengaku belum mendapat laporan dari anak buahnya tentang acara ini. Termasuk kabar akan digelarnya pesta bikini.

“Saya belum tahu, apa pun jawaban saya takutnya salah,” lanjutnya.

Rencana pagelaran BPF ini sebelumnya diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/3/2011). Menurutnya, acara tersebut merupakan agenda Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepri, selaku tuan rumah dan diselenggarakan oleh stasiun televisi internasional yakni Fashion TV.

Adanya tudingan miring dari masyarakat karena bakal adanya ajang pamer bikini, menurut Guntur pihaknya belum mengetahui secara pasti hal itu. Namun demikian, jika memang ada acara berpakaian bikini, hal itu tidak menjadi masalah. Acara tersebut digelar di tempat khusus dan bukan di tempat umum.

Ketua MUI Kepri, Tengku Azhari, memprotes kegiatan ini. Menurut dia, untuk menarik wisatawan asing datang ke Indonesia, bukan lantas kebudayaan Indonesia dan nilai agama bisa dilabrak begitu saja.

“Kita menentang acara tersebut jika memang melabrak sejumlah aturan agama. Menarik wisatawan asing bukan lantas menghalalkan segala cara. Kita akan menyurati pihak terkait yang akan menyelenggarakan hal itu,” kata Azhari.

(mad/lia)
sumber: Rachmadin Ismail – detikNews, Rabu, 27/04/2011 07:50 WIB

(nahimunkar.com)