MUI: Para Pelaku Video Porno Harus Dihukum Berat

n Tersangka Bisa Dijerat Pasal-pasal Berlapis UU Anti Pornografi, UU ITE, dan KUHP

Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin mengemukakan, hukuman berat harus diberikan kepada para pelaku video porno karena tindakan asusila tersebut telah merusak moral dan meresahkan masyakarakat. Bahkan, tegas dia, perbuatan tidak senonoh itu dengan jelas mempermalukan dan menjatuhkan martabat bangsa Indonesia di hadapan dunia internasional.

Pelaku video porno yang sudah jadi tersangka, Ariel, akan dijerat dengan pasal-pasal berlapis dari Undang-undang Anti Pornografi, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Inilah beritanya:


MUI: Pelaku Video Mesum Harus Dihukum Berlipat

Selasa, 22 Juni 2010, 16:24 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Para pelaku video esek-esek harus dihukum berat agar memberikan efek jera dan pelajaran bagi masyarakat. Bahkan bila diperlukan hukuman yang diberikan dilipatgandakan.

Masa hanya dihukum ringan,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin, saat dihubungi Republika di Jakarta, Selasa (22/6).

Ma’ruf memaparkan, hukuman berat harus diberikan kepada pelaku karena tindakan asusila tersebut telah merusak moral dan meresahkan masyakarakat. Bahkan, tegas dia, perbuatan tidak senonoh itu dengan jelas mempermalukan dan menjatuhkan martabat bangsa Indonesia di hadapan dunia internasional.

Menurut Ma’ruf, dunia sudah dihebohkan perilaku amoral yang dipertunjukkan oleh artis sebagai figur yang dielu-elukan. Dampak dan pengaruh negatif akibat peredaran video porno tersebut sangat luas sehingga hukuman dan sanksi mesti yang dijatuhkan pun lazim diperberat. ”Bangsa dipermalukan maka harus dihukum secara berlapis,” desaknya.

Red: Budi Raharjo

Rep: Nashih Nashrullah

Sumber: republika.co.id

Berita tentang Pasal-pasal yang akan dijeratkan kepada tersangka sebagai berikut:


Inilah Pasal-pasal yang Menjerat Ariel

Selasa, 22 Juni 2010, 13:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Tersangka kasus video porno, Nazriel Ilham alias Ariel dijerat dengan banyak pasal. Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Marwoto Soeto, Ariel bisa dijerat pasal dari Undang-undang Anti Pornografi, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta KUHP.

“Untuk memproduksi, dia bisa dikenai pasal 29 Undang-undang (Anti) Pornografi. Kalau terbukti menyebarkan atau memperlihatkan pada kawan dekatnya, ia bisa dijerat Pasal 27 Undang-undang ITE kalau tidak salah. Terkait sengaja tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan,” ujar Marwoto saat dihubungi, Selasa (22/6).

Selain itu, menurut Marwoto, Ariel juga bisa dikenai pasal 282 KUHP. Pengenaan pasal tersebut terkait meyiarkan atau mempertunjukkan tindakan asusila.

Pasal 29 UU Anti Pornografi, mengatur bahwa pihak yang membuat, menyiarkan atau memperbanyak barang-barang pornografi bisa dikenai hukuman maksimal 12 tahun dengan denda mencapai Rp 6 miliar.

Pasal 27 UU ITE, mengatur bahwa siapa saja yang mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan dapat dikenai penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Sementara itu, pasal 282 KUHP mengganjar mereka yang menyiarkan dan mempertunjukkan tindakan asusila dengan pidana penjara maksimal satu tahun enam bulan.

Kendati demikian, Marwoto menegaskan bahwa kepolisian masih merekonstruksi pasal-pasal yang akan dikenakan pada Ariel. “Kita selidiki juga apakah video tersebut untuk kepentingan ekonomi atau pribadi. Yang jelas sekarang ia (Ariel) memproduksi.

Mengenai kedua artis yang juga diduga pemeran video, Luna Maya dan Cut Tari, kata Marwoto, mereka juga bisa dijerat pidana. “Terutama Cut Tari kalau suaminya melaporkan,” sambung Marwoto.

Saat ini, kedua artis tersebut masih berstatus sebagai saksi. Cut Tari yang semestinya menjalani pemeriksaan hari ini tak hadir di Mabes Polri.

Marwoto mengindikasikan bahwa pemeran pemeran video tersebut benar mereka. Begitupun, ia buru-buru menambahkan kalau keterangan terkait hal tersebut adalah kewenangan penyidik.

Sebelumnya, Ariel menyerahkan diri ke Mabes Polri Selasa (22/6) dinihari tadi ke Mabes Polri. Hal ini ia lakukan menyusul penetapan tersangka terhadapnya. Sementara, Ariel akan diinapkan selama satu kali 24 jam di Bareskrim Mabes Polri. Penahanan lebih lanjut baru akan diputuskan selepas itu.

Red: Ririn Sjafriani

Rep: Fitriyan Zamzami

Sumber; republika.co.id