Jakarta— Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepolisian tidak perlu mengarang cerita terkait ledakan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Permintaan itu diungkapkan Ketua MUI KH Amidhan menanggapi adanya ketegangan pasca ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di Ponpes tersebut.

“Polisi tidak perlu ngarang-ngarang info, harus menyelidiki dulu,” kata Amidhan kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Ketegangan yang terjadi antara polisi dengan warga Bima, pasca ledakan di Ponpes Umar bin Khattab harus segera diakhiri. Caranya polisi harus melakukan langkah persuasif, demikian lanjut KH Amidhan.

“Polisi lakukan persuasif, jangan langsung merangsek masuk,” tuturnya.

Langkah itu menurut dia bisa menjadi alternatif mengurangi jumlah korban.

“Bukan tidak mungkin kalau tidak ada langkah ini (persuasif), korban malah akan bertambah,” jelasnya.

Red: Jaka
Sumber: Pelita

(SI ONLINE) Wednesday, 13 July 2011 14:13 Written by Jaka