WARTA KOTA, MENTENG – Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi menilai, hal yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beserta tim penasihat hukumnya di persidangan, tidak patut.

Meski Ahok sudah melayangkan permintaan maaf melalui surat dan video, MUI merasa bahwa hal itu belum dilakukan dengan cara yang terhormat.

“Permohonan maaf ya harus bertemu langsung Pak Kiai (Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin),” kata Masduki di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Kejadian itu, menurutnya, bisa berpotensi memecah belah kerukunan negara dan antar-umat beragama, yang sudah dibangun selama puluhan tahun.

“Jangan sampai karena satu orang Pak Ahok, jadi masalah bangsa ini. Susah payah menjahit kemajemukan, jangan sampai dirusak satu orang yang hanya ingin (menjadi) Gubernur DKI Jakarta,” ucapnya.

Sebelumnya, saat lanjutan persidangan perkara dugaan penistaan agama, kemarin, tim penasihat hukum Ahok melayangkan sejumlah pertanyaan kepada Ma’ruf Amin yang dihadirkan sebagai saksi, terkait komunikasi Ma’ruf dengan SBY pada 7 Oktober 2016.

Kubu Ahok juga memberikan transkrip rekaman kepada majelis hakim yang diketuai oleh Dwiarso Budi Santiarto. (*)

Sumber: wartakota.tribunnews.com

(nahimunkar.com)