الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

MUI Tulungagung Ancam Gelari Bupati Bapak Minuman Keras

Rencana Pemkab dan DPRD Tulungagung untuk mengesahkan Perda minuman beralkohol terang-terangan ditolak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung. Bahkan MUI akan memberi gelar bupati Tulungagung Heru Tjahjono sebagai bapak miras (minuman keras), jika ngotot mengesahkan Perda tersebut. Perda tersebut nantinya berisi tentang izin penjualan, lokasi minum dan penggolongan minuman beralkohol.

Beritanya sebagai berikut:

Inilah Bapak Minuman Keras di Indonesia

INILAH.COM, Tulungagung – Rencana Pemkab dan DPRD Tulungagung untuk mengesahkan Perda minuman beralkohol menemui kendala. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, terang-terangan menolak Perda tersebut.

Bahkan MUI akan memberi gelar bupati Tulungagung Heru Tjahjono sebagai bapak miras (minuman keras), jika ngotot mengesahkan Perda tersebut. Perda tersebut nantinya berisi tentang izin penjualan, lokasi minum dan penggolongan minuman beralkohol.

Namun, menurut Ketua MUI Tulungagung Hadi Muhammad Mahfudz pengesahan Perda tersebut berarti melegalkan minuman beralkohol. Meskipun tujuannya mengatur, namun adanya perizinan akan mendorong tumbuhnya warung yang dengan terang-terangan menjual miras.

Apalagi izin untuk menjual miras sangat murah, hanya 1,4 juta rupiah per tahun. Hal itu dinilai akan mendorong banyak pihak mengajukan izin penjualan miras, sebab menguntungkan secara ekonomi.

“Masa jualan miras izinnya lebih murah dari pada jualan es dawet,” sindir Gus Hadi, panggilan akrabnya.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, Mlaten, Kecamatan Kalangbret, Tulungagung ini kecewa dengan kebijakan Bupati Tulungagung. Sebab, Bupati lebih suka menjadikan Kabupaten Tulungagung sebagai kota pariwisata daripada membina usaha usaha kecil dan menengah.

Tak heran jika kemudian muncul kafe dan tempat hiburan yang begitu menjamur di Tulungagung. Akibat banyaknya lokasi hiburan, maka peredaran minuman keras pun kian marak.

Gus Hadi pun mengaku siap untuk membuat gerakan massa, guna menggagalkan Perda minuman beralkohol. Setidaknya, seluruh pondok pesantren yang ada di Tulungagung, kini sudah menyatukan barisan menolak perda tersebut.

“Kalau berani mengesahkan, Bupati akan kami wisuda sebagai bapak miras Tulungagung,” janjinya, saat ditemui di pondok pesantrennya, Kamis (19/8). [beritajatim.com/bar/mah]

Sumber: inilah.com, 19/08/2010 – 21:18

Khamr atau miras itu induk keburukan

Ancaman MUI itu wajar bahkan harus, karena khamr atau miras adalah induk keburukan.

Dalam hadits ditegaskn, khamr itu ummul khobaaits (induk keburukan).

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 3344).

Allah Ta’ala telah melarang keras khamr dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ ﴿٩١﴾

090. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.091. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al-Maaidah: 90, 91).

Secara terinci, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dilaknatnya orang-orang yang berkaitan dengan khamr:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَ إِلَيْهِ ». زَادَ جَعْفَرٌ فِى رِوَايَتِهِ :« وَآكِلَ ثَمَنِهَا ». حديث ابن عمر : أخرجه أبو داود (3/326 ، رقم 3674) ، والحاكم (4/160 ، رقم 7228) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقى (6/12 ، رقم 10828) .

Dari Ibnu Umar, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah melaknat khamr (minuman keras) , peminumnya, penuangnya (pengedarnya), penjualnya, pembelinya, pemerasnya (pemroses membuatnya), orang yang minta diperaskannya (minta dibuatkannya), pembawanya, dan orang yang dibawakan kepadanya.” Ja’far dalam riwayatnya menambahkan: “dan pemakan harganya.” (Hadits Ibnu Umar dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 3674 –dishahihkan oleh Al-Albani–, Al-Hakim no. 7228, ia berkata sanadnya shahih, dan Al-Baihaqi no. 10828, lafal ini bagi Al-Baihaqi).

(nahimunkar.com)