Munas MUI Akan Bahas Tato, Vaksin Miningitis, Hipnotis, dan Pengubahan Alat Kelamin

Musyawarah Nasional MUI ke VIII pada 25 Juli 2010 akan membahas masalah tato, vaksin miningitis, hipnotis, dan orang yang terlahir sebagai perempuan tapi memiliki alat kelamin laki-laki apakah statusnya harus berubah.

Dibahas pula tentang pembuktian terbalik yang merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan dalam kasus dugaan penggelapan uang atau korupsi. Kasus korupsi dan kasus suap pejabat masih banyak mewarnai pemberitaan media massa.

“Kami akan rumuskan pembuktian terbalik dalam pandangan syariat Islam seperti apa?” kata Ichwan usai bertemu Wakil Presiden, Kamis (1/7).

Inilah beritanya:

Pembuktian Terbalik dan Hipnotis Akan Dibahas di Munas MUI

KAMIS, 01 JULI 2010 | 12:14 WIB

Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Syam mengatakan lembaganya akan membahas fatwa pembuktian terbalik. Persoalan ini, kata dia, akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam Musyawarah Nasional MUI ke VIII pada 25 Juli 2010. “Kami akan rumuskan pembuktian terbalik dalam pandangan syariat Islam seperti apa?” kata Ichwan usai bertemu Wakil Presiden, Kamis (1/7).

Pembuktian terbalik merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan dalam kasus dugaan penggelapan uang atau korupsi. Kasus korupsi dan kasus suap pejabat masih banyak mewarnai pemberitaan media massa.

Ichwan menuturkan materi fatwa yang akan dibahas itu merupakan laporan dari masyarakat bukan pilihan dari MUI. “Itu pertanyaan masyarakat melalui surat maupun yang datang ke MUI,” ujarnya.

Selain soal pembuktian terbaik, Munas MUI nanti juga akan membahas masalah tato, vaksin miningitis, hipnotis, dan orang yang terlahir sebagai perempuan tapi memiliki alat kelamin laki-laki apakah statusnya harus berubah.

Musyawarah Nasional yang akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengusung tema memantapkan Islam dalam perbaikan akhlak bangsa.

Munas kali ini juga akan dirangkaikan dengan Halal Bisnis Food Expo yang akan dimulai 23 Juli. Acara ini juga akan menampilan pameran makanan halal dan pagelaran seni dan budaya muslim Cina. Pagelaran ini, akan menghadirkan 73 rombongan yang akan menampilkan tari-tarian dan kesenian muslim tiongkok. “Diharapkan nantinya bisa meningkatkan hubungan tradisional muslim Cina-Indonesia,” ujarnya. Dalam acara ini nantinya akan ditandatangi deklarasi hubungan Cina-Indonesia 65 tahun.

Wakil Ketua Steering Comitte Munas dan Halal Bisnis Food Expo Amidan mengatakan acara ini akan dihadiri 400 peserta dalam negeri dan 16 negara yang akan berkontibusi dalam produk jaminan halal. Dia mengaku sejumlah negara seperti Amerika, Eropa dan Australia sudah menerapkan standarisasi halal ini akan menjadi gambaran. Indonesia, kata dia, sudah meluluskan 2.800 sertifikasi produk yang meliputi makanan, minuman, obat kosmetik dan bahan pendukung.

Selain itu, kata dia, juga akan ada pameran keramik, kaligrafi dan peralatan Cina. “Sudah ada 1 ton keramik yang dikirim melalui jalur udara,” ujarnya.

EKO ARI WIBOWO

Sumber: tempointeraktif.com

(nahimunkar.com)