Berita Islam 24H – Ribuan umat Muslim Solo yang hadir dalam gerakan subuh berjamaah, Senin (12/12), menyepakati tiga poin yang akan diwujudkan dalam 3 aksi nyata. Panitia Gerakan Subuh Berjamaah yang juga Divisi Ekonomi DSKS, Nurhadi menjelaskan, kesepakatan tersebut langsung dilakukan mulai hari ini.

Pertama, mereka sepakat mengistiqomahkan subuh berjamaah di Masjid. Kedua, sepakat memboikot sebuah stasiun televisi nasional dan sebuah surat kabar nasional yang dinilai kerap menyudutkan dan memberikan berita negatif tentang umat Muslim. Ketiga sepakat untuk tidak membeli dan mengkonsumsi barang belanjaan dari pasar modern atau swalayan.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendorong para pelaku usaha kecil terutama di pasar tradisional untuk bangkit. “Kita selama ini kurang perhatian pada saudara kita, pelaku usaha ekonomi menengah ke bawah, mereka yang mati usahanya karena kita tinggalkan, sebaliknya kita menghidupkan toko modern yang ekonominya menjajah kita, mereka (pengusaha pasar modern) mempunyai jaringan, tidak mengenal batasan dan punya misi untuk menguasai Indonesia,” tambahnya.

“Kemandirian kita selama ini terasa tergantung, maka kita harus mandiri, membentuk diri dengan shalat jamaah. Kita juga harus mandiri informasi, lalu mandiri pangan, bagaimana semua cyrcle ini ada di tangan umat Islam,” kata Nurhadi menambahkan.

Hari ini, Senin (12/12) pagi, Muslim se-Solo memadati Masjid MUI Semanggi Kota Surakarta. Jamaah pria memenuhi bagian dalam masjid. Nyaris tak ada celah kosong, tiap shaf terisi. Bahkan beberapa jamaah memilih tempat di lantai dua dalam masjid.

Sementara jamaah perempuan berderet rapi di teras belakang Masjid. “Seperti awal shalat tarawih, ya banyaknya segini,” kata seorang penjaga parkir Masjid yang enggan disebut namanya.

Ribuan umat Muslim Solo sebetulnya telah memenuhi Masjid yang terletak tak jauh dari pasar Klitikan itu sejak Ahad (11/12), malam. Jamaah begitu antusias mengikuti kajian keislaman yang digelar oleh Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) bersama MUI Kota Solo sebagai pembuka dari rangkaian Gerakan Subuh Berjamaah 1212. [rci]

http://www.beritaislam24h.net/

***

Umat Islam Solo Antusias Ikuti Gerakan Shubuh Berjamaah Nasional 1212

SOLO,(Panjimas.com) – Umat Islam Soloraya sambut seruan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) untuk melaksanakan Gerakan Shubuh Berjamaah Nasional (GSBN) 1212. Pasca Aksi Bela Islam III, umat Islam semakin kuat ukhuwah Islamiyahnya, bersiap melaksanakan arahan para Ulama untuk revolusi damai.

Dari pantauan Panjimas, GSBN 1212 di masjid Jami MUI, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo sejak Ahad (11/12) malam sudah diisi tausiyah tokoh ulama Solo. Bertindak sebagai pembicara yakni Ustadz Syihabuddin Al Hafidz, Direktur PP Isy Karima, Ustadz Abdullah Manaf Amin, Dosen Mahad Aly An nur, Ustadz Dr. Muinudinillah Basri,MA, Ketua DSKS.

Ustadz Muin, dalam tausiyahnya meminta umat Islam untuk memulai gerakan memboikot produk dan media yang tidak menguntungkan umat Islam bahkan selalu menyudutkan umat Islam. Kembali membangkitkan ekonomi umat dengan memanfaatkan pelaku usaha milik umat Islam.

“Kita selama ini kurang perhatian dengan saudara-saudara kita, mereka yang mati usahanya karena kita tinggalkan, tidak mau membeli dari mereka. Sebaliknya justru kita menghidupkan toko modern yang menjajah kita” kata ustadz Muin.

Sementara  di Masjid Nurul Iman, Kalitan, Laweyan, Solo kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah diisi oleh Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jateng, Ustadz Aris Munandar Al Fatah menyampaikan tema Memelihara Ruh 212.

“Dengan menjaga persatuan umat Islam, kita harus mau dipimpin Ulama. Maka yang harus dilakukan selalu menjaga sholat berjamaah dan berusaha sholat malam. Yang tak kalah pentinh selalu berinteraksi dengan Al Quran” pesan ustadz Aris. [SY]

http://www.panjimas.com

(nahimunkar.com)