NII, Qiyas Batil, dan Menghalalkan Aneka Cara

(3 dari 3 Tulisan)

 

 

 

Selain ada keterlibatan dengan parpol, Panji Gumilang bahkan mewajibkan jamaahnya untuk menyukseskan pemilu 2009. Melalui sebuah tulisan yang dipublikasikan di http://nii-alzaytun.blogspot.com/2008/12/nii-kw9-murtad.html tanggal 10 Desember 2008, di bawah judul NII KW9 Murtad, NII KW9 Jadi Kafir! yang mengungkapkan sikap oportunistis Panji Gumilang dan cenderung memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tidak ada ketulusan. Selengkapnya sebagai berikut:

 

NII KW9 Murtad

NII KW9 JADI KAFIR!!!

 

Sebuah fenomena yang amat menyedihkan, melihat sekian banyak anak bangsa semakin dibodohi dan diperbudak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab. Sebuah proyek penyesatan, baik dalam hal kesesatan penafsiran Al-Qur’an maupun keilmiahan yang mengakibatkan pembodohan di kalangan aktifis NII KW9. Mereka memanfaatkan orang yang memiliki semangat perjuangan menegakkan syariat Islam. Hingga kemasannya pun dapat mengelabui, para aktifisnya tak merasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan, bahkan menganggap apa yang dilakukan adalah bagian dari ibadah dan perjuangan penegakan syari’at Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

 

Premis umum di kalangan NII KW9 yang terdoktrin lewat Mabadi Tsalasah yaitu di luar kelompoknya adalah kafir. Tidak bernegara Islam, kafir. Berpartai berarti kafir dan demokrasi adalah produk kafirin. Pokoknya yang ada urusan dengan Republik Indonesia dan segala sistem yang mendukungnya di luar NII KW9 adalah kafir.

 

Konon katanya, Visi dan misi NII KW9 adalah memberantas kekafiran (tanpa jadi kafir ya) dan menggantikan sistem di Negara ini jadi Negara Islam. Proses akhir itu, Futuh dalam bahasa mereka, di program selama 15 tahun. Dan tahun depan, 2009, program tersebut sudah mencapai deadline dan harus mencapai hasil.

 

Semakin mendekati angka keramat itu, semakin pusing juga para pimpinan NII KW9 mengambil langkah. Pasalnya, perangkat untuk mencapai futuh belum ada. Logistik, infiltrasi personil ke pemerintahan, senjata untuk kudeta, umat yang militan atau “penaklukan” militer hanya awang-awang belaka. Boro-boro memiliki itu semua, mempertahankan para jamaahnya saja keteteran. Lalu, pertanyaan besarnya kini adalah, bagaimana caranya futuh?

 

Inilah hebatnya Panji Gumilang. Otaknya berputar seperti gansing, kadang miring ke kiri, kadang miring ke kanan. Kali ini, miringnya tidak tanggung-tanggung, menjadi tim sukses pemilu legislatif dan eksekutif untuk partai Republikan. Dikutip dari hasil Ijtima Wilayah NII KW9 pada awal bulan Dzulhijah 1429 H, sekitar seminggu lalu, Syaikh menyatakan, “hai orang-orang yang beriman responlah ajakan ALLAH dan Rasul yang hari ini dirindukan masyarakat Indonesia. Kita diharapkan mensukseskan hajat Indonesia ini (pemilu). Ini bukan sukarela, tapi kewajiban. Kalau tidak dijalankan ada sanksi. Jihad hari ini kita memasuki dinamika politik sesuai konstitusi, mengutip surat 48/27. Kebetulan kita lagi cari kendaraan, sekarang ada yang menawarkan kendaraan itu secara gratis, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Yang penting bagi kita bukan kendaraannya, tapi sampai ke tujuan (proklamasi NII). Kita sekarang ibarat sang bayi, kalau sudah waktunya lahir maka pasti akan lahir juga. Yang tidak sesuai dengan konstitusi saja, kita mampu memobilisasi musyahadutul hijrah, apalagi yang legal. Kalau kita mau, pasti sangat mudah. Allah kuasa menyusun tulang-tulang yang berserakan (2/259). Makanya ini tugas berat territorial dan ini mutlak harus berhasil. Lihat perang Badar yang menang walau Umat Islam hanya sedikit (3:103).”

 

Pernyataan sang Syaikh, lucunya, direspon bak perintah nabi dan rasul beneran oleh jamaahnya. Kontan, sekarang sudah dibentuk tim sukses di lima wilayah daerah pemilihan. Bukan itu saja, mereka juga sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi caleg serta menyiapkan kantor dengan semuanya dibiayai atas dana umat. Weleh… weleh, ini berjuang gaya Islam atau solusi dalam kondisi kepepet. Kalau kita kembalikan ke doktrin mereka, sebenarnya yang kafir siapa ya?

 

Terakhir Syaikh menutup pidatonya, “Dukung Caleg jalan, Hujumah Tafsiriah jalan, Maliyah jalan, Bersepeda jalan, jadi kita harus pintar membagi waktu. Hujumah Tafsiriyah harus sampai pada angka Tertinggi. Kita harus bisa jadi Manager maupun sebagai Katalisator. Pandai-pandai dalam menghadapi masalah yang menimpa kita karena perjuangan kita sudah hampir menuju kemenangan, FUTUH NII DAN RI SEGERA HANCUR.”

 

Subhanallah, sudah miring nyeleneh pula. Mengaku iman tapi kelakuannya seperti kafirin. Mengaku berjuang tapi di bawah bendera demokrasi yang dianggap kafir oleh mereka sendiri. Dimana letak perjuangan sebenarnya: Di hati atau di kantong? Dimana letak iman dalam diri mereka: Di qalbu atau saku?

 

Diposkan oleh Aji Cemerlang di 6:32

 

Beberapa pekan kemudian, di situs yang sama dipublikasikan tulisan berjudul Calon Legislatif Partai Republikan Dari NII KW9 tanggal 23 Desember 2008. Juga dipublikasikan beberapa nama caleg asal NII. Selengkapnya sebagai berikut:

 

PARTAI NII

CALON LEGISLATIF PARTAI REPUBLIKAN DARI NII KW9

 

Tahun 2009 menjadi waktu penting bagi pertarungan antar parpol demi menikmati segelintir kekuasaan di kursi-kursi jabatan Republik ini. Tahun 2009, juga menjadi tonggak sejarah, menurut program Abu Toto, dengan tergulingnya Republik Pancasila ini menjadi Negara Islam Indonesia. Walau terkesan mustahil, tapi paling tidak itu diyakini betul oleh para pengikut KW9 sebagai langkah akhir perjuangan yang teramat melelahkan.

 

Usut punya usut, futuh KW9 tidak datang dengan revolusi bersenjata layaknya Taliban maupun revolusi sosial seperti di Filiphina ketika rakyat menggulingkan Marcos. Para penggelora jihad salah kaprah ini manut saja pada pimpinannya mau dibawa kemana. Menjelang 2009, selama perjuangan terprogram 15 tahun, belum pernah ada gambaran real bagaimana merebut kekuasaan Negara ini, kecuali membanggakan Ma’had Al Zaytun yang nantinya jadi ibukota Negara. Namun kini, ujug-ujug, persiapan futuh merebak seantero markas-markas NII. Perintah Imam menyatakan bahwa caranya futuh adalah melalui partai.

 

Entah darimana asalnya wangsit futuh lewat partai itu muncul. Mungkin kalau partai besar yang mengusung mereka, masih ada peluang lah, itu pun harus bertarung dulu dengan partai besar lainnya. Herannya, yang mereka usung adalah partai gurem, Partai Republikan. Waduh mas, gimana cara futuhnya? Wong yang menguasai legislatif aja ndak bisa merubah dasar negeri ini, apalagi yang ndak ada suaranya. Tapi biarlah, mungkin ini juga cara ALLAH untuk membuka mata dan mata hati mereka bahwa mereka tidak tau apa-apa tentang politik negeri ini serta siapa yang mereka lawan.

 

Hasil syuro pusat di Ma’had Al Zaytun yang disampaikan pada syuro wilayah di awal Dzulhijjah 1429H atau awal Desember 2008, menetapkan lima calon legislatif yang harus didukung oleh segenap jamaah KW9. Termasuk penetapan tim sukses yang akan bergerilya di setiap struktur teritorial. Mereka adalah:

 

1. H. Imam Prawoto, Dapil Banten I (Kabupaten dan Kodya Tanggerang), anak Panji Gumilang.

2. Muhammad Sholeh Aceng, SH, Dapil Banten III (Pandeglang dan Lebak).

3. Drs. Miftah, Dapil Jawa Barat III (Kodya Bogor dan Cianjur), keponakan Panji Gumilang.

4. Dr. Dani Kadarisman, Dapil Jabar X (Kuningan, Banjar dan Ciamis),.

5. Ir. Suripto, Dapil Jatim X (Gresik Lamongan).

 

Melihat aksi ini seharusnya menyadarkan masyarakat umum, maupun masyarakat NII KW9, betapa perjuangan menegakkan Negara Islam di bawah Panji Gumilang hanya slogan tanpa arti yang kemudian berakhir pada tempat pemungutan suara. Lebih buruk lagi mereka bukan berdiri di atas kaki sendiri, tapi hanya mendompleng kendaraan orang lain. Layaknya orang mendompleng, hanya numpang dan bukan pemilik kendaraan. Tentu sang supir lah yang akan menentukan tujuan. Dan Partai Republikan bukanlah sarana yang mampu membawa perjuangan Negara Islam pada titik akhir.

 

Seperti air, keputusan Panji Gumilang selalu mengalir dan tidak pernah teguh seperti karang yang tahan benturan badai dan ombak. Apa dan Siapa yang menguntungkan, itu yang dituju terlepas dari norma dan nilai yang dia cetuskan sendiri. Bukti lima caleg di atas tersebut diperkuat dengan pencalonan anak perempuannya sebagai calon legislatif dapil Indramayu dari Partai GOLKAR. Tawaran Golkar yang seharusnya diambil oleh anak Bupati Indramayu ini lalu digelontorkan kepada Panji Gumilang, mengingat suara Al Zaytun masih signifikan untuk pemilihan putaran Bupati selanjutnya.

 

Bicara politik praktis seperti itu memang sah-sah saja dalam era demokrasi seperti sekarang. Tapi bagi mujahid yang mengangkat tinggi tangannya dengan takbir untuk menegakkan Negara Islam yang mulia, hal ini sudah kelewat batas. Kelewat batas aqidah, lewat batas normatif gerakan dan kelewat batasan Qanun Azasy itu sendiri.

 

Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan? Yang jelas, umatnya menjadi korban, lagi, lagi dan lagi. Sedangkan yang diuntungkan dari ini semua adalah Panji Gumilang sekeluarga dan para politisi Republik yang mereka anggap kafir. Lalu apakah tafsir Qur’an yang menyatakan pada kafir, fasik dan dzalim bagi orang-orang yang tidak melakukan hukum Islam hanya berlaku untuk orang RI saja? Lalu apa yang berlaku untuk warga NII KW9? Mereka mengaku bernegara Islam, berhukum Islam dan berumat Islam namun ikut dalam sistem kafir untuk mendapatkan sedikit kursi kekuasaan bersama orang-orang yang dikafirkannya selama ini. Inikah pejuang Islam? Atau hanya politisi? Atau mungkin penipu ulung? Ah, dalam kamus NII KW9, sama saja, tidak ada bedanya.

 

Team Infestigasi Nii Crisis Center

Diposkan oleh Aji Cemerlang DI 18:14

 

Sebagai tambahan informasi, Partai Republikan atau Partai Republika Nusantara dengan nomor urut 21 ini memiliki susunan kepengurusan sebagai berikut:

 

Ketua Presidium        : Letjen. (Purn) Drs. H. Syahrir, MS,SE

Anggota Presidium: Muslim Abdurrahman, Murphy Hutagalung, Orie Andari, dan Sudharto.

Sekretaris Jenderal    : Drs. Yus Sudarso, SH, MH, MM

Alamat DPP              : Kompleks Perkantoran Pulo Mas Blok VI No.1-2

                                Jakarta Timur.

  Telp. (021) 4702960, Fax. (021) 4702966

 

Perlu juga diketahui, Muslim Abdurrrahman, tokoh sepilis yang semula aktif di PAN, pasca kepemimpinan Amien Rais ia ditendang dan masuk ke PKB berkat bantuan Gus Dur. Setelah Gus Dur dikalahkan Muhaimin Iskandar, Muslim Abdurrahman kembali didepak, dan ternyata nyangkut di Republikan.

 

 

Kiprah NII dan Panji Gumilang ternyata tidak hanya mendukung parpol gurem yang belum tentu berhasil pada pemilu 2009 nanti, tetapi juga merasuki dunia bisnis, sebagaimana dapat dilihat di http://nii-alzaytun.blogspot.com/2008/12/sapi-perah-nii-kw9.html melalui sebuah tulisan berjudul Sapi Perah NII KW9, Jaringan Bisnis NII KW9 sebagai berikut:

 

Sapi Perah NII KW9 (New)

JARINGAN BISNIS NII KW9 (new edisi edited)

 

Pendidikan ekonomi dan ekomoni pendidikan yang dicanangkan Abu Toto lewat pelaksanaanya di MAZ ternyata menjadi fokus sampingan yang juga mulai dirintis di kalangan NII KW9 teritorial. Melihat perkembangan pembangunan maupun perekrutan santri di MAZ serta perekrutan dan juga pencarian dana di territorial yang semakin menurun akibat gempuran berbagai pihak, para mas’ul KW9 daerah Jakarta Selatan mengambil langkah antisipatif dengan membuka jaringan bisnis.

 

Jaringan KW9 Jakarta Selatan yang para distriknya memiliki latar belakang pendidikan baik dan ekonomi yang cukup mapan berkolaborasi membentuk jaringan bisnis yang menjadikan jamaahnya sebagai basis pasar serta agen-agen penjualan yang produktif. Menurut mantan mas’ul distrik Kebayoran Baru, langkah ini diambil melihat potensi yang berkembang sekarang. Selain itu melihat gelagat stagnasi pemikiran dan ide-ide baru dari para pemimpin daerah yang sudah tidak memikirkan hal lain kecuali pemenuhan program tanpa ada solusi lain. Terlebih mengingat keilmuan manajemen serta agama dari pimpinan daerah yang payah, belum lagi usianya yang sudah uzur.

 

Adalah Cilandak Barat, distrik yang paling subur di daerah Jakarta Selatan yang menjadi motor ide pembukaan jaringan bisnis. Pasalnya, mereka telah melakukan hal tersebut sebelumnya, belum lagi latar belakang mereka yang bekas pengusaha. Jaringan bisnis yang terbentuk ada tiga jenis. Ketiga jenis bisnis tersebut menjadikan para jamaahnya sebagai konsumen sekaligus salesman, mungkin bisa disetarakan seperti jaringan MLM. Bentuk bisnis yang pertama, bisnis yang bersifat lokal, dengan kata lain, bisnis yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan dari kelompok atau idariah lain. Kedua, bisnis join, yaitu jaringan yang mengelaborasi 9 distrik dalam beberapa bentuk bisnis. Ketiga, bisnis pusat, yaitu bisnis yang merupakan perintah dari MAZ.

 

Bentuk bisnis yang ketiga merupakan bisnis yang digembar-gemborkan sejak lama, bahkan sempat menjadi friksi di antara pimpinan KW9. Sebagai contoh kasus terbaru dalam urusan bisnis tersebut adalah mundurnya Imam Supriyanto dari ketua Yayasan Pesantren Indonesia yang membawahi MAZ lantaran tidak mau menandatangani nota pinjaman dana milyaran dari Bank Centuri untuk membeli sapi dari New Zealand. Alasan H. Imam adalah beliau tidak mau nanti bertanggung jawab terhadap pinjaman yang begitu besar, sementara tanggung jawab beliau hanya sebagai boneka di susunan Yayasan. Belum lagi ratusan milyar utang MAZ setiap tahun ke Bank Centuri yang digunakan untuk maintenance building serta biaya operasional harian belum terbayar (untuk data tahun 2001 saja MAZ meminjam ke Bank CIC sebanyak 111 Milyar untuk pembangunan lewat kredit agunan, bayangkan kalau setiap tahun MAZ meminjam dengan jumlah yang sama). Kasus ini menyebabkan Imam Supriyanto harus keluar dari MAZ. Keluarnya H. Imam tidak menyurutkan langkah Abu Toto, dia pun menandatangani pinjaman tersebut dan membeli sapi sebanyak 1180 yang sudah tiba di MAZ satu bulan lalu. Sapi perah ini, seyogyanya, akan dijadikan sumber susu yang nanti akan diproduksi atas nama MAZ. Konsumennya adalah para jamaah sekaligus bertindak sebagai penjual dagangan MAZ. Program yang telah muncul sejak satu tahun lalu ini telah tersosialisasi luas dan bahkan menjadi modus operandi perekrutan jamaah yang dilakukan lewat interview, penyebaran kuestioner pada koresponden calon pembeli susu. Selain program susu, bisnis dari pusat yang turun ke teritorial adalah sepeda. Penjualan sepeda kepada para mas’ul ini dimaksudkan untuk menggiatkan aktivitas olahraga. Kegiatan ini sudah digalakkan. Kini setiap sore para mas’ul wilayah sampai distrik keliling komplek tempat markas mereka dengan bersepeda. MAZ mengambil sepeda dari sebuah perusahaan di Cina bermerk Giant yang kemudian menjualnya pada mas’ul sebagai bagian dari program “sosialisasi” yang wadahnya juga telah dibentuk, yaitu Asosiasi Sepeda Sport AlZaytun (ASSA).

 

Baru-baru ini, bisnis KW9 yang sedang gencar disosialisasikan adalah Kampung 99. Bisnis join dari 9 distrik di Jakarta Selatan ini berlokasi di Meruyung, Cinere tepat disebrang Masjid Dian Al Mahri. Merupakan sebuah lahan sebesar 5 ha yang akan terus dilebarkan pembangunannya. Konsep pembangunannya seperti campuran jungle dan mekar sari serta dapat disewakan untuk umum. Nama Kampung 99 diputuskan bersama pada syuro Sembilan distrik yang disaksikan perwakilan pimpinan daerah Jakarta Selatan. 99 diambil dari Asmaul Husna yang kini juga diwajibkan untuk dihafal bagi setiap jamaah selain bai’at 9 dan sapta subaya. Dalam beberapa wawancara di koran yang mereka bayar untuk mengiklankan Kampung 99, ada yang bernama Kholid yang memiliki nama asli Teddy dan merupakan staff keuangan aktif distrik 934 (Tebet), mengatakan bahwa Kampung 99 dirintis oleh keluarganya yang terdiri dari Sembilan orang. Sembilan orang yang dimaksud adalah para pimpinan dari Sembilan distrik di terirorial KW9 Jakarta Selatan. Bisnis join lain yang muncul sebelum Kampung 99 adalah Koperasi Jaya Kerta Sejahtera yang berlokasi di Pondok Betung, Ruko no 14B, Bintaro. Koperasi ini beranggotakan semua jamaah KW9 di Jakarta Selatan lengkap dengan kartu anggotanya.

 

Terakhir, bentuk bisnis lokal, masih di dominasi dari distrik Cilandak Barat. Sentra ekonomi yang mereka miliki adalah Bakso Paun 9 yang berada di Aneka Buana Cirendeu, Event Organizer Daun Production yang beralamat di Pondok Betung no 1B Bintaro dan Ka-Ki Enterprise di Radio dalam (ka-ki artinya kanan kiri atau NII-RI). Selain itu juga ada bisnis susu yang bermerk Sehat, susu ini mereka produksi sendiri karena menunggu lama dari pusat.

 

Munculnya bisnis seperti ini merupakan fenomena baru dimana kesadaran mereka terbangun melihat keterpurukan. Bahwa mereka butuh orang lain dan pihak lain untuk maju terlepas dari iman dan kafirnya menurut tafsir mereka. Langkah yang lebih positif semoga menghasilkan hasil yang positif. Namun bila usaha tersebut dibuat untuk meluaskan jaringan perekrutan dan pencarian dana yang mengorbankan aqidah kaum muslimin, maka semoga menjadi musibah bagi kedzaliman mereka semua.

 

Satu hal yang juga menguntungkan dari informasi ini bagi semua pihak di luar korban NII KW9 adalah kemudahan untuk mengindentifikasi keanggotaan mereka lewat jaringan bisnis yang mereka bentuk. Bagi orangtua yang anaknya menjadi bagian dari bisnis di atas, berhati-hatilah, kemungkinan besar anak anda sudah menjadi anggota NII KW9.

 

Diposkan oleh Aji Cemerlang DI 23:00

 

Keterkaitan Panji Gumilang ternyata tidak hanya dengan berbagai parpol (termasuk parpol gurem) dan kalangan sepilis, tetapi juga dengan Bank Centuri yang bermasalah. Hal ini bisa dilihat di http://www.nii-crisis-center.com/ melalui sebuah tulisan berjudul Pekan Ini Al-Zaytun Diambil Alih Pemerintah NKRI. Bila Panji Gumilang menargetkan di tahun 2009 NII akan futuh sedangkan RI akan hancur, tulisan ini justru menduga bahwa NII Al-Zaytun akan dilikuidasi oleh pemerintah RI. Antara lain dituliskan:

 

2009 futuh Atau Hancur ??

PEKAN INI AL ZAYTUN DIAMBIL ALIH PEMERINTAH NKRI

 

Satu dari 3 orang Komisaris Bank CENTURI menjadi buronan. Dia adalah orang kepercayaan Abu Ma’arij alias Syaykh A.S. Panji Gumilang salah satu pemilik saham Bank CIC yang kemudian merger menjadi Bank CENTURI. Kaburnya orang kepercayaan Syaykhul Ma’had Al Zaytun ke luar negeri (itu) membawa jutaan dolar dana nasabah Bank Centuri yang tak lain bersumber dari setoran Infaq dan Shodaqoh para Mas’ul di territorial NII KW9. Yang lebih menyeramkan dan harus dikroscek kebenarannya mengingat validitas dan keshohihan berita tentang ‘Penjaminan Seluruh Aset Ma’had Al Zaytun ke dalam saham Bank Centuri sudah masuk dalam Lembaran Negara dan Laporan Bank Indonesia.

 

Mulai hari ini dan esok adalah hari-hari terakhir bagi kebanggaan Umat Islam Bangsa Indonesia yang tergabung dalam komunitas NII KW9 dan Ma’had Al Zaytun. Show Of Force ratusan ribu warga teritorial Al Zaytun bulan lalu ke Jakarta melalui ‘ASSA’ di bawah komando Panji Gumilang tidak dapat merubah kebijakan Bank Indonesia dan PPATK. Janji Jusuf Kalla untuk menyelamatkan Al Zaytun terkalahkan oleh tsunami Krisis Global yang melanda BUMI dan Lapindo milik Bakrie Brothers. Kami sarankan kepada segenap saudara kami untuk sementara waktu menghentikan aliran dan setoran dana kepada Bank Centuri yang dialamatkan kepada rekening yang bermuara kepada YPI Al Zaytun atau ke rekening Eksponen MAZ. Karena seluruh setoran dana tersebut langsung masuk kepemilikannya kepada Bank Indonesia. Mimpi Saudara-saudara kami untuk menjadikan Ma’had Al Zaytun sebagai cikal bakal Ibukota NII bila saatnya Futuh kini tinggal kenangan. Patriotisme dan Semangat Jihad tersebut telah dikhianati oleh Keluarga Besar Syaykhul Ma’had A.S.Panji Gumilang yang telah ‘gagal’ korup dan menipu dengan menggadaikan aset Ma’had Al Zaytun kepada Bos Yahudi Indonesia HARRY TANOESUDIBYO yang berada di balik kepemilikan Bank Centuri.

 

Tim NII Crisis Center Khoirul Jabar

http://www.nii-crisis-center.com/

Konsultasi & Pengaduan Online: 02191645774-08818828347-08567899431

Email / ym : [email protected]

 

Dahulu kala, sekitar awal tahun 1980-an Toto Salam sebelum berganti nama menjadi AS Panji Gumilang, juga pernah membawa kabur uang jamaah NII ke Malaysia. Ketika itu, pemerintah RI sedang gencar-gencarnya menangkapi tokoh NII (atau DI/TII). Toto Salam sebagai salah satu tokoh NII melarikan diri ke Malaysia, melalui jalur Pontianak-Nunukan-Sabah (Malaysia). Ia kabur membawa sejumlah besar uang jamaah. Tahun 1987-1988, Toto Salam kembali ke Jakarta dari pelariannya.

 

Mohammad Soebari mantan petinggi NII yang pernah ditangkap aparat dan ditahan pada tahun 1980-1983, pernah menuturkan kesaksiannya tentang Toto Salam alias Syaikh AS Panji Gumilang, sebagai berikut: “Saya mengenal baik tentang siapa itu Abu TOTO, yang sekarang bernama AS Panji Gumilang dan juga menjadi syaikh atau pimpinan Ma’had Al-Zaytun. Dulunya, dia (AS Panji Gumilang) mengaku bernama Prawoto dan dibai’at sebagai Imarah di wilayah IX oleh Seno alias Basyar pada tahun 1978. Ketika kita semua ditangkap oleh militer (Ali Murtopo) tahun 1980, si TOTO ini kabur ke Sabah sambil membawa lari uang jama’ah sebayak 2 Milliar rupiah. Dan setelah itu tidak ada kabar beritanya lagi, namun tiba-tiba muncul kembali sekitar tahun 1988-1989 dan bergabung dengan pak Karim Hasan yang saat itu secara ideologis sudah tidak lagi sejalan dengan saya.”

 

Saat itu satu dolar AS masih di bawah dua ribu rupiah. Bila kini, satu dolar AS dipatok dengan nilai sepuluh ribu rupiah saja, maka nilai itu lebih dari sepuluh miliar rupiah. Dengan uang sebanyak itu, kemudian Toto Salam mendirikan Al-Zaytun. Tentu saja sumber dana tadi bukan satu-satunya pasokan rupiah mendirikan Al-Zaytun, namun juga dari pemerasan kepada warga NII di teritorial. Kasus-kasus kriminal yang diidentifikasi punya kaitan dengan gerakan NII, kasus-kasus perampokan yang diidentifikasi dengan gerakan NII, dan sebagainya, itu semua merupakan sumber dana Al-Zaytun, baik operasional maupun dalam rangka memperkaya Toto Salam dan keluarganya.

 

Meski sudah berbilang kejahatan dilakukan Toto Salam, berbilang pemerasan dilakukan Toto Salam, dengan kedok agama pula, namun ia tidak bisa disentuh hukum. Bukan aparatnya yang mandul, tetapi memang karena kejahatan yang dilakukan Toto, tidak bisa diproses sebagaimana maling ayam. Ini menjadi tanggung jawab umat Islam untuk membentengi anggota keluarganya, tetangga terdekatnya dari upaya penyesatan sebagaimana dilakukan NII, LDII (Islam Jama’ah), Ahmadiyah, Syi’ah, Islam Liberal, dan sebagainya termasuk ‘dakwah’ yang dilakukan para ahlul bid’ah.

 

Melalui tulisan ini, yang banyak menampilkan aneka posting dari para mantan korban NII sendiri, semata-mata ditujukan untuk turut menyebarluaskan kebobrokan Toto Salam dan gerakan NII yang punya mercusuar berupa Ma’had Al-Zaytun. Semoga para narasumber yang ditampilkan testimoninya di sini, dapat terus mengungkap kebobrokan Toto Salam dan gerakan sesat NII.

 

Pada tulisan ini tidak dibahas jumlah faksi NII yang ada, tidak juga dibahas NII faksi mana yang sesat dan tidak, tetapi hanya ditulis NII saja, karena pada dasarnya ide dasar NII sebagai sebuah gerakan yang mengatasnamakan Islam, ketika sudah menghalalkan segala cara, maka jelas merupakan gerakan sesat dan bathil. (haji/tede) (Selesai, alhamdulillah)