Oleh Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

Yang kerap justru itu membuat kita manja, bermalas-malasan dan bermudah-mudah. Di era 90-an dulu, atau bahkan beberapa tahun lalu, sebelum kita belum punya motor, jalan kaki berpuluh meter untuk beli beras misalnya, itu biasa. Di era 60-70-atau sebelumnya, pemuda jalan kaki sekilo itu bukan hal yang spektakuler dan membuat dahi berkerut.

Sekarang, baru 50 meter saja merasa harus pakai motor. Alasannya saving time. Kebet kamus tidak betah, pakai HP. Alasannya saving time. Banyak kenikmatan baru semua dialasankan: irit waktu. Tapi sejujurnya, kita di zaman sekarang teramat sering justru menyia-nyiakan waktu dengan teknologi.

Dan mengerikannya, semua itu akan diminta pertanggungjawaban suatu hari nanti.

Di dalam al-Qur’an, disebutkan kendaraan manusia adalah hewan, untuk darat, dan kapal, untuk laut. Kini, besi-besi berjalan… Bisa 1000 kali lipat lebih cepat dari kendaraan di zaman Nabi. Nanti pertanggungjawabannya bagaimana dengan kenikmatan itu?

Mari menjenakkan luang untuk menyimak kajian tafsir berikut ini. Siapa tahu rasa syukur kita bertambah. Semoga berkah.

TAFSIR JUZ 18 | 04 | – “Al-Mu’minun 017-022”

TAFSIR JUZ 18 | 04 | – “Al-Mu’minun 017-022” [المختصر في التفسير]

Kajian kitab “al-Mukhtashar fi Tafsir al-Qur’an” juz 18 bersama Hasan al-Jaizy.

YOUTUBE.COM

(nahimunkar.com)