Ilustrasi


Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) makin terinjak-injak di mana ada penjaga asing dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Penjaga asing itu mengusir beberapa nelayan yang mendekat ke proyek reklamasi.

“sesampainya kami di Pulau G, kami diusir oleh dua petugas asing berbadan tinggi kekar yang berjaga di situ. Yang satunya orang bule, sedangkan yang lainnya berkulit hitam (negro),” ujar Sekretaris DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jakarta, Kuat Wibisono, Ahad (15/5) sebagaimana dikutip dari Republika Online.

Kunto mengatakan, tim yang terdiri dari empat nelayan Muara Angke dan tiga orang perwakilan dari Komnas HAM sempat mengambil beberapa gambar di Pulau G. Akan tetapi, setelah terjadi cekcok dengan petugas asing tersebut, rombongan akhirnya memutuskan untuk pergi dari pulau buatan tersebut.

“Kejadian itu jelas sangat ironis. Kenapa warga asing itu bisa seenaknya mengusir kami yang jelas-jelas adalah warga Indonesia di negara kami sendiri,” ujar Kuat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya telah menyegel Pulau C, D, dan G pada Rabu (11/5) lalu.

Penyegelan tersebut sebagai tindak lanjut dari kebijakan moratorium pemerintah terhadap proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Sumber: suaranasional.com/16/05/2016

(nahimunkar.com)