Ilustrasi/nasional.kini.co.id


Novel FPI Menjadi Saksi Pelapor

Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Setelah memberikan keterangan ke majelis hakim yang memakan waktu sekitar 3 jam, Novel juga langsung meninggalkan Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Novel jadi saksi pertama dalam sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB, Novel menyebut kalau data-data soal penistaan agama oleh Ahok yang dibawa ke persidangan tidak terbantahkan.

Pertama, Novel membawa bukti berupa e-book dari buku tulisan Ahok dengan judul ‘Merubah Indonesia’. Di dalamnya, Ahok dianggap sudah menyerang surat Al Maidah.

“Jadi dari e-book sendiri, dari halaman 40 paragraf satu dua, sudah menyerang Al Maidah. Dan saya tantang tadi. Ahok itu berani,” tutur Novel usai pemeriksaan saksi di lokasi, Selasa (3/1/2016).

Kemudian kedua, Novel mengaku menyinggung Ahok saat menjadi calon wakil gubernur DKI pada Pilkada 2012 lalu. Waktu itu, mantan Bupati Belitung itu juga telah menyerang agama tertentu.

“Misalnya, (Ahok katakan) ayat suci no, ayat-ayat konstitusi yes. Atau ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci. Nah, itu saya sampaikan,” jelas Novel.

Ketiga, dugaan penistaan agama oleh Ahok juga dilakukan di Pulau Pramuka pada 27 September, di acara Partai Nasdem 21 September, dan ketika 30 Maret. Ketiga momen itu berisikan singgungan Ahok terhadap surat Al Maidah juga.

Keempat, dia juga menyebutkan Ahok sudah menyerang perempuan yang berjilbab dan hadis Nabi.

“Untuk memenuhi rasa keadilan itu, saya minta pada hakim yang tadinya menantang saya untuk jabarkan kebusukan-kebusukan Ahok, yang Ahok menyerang orang berjilbab. Kemudian hadis Nabi yang kaki surga di bawah Alexis, bukan di telapak kaki ibu. Itu saya akan jabarkan satu per satu,” tutur Novel.

Hanya saja, memang Novel pada akhirnya tak merinci berbagai bentuk lain dari penistaan yang diduga Ahok lakukan didepan majelis hakim. Sebab, hakim menyatakan tidak perlu.

“Hakim memutuskan tidak dibacakan,” Novel memungkas.

Novel selesai memberi kesaksian dihadapan majelis hakim sekitar pukul 12.30 WIB.*/mgpkr

(nahimunkar.com)