Omong-omong Soal Biaya Pelantikan Anggota DPR,

Satu Jarum Pin Saja Harganya Rp 5 Juta

Metro TV dalam siaran tanggal 7 September menyebutkan biaya pembuatan pin anggota DPR yang akan dilantik, mencapai 5 juta rupiah per orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, lihat http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php ), pin adalah jarum penyemat.

Dikabarkan, pelantikan Anggota DPR dan DPD pada 1 Oktober 2009 nanti menelan biaya 11 milar rupiah. Di saat musibah sedang menimpa bangsa ini, baik gempa yang menghancurkan aneka bangunan dan menelan banyak korban, maupun bencana kekurangan makan akibat kekeringan atau pengangguran dan sulitnya hidup; tampaknya pelantikan anggota DPR dengan biaya sangat mahal itu ironis.

Kritikan pun berdatangan, di antaranya sebagai berikut:

Pelantikan Anggota DPR Terlalu Mewah

September 8, 2009- 7:14

JAKARTA (Pos Kota) –Anggaran pelantikan anggota DPR RI dinilai menghamburkan uang negara. Menurut peneliti senior Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, Senin (7/9) Pelantikan anggota DPR ini terkesan terlalu mewah.

“Buat apa ada pengadaan pakaian dan tas hingga ratusan juta, itu merupakan hal yang tidak perlu,” tegasnya.

Dia juga menganggap tidak pantas  anggota DPR dan DPD terpilih itu mendapat uang saku dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu menunjukkan tidak adanya empati terhadap masyarakat yang ditimpa musibah.

Sekadar informasi, KPU untuk pengadaan  tas dananya Rp115,5 juta; jasa kendaraan bus AC dan ambulans sebesar Rp251,9 juta; penyediaan jasa, jaket, baju batik, dan hem lengan Rp149,9 juta; dan penyediaan jasa akomodasi, konsumsi, dan hotel sebesar Rp2,874 miliar. KPU juga memberikan uang saku Rp2 juta per orang.

“Bagaimana pun citra DPR itu sudah buruk. Jadi jangan diperburuk dengan penyelenggaran pelantikan yang berlebihan”ujar Roy.

Berdasarkan data IBC, total anggaran kegiatan sumpah/janji anggota DPR dan DPD sebesar Rp1,2 miliar. Jika dibagi 560 anggota DPR menelan biaya Rp2,14 juta per anggota atau 5 kali lipat dibandingkan biaya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Rp400 ribu per siswa. Anggaran pelantikan juga ada di KPU daerah dan DPR. (tisky/B)

Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/09/08/pelantikan-anggota-dpr-terlalu-mewah

Nada mempertanyakan makna pelantikan pun ditulis orang, di antaranya sebagai berikut:

Pelantikan Anggota Dewan Untuk Siapa?

Selasa, 08-09-2009 10:02:07

oleh: Wawan

Kanal: Opini

Meski bencana terus mendera, namun pelantikan anggota dewan tetap berbiaya mahal. Beberapa media menyebut angka di atas 75,61 M (Media Indonesia Online menyebutkan: Rp11 miliar, bukan Rp78,61 miliar seperti yang diberitakan, red) untuk pelantikan anggota DPR dan DPD.

Metro TV dalam siaran tanggal 7 September menyebutkan biaya pembuatan pin anggota DPR yang akan dilantik, mencapai 5 juta rupiah per orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, lihat http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php ), pin adalah jarum penyemat.

Di waktu yang berselang dalam hitungan bulan sebelum pelantikan tersebut, gempa besar menghancurkan pesisir selatan Jawa Barat. Menurut Republika Online, 14 ribu rumah rusak berat, 19 ribu rumah rusak ringan, 97 rumah hancur, 15 pesantren, 356 gedung sekolah dan 306 masjid juga rusak. Detik Bandung menulis bahwa dibutuhkan lebih dari 1 trilyun rupiah untuk membangun kembali kehidupan korban gempa. Lantas, pelantikan anggota DPR RI yang nantinya akan mengenakan pin senilai 5 juta rupiah per biji ini untuk siapa. Benarkah mereka masih berpihak pada rakyat?

Sumber: http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15281

Acara pelantikan selama 2 jam itu nanti kemungkinan besar akan berakhir dengan terkurasnya dana 11 miliar. Sementara mulut-mulut balita yang terengah-engah kelaparan di sana sini dalam kondisi megap-megap, belum tentu ada yang mempedulikannya. Kalau ada laporan bahwa mereka mati karena lapar pun kemudian dapat diadakan berita bantahan.

Astaghfirullahal ‘adhiem.

Untuk menimbang apakah pelantikan anggota DPR yang semahal itu merupakan perkara yang baik atau buruk, mari kita bandingkan dengan upacara resmi yang lebih tinggi nilainya.

Yang namanya upacara paling tinggi nilainya adalah upacara di rumah Allah (di masjid), yaitu shalat berjama’ah (baik shalat 5 waktu maupun shalat Jum’at). Untuk upacara yang paling tinggi nilainya itu memang disuruh untuk berhias. Tetapi diingatkan, jangan sampai melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ﴿٣١﴾

. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al-A’raf/ 7: 31)

Untuk menghadap Allah, dalam upacara di rumah Allah saja tidak boleh berlebih-lebihan, lha kok upacara sekadar pelantikan saja sampai sebegitu mahalnya ya.

Ketika untuk membedakan mana yang terpenting dan mana yang sebenarnya sekadar bahkan tak penting saja belum tentu bisa membedakan; lantas bagaimana mereka akan mampu membuat beres keadaan yang perlu kebijakan yang cermat dan efisien di negeri ini?

Siap-siaplah kecewa wahai para pemilih yang telah dengan suka rela menjatuhkan pilihannya kepada mereka yang diancam Allah Ta’ala ini:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً ﴿١٦﴾

016. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al-Israa’/ 17: 16).

Sebaliknya, apabila program-program dan kebijakan yang mereka buat itu benar-benar untuk kemaslahatan, hingga menjadikan penduduk negeri ini orang-orang yang baik maka tidak akan dibinasakan oleh Allah Ta’ala:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ ﴿١١٧﴾

117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Hud/ 11: 117).

Tulisan ini dimaksudkan sebagai salah satu partisipasi untuk menghindari ancaman Allah Ta’ala tersebut di atas, karena gejalanya ada menjurus ke arah sana. Sebelum masalahnya lebih parah, perlu lebih dahulu diingatkan. Sehingga ada dua keuntungan sekaligus:

1. Kalau timbul kesadaran dan diupayakan kemaslahatan maka alhamdulillah.

2. Seandainya dianggap angin lalu belaka dan tetap menuruti hawa nafsu tanpa mementingkan kemaslahatan umum, maka kami telah terbebas dari tanggungan, karena telah menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan).

Semoga Allah Ta’ala meridhoi hamba-hamba-Nya yang taat dan istiqomah pada jalan-Nya. Amien ya Rabbal ‘alaimien. (Redaksi nahimunkar.com).