Ongkos Naik Haji 1430H Ditetapkan,

Masalah Vaksin Meningitis Akan Dikonsultasikan

Ongkos Naik Haji 1430H/ 2009M ditetapkan dengan nilai dolar. Embarkasi Aceh 3.243 USD, embarkasi Makassar 3.575 USD. Pelunasan sampai 12 Agustus 2009.

Sementara itu masalah kasus vaksin meningitis –yang merupakan salah satu syarat dari pemerintah Arab Saudi– ternyata di Indonesia penerapannya oleh Pemerintah RI vaksin itu berbahan dari enzyme babi, binatang haram bagi Ummat Islam. Maka jadi polemic antara MUI dan Pemerintah Indonesia. Kini pihak MUI baru mau mengkonsultasikan masalah vaksin meningitis itu ke Pemerintah Arab Saudi dan Ulama Arab Saudi.

Berita tentang ONH (Ongkos Naik Haji) yang kini disebut BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) selengkapnya sebagai berikut:

Jumat, 10 Juli 2009

Pemerintah Tetapkan BPIH 2009/1430 H

Jakarta, 9/7 (Pinmas)–Pemerintah melalui Peraturan Presiden No.31 tahun 2009, menetapkan besaran Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2009/1430H untuk embarkasi Aceh 3.243 USD, Medan 3.333 USD, Batam 3.376 USD, Padang 3.329 USD, Palembang 3.377 USD, Jakarta 3.444 USD, Solo 3.407 USD, Surabaya 3.512 USD, Banjarmasin 3.508 USD, Balikpapan 3.544 USD, Makassar 3.575 USD. Biaya BPIH seluruh embarkasi tersebut ditambah dengan komponen rupiah sebesar Rp 100.000,- untuk biaya asuransi jemaah haji.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kepaa pers saat menyampaikan pengumumam pemerintah tentang besaran BPIH tahun 2009 , di Jakarta, Kamis (9/6). Pada acara tersebut hadir Sekjen Depag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, Ketua Komisi VIII DPR-RI Asrul Azwar, Sekjen Depkes Sjafii Ahmad dan pejabat terkait lainnya.

Menurut Menag, BPIH 2009 mengalami kenaikan pada komponen US dollar rata –rata 35 USD, dan mengalami penuruanan pada komponen Rupiah rata-rata 401.000,- Dengan demikian, penurunan rupiah ini dapat menutupi kenaikan BPIH dalamkomponen US dollar. “BPIH 2009 jika dibandingkan dengan tahun lalu, dapat dikatakan tidak terdapat kenaikan,” ucap Maftuh.

Jika dibanding dengan BPIH tahun lalu, kata Menag, BPIH Aceh mengalami penurunan 15 USD, Medan naik 42 USD, Batam naik 84 USD, Padang naik 72 USD, Palembang turun 3 USD, Jakarta naik 14 USD, Solo naik 27 USD, Surabaya naik 83 USD, Banjarmasin turun 9 USD, Balikpapan naik 26 USD, dan Makassar naik 58 USD. Untuk komponen rupiah semua embarkasi tahun lalu Rp 501.000,- dan tahun ini hanya Rp 100.000,-, terjadi penurunan Rp 401.000,-

Komponen BPIH 2009 yang tidak dapat dihindari kenaikannya, kata Menag, adalah sewa pondokan dan konsumsi jemaah haji selama di Arab Saudi. Sedangkan komponen yang mengalami penurunan adalah biaya tiket penerbangan.

Menag menambahkan, calon jemaah haji yang mendapat porsi haji untuk berangkat tahun ini, dapat melunasi BPIH 2009 mulai tanggal 13 Jul 2009 dan berakhir 12 Agustus 2009. Selama 22 hari kerja, pelunasan dilakukan pada bank penerima setoran (BPS) yang tersambung pada SISKOHAT, setiap hari kerja.

Jemaah yang telah mendapat bukti setor lunas BPIH yang sah, kata Menag, agar segera mendaftar ulang ke kantor Dep.Agama Kabupuaten/kota tempat domisili selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran lunas.

Menyangkut besaran BPIH Khusus atau yang dikenal dengan ONH Plus, menurut Menag, BPIH khusus ditetapkan minimal 6000 US dollar ditambah Rp 400.000,- dengan waktu pelunasan 15 s.d. 27 Juli 2009. Pembayaran pelunasan BPIH khusus sebesar 3000 US dollar ditambahn Rp 400.000,- disetorkan ke rekening Menteri Agama yang telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan.

Bagi jemaah yang telah melunasi dan membatalkan diri untuk berangkat, dikenakan biaya administrasi sebesar 1 %. (ts)

Sumber: http://www.depag.go.id/index.php?a=detilberita&id=4222

Berita tentang MUI akan konsultasi tentang vaksin meningitis, sebagai berikut:

MUI Akan Minta Pandangan Mufti Saudi Soal Vaksin Meningitis

Friday, 10 July 2009 03:54

E-mailPrintPDF

Selain meminta pandangan Mufti Saudi, MUI berencana akan bertemu dengan  Departemen Kesehatan dan Departemen Haji Arab Saudi

Hidayatullah.com–Jika tak ada aral melintang, Rabu besok (8/6) Ketua MUI Amidhan beserta Ketua Komisi Fatwa KH. Anwar Ibrahim akan bertandang ke pemerintah Arab Saudi guna membicarakan vaksin meningitis.

“Insya Allah besok, saya dan bapak Amidhan akan pergi ke Arab Saudi guna meminta pandangan kepada sejumlah Mufti di sana tentang status vaksin meningitis,” tutur Anwar Ibrahim kepada www.hidayatullah.com.

Menurut Anwar, selain meminta pandangan terhadap Mufti Saudi, keduanya juga berencana bertemu dengan  Departemen Kesehatan dan Departemen Haji Arab Saudi.

Langkah itu dilakukan MUI guna membicarakan status vaksin meningitis. Sebagaimana diketahui, hasil uji laboratorium menyebutkan vaksin meningitis mengandung unsur babi (enzim tripsin dari babi). Sedangkan selama ini, calon jemaah haji harus melakukan vaksinasi meningitis karena melalui Nota Diplomatik Dubes Arab Saudi di Jakarta No. 211/94/71/577 tanggal 1 Juni 2006. Hal itu sebagai syarat bagi calhaj mendapatkan visa umroh atau haji. [ans/www.hidayatullah.com]

Sumber:  http://hidayatullah.com/berita/lokal/8646-mui-akan-minta-pandangan-mufti-saudi-soal-vaksin-meningitis-.htmlhttp://hidayatullah.com/berita/lokal/8646-mui-akan-minta-pandangan-mufti-saudi-soal-vaksin-meningitis-.html

Perlu diketahui, hal-hal ibadah yang ada kaitannya dengan duit, maka pemerintah Indonesia tampak intensip dalam mengelolanya dengan aneka peraturan. Namun kalau tidak ada duitnya, maka tidak diurus, orang mau shalat atau tidak, sama sekali tidak diurusi. Bahkan tujuh kata dalam apa yang disebut Piagam Jakarta, yakni Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, telah dicoret sehari setelah diproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan kalau ada suara yang ingin mengembalikan tujuh kata itu senantiasa terganjal. Padahal itu sesuai dengan kata-kata jaminan dalam Undang_Undang Dasar itu sendiri, namun sulit diujudkan, baik secara kalimat maupun apalagi pelaksanaan, misalnya polisi syari’at.

Jadi apa yang didengungkan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, itu baru sekadar lagu wajib, belum tampak nyata dalam pelaksanaannya, dalam hal bangunlah jiwanya itu. Kecuali kalau ada duitnya, seperti tentang ongkos berhaji yang pakai ketetapan presiden segala itu. Sedang mengenai yang sifatnya jiwa, dalam ibadah haji kasusnya adalah vaksin meningitis, yang walau terbukti bahannya ada dari enzyme babi yang jelas haram, namun tampaknya tetap pemerintah pertahankan. (haji).