Pakistan Memblokir Facebook, YouTube, dan Twitter

–Ini Reaksi dari Kasus “Menghina Nabi” Lewat Lomba Gambar Nabi Muhammad di Facebook

— YouTube pernah diblokir pada tahun 2007 selama sekitar satu tahun setelah diketahui terdapat video berbau tidak Islami.

Pakistan, Rabu (19/5), memblokir Facebook di tengah kehebohan yang meningkat terkait sebuah kompetisi untuk mendisain kartun Nabi Muhammad di situs jejaring sosial itu.

Rai Bashir, seorang pengacara yang terlibat dalam kasus ini, mengatakan, Facebook menghujat. “Ada begitu banyak penghinaan terhadap Nabi di internet dan itulah sebabnya kami merasa harus membawa kasus ini,” katanya. “Semua Muslim di Pakistan dan dunia akan mendukung kami,” tambah Bashir sebagaimana dikutip Telegraph.

Kemudian Pemerintah Pakistan juga memblokir situs video populer YouTube. Hal itu dilakukan untuk membatasi upaya penghujatan terhadap konten yang meresahkan masyarakat Islam.

Setelah memblokir Facebook dan Youtube, pemerintah Pakistan kini kembali menutup mikroblogging, Twitter. Para pengguna Twitter di Pakistan tak dapat mengakses situs tersebut sejak Jumat pagi.

YouTube juga pernah diblokir pada tahun 2007 selama sekitar satu tahun setelah diketahui terdapat video berbau tidak Islami.

Inilah berita-beritanya:

Facebook Diblokir di Pakistan Terkait Kontes Kartun Nabi Muhammad

Pakistan, Rabu (19/5), memblokir Facebook di tengah kehebohan yang meningkat terkait sebuah kompetisi untuk mendisain kartun Nabi Muhammad di situs jejaring sosial itu.

Kontes bertema “Everybody Draw Mohammed Day” di Facebook itu mendapat reaksi marah serta memprovokasi terjadinya demonstrasi jalanan di negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut. Putusan Pengadilan Tinggi Lahore itu merupakan tanggapan atas sebuah petisi yang diajukan Gerakan Pengacara Muslim. Pengadilan itu memerintahkan regulator internet Pakistan untuk memblokir Facebook.

Para pengacara untuk Otoritas Telekomunikasi Pakistan mendebat bahwa mestinya hanya halaman yang menyinggung yang harus dihapus dari Facebook, tetapi Hakim Ijaz Ahmad Chaudhry memerintahkan, seluruh situs jejaring sosial itu dilarang mulai Rabu. Maka, para pengguna pun kehilangan akses ke Facebook sekitar dua jam kemudian.

Rai Bashir, seorang pengacara yang terlibat dalam kasus ini, mengatakan, Facebook menghujat. “Ada begitu banyak penghinaan terhadap Nabi di internet dan itulah sebabnya kami merasa harus membawa kasus ini,” katanya. “Semua Muslim di Pakistan dan dunia akan mendukung kami,” tambah Bashir sebagaimana dikutip Telegraph.

Dalam Islam, visualisasi terhadap Nabi Muhammad secara luas dinilai sebagai sesuatu yang menyinggung. Al Quran tidak secara eksplisit melarang gambar Nabi Muhammad, tetapi sejumlah hadis, atau interpretasi atas kitab suci Islam, melarang representasi figural.

Pengadilan Tinggi Lahore itu memerintahkan penutupan Facebook sampai tanggal 31 Mei, setelah tanggal kontes berakhir, dan diharapkan ada persidangan lagi tentang kasus itu.

Kontes kartun tersebut didasarkan pada gagasan seniman Molly Norris dari Seattle, yang mem-posting sebuah kartun di website-nya yang terdiri dari sebuah kursi, gulungan kapas, ceri dan sejumlah hal lainnya yang diklaim sebagai Muhammad. Namun, Norris mengatakan, idenya itu hanya sebuah lelucon.

Hal itu dimaksudkan sebagai suatu protes terhadap sensor dari acara televisi South Park. Kartun AS baru-baru ini menampilkan Nabi Muhammad mengenakan sebuah setelan beruang. Norris menambahkan, ia merasa ngeri bahwa keritiknya telah berubah menjadi sebuah kompetisi di Facebook.

Ini bukan untuk pertama kalinya masyarakat Pakistan bereaksi marah atas penggambaran terhadap Nabi Muhammad. Puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan tahun 2006 ketika kartun, yang awalnya diterbitkan di sebuah surat kabar Denmark, dicetak ulang di seluruh dunia. Lima orang tewas ketika demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan. [kompas]

Setelah Blokir Facebook, Pakistan Juga Blokir YouTube

Pemerintah Pakistan telah memblokir situs video populer YouTube. Hal itu dilakukan untuk membatasi upaya penghujatan terhadap konten yang meresahkan masyarakat Islam.

Seperti dikutip dari reuters, Jumat (21/5/2010), pemblokiran ini terjadi setelah Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) yang dipimpin penyedia layanan internet memblokir akses ke situs jaringan sosial Facebook tanpa batas waktu pada Rabu, (19/5) kemarin karena sebuah kompetisi online untuk menggambar Nabi Muhammad.

Setiap representasi dari Nabi Muhammad dianggap tidak Islami dan menghina umat muslim.

CEO Nayatel (penyedia layanan internet), Wahaj-us-Siraj mengatakan, PTA mengeluarkan perintah pada Rabu malam untuk segera memblokir YouTube yang dimiliki raksasa internet Google.

“Ini adalah instruksi yang serius karena mereka ingin kami melakukannya dengan cepat dan biarkan mereka tahu setelah itu,” kata Siraj.

YouTube juga diblokir pada tahun 2007 selama sekitar satu tahun setelah diketahui terdapat video berbau tidak Islami.

Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan, Abdul Basit mengecam penerbitan karikatur nabi Muhammad di Facebook dan mendesak negara-negara untuk menangani masalah yang menurutnya sangat sensitif dan menjadi masalah emosional bagi muslim.

“Serangan berbahaya dan menghina tersebut melukai sentimen umat Islam di seluruh dunia dan tidak dapat diterima di bawah pakaian kebebasan berekspresi,” kata  Abdul Basit,

Publikasi kartun nabi di koran Denmark pada tahun 2005 memicu protes ‘mematikan’ di negara-negara Muslim. Sekitar 50 orang tewas dalam protes kekerasan di negara-negara Muslim pada tahun 2006 atas kartun, lima di antaranya di Pakistan. Al Qaeda pernah mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap Kedutaan Besar Denmark di Islamabad pada tahun 2008, menewaskan enam orang, dan mengatakan itu sebagai balasan atas penerbitan karikatur. [detik]

Setelah Facebook dan Youtube, Pakistan Blokir Twitter

Setelah memblokir Facebook dan Youtube, pemerintah Pakistan kini kembali menutup mikroblogging, Twitter. Para pengguna Twitter di Pakistan tak dapat mengakses situs tersebut sejak Jumat pagi.

Economic Times, Jumat (21/8/2010) melansir, ketika pengunjung mengakses Twitter, mereka hanya akan mendapati sebuah tulisan yang menyatakan bahwa situs tersebut dibatasi penggunaanya. “this site is restricted.” demikian tulisan di halaman Twitter tersebut.

Sejak dua hari belakangan ini, otoritas telekomunikasi pakistan telah memblokir dua situs jejaring sosial dan video, Facebook dan Youtube terkait munculnya Fan page ‘Everybody Draw Mohammad Day’ yang menyebarkan seruan untuk menggambar sketsa Nabi Muhammad dan mempostingnya di Facebook pada tanggal 20 Mei.

Fan page ini dibuat sebagai bentuk respon atas hujatan para muslim di dunia (khususnya blogger muslim) terhadap Comedy Central yang menunjukkan sketsa Nabi Muhammad mengenakan stelan beruang dalam salah satu episode South Park.

Hingga sekarang Pakistan telah memblokir sekira 450 URL. (okezone)