Alhamdulillah, Umat Islam terbuka matanya, sedang merasakan derita dikangkangi antek-antek bangsa pemakan babi dan bangsa budak zina mut’ah. Antara kaum Muslimin dan para antek itu saling membenci.

Gambaran kelicikan para antek itu lebih buruk dibanding seorang istri yang morot duit suami tapi justru untuk menggugat cerai sang suami, sedang sang istri itu cengengesan bersama lelaki slingkuhannya.

Kenapa lebih buruk dari perempuan sangat bejat itu? Karena para antek itu morot duit dari penduduk mayoritas Muslim (bahkan jumlah terbesar Umat Islam di dunia), namun untuk mengharu biru Umat Islam yang dipororoti itu, sambil mereka mengantek kepada bangsa pemakan babi dan bangsa zina mut’ah.

Bila antek-antek itu pilih tetap jadi budak para pemakan babi dan budak pezina mut’ah dengan tetap memusuhi Islam, maka Allah Ta’ala yang insya Allah memberangus mereka dengan cara-Nya. Karena kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi yang membawa uang yang nilainya 334 triliun rupiah yang sangat didambakan oleh para antek-antek pemakan babi dan zina mut’ah itu berarti tidak menyadarkan mereka dan tidak menghentikan persekongkolannya dalam memusuhi Islam. Semoga saja mereka sadar dan bertobat.

Kondisi sangat ironis itu mengingatkan adanya ayat yang sangat menyentuh, apalagi bila dapat membayangkan keadaan dalam artikel ini yang konsekuensinya ada di ayat ini:

 لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤ ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ٦ فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِٱلدِّينِ ٧  أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَٰكِمِينَ ٨ [سورة الـتين,٤-٨]

(4) sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, (5) Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (6) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya, (7) Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu, (8) Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya [At Tin,4-8]

(nahimunkar.com)