Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali menyisakan kisah pilu dan menegangkan.

Perempuan dan lelaki dewasa hingga anak-anak menangis dan memberontak.

Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah mengeksekusi lahan yang didiami ratusan warga Bugis, Selasa (3/1/2017).

Ratusan warga memblokir akses masuk lahan mereka yang dieksekusi.


Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Ratusan aparat gabungan dari polda Bali, Polresta Denpasar bersiap melakukan pengamanan eksekusi.

Para warga juga didampingi kuasa hukumnya, Rizal Akbar Maya Poetra.

Mereka membentangkan sejumlah poster bertuliskan menolak eksekusi lahan.

“Sesuai dengan pemberitahuan bahwa hari ini akan dilakukan eksekusi oleh pengadilan. Namun demikian kami akan melawan. Kami melawan karena, pertama pemberitaan eksekusi ditulis di sana putusan Mahkamah Agung (MA) kasasi No 3081/PDT/2012 tanggal 22 Maret 2012. Itu tidak ada putusan eksekusi nomor itu, yang ada tahun 2010,” jelas Rizal Akbar.


Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Pihaknya mengatakan, dalam putusan MA, batas-batas sebelah timur adalah tanah Haji Muhamad Anwar dan tanah kehutanan.

Rizal Akbar menilai eksekusi yang dilakukan salah batas.

“Sebelum dilaksanakan eksekusi kami akan minta dulu, mana yang dimaksud dengan tanah kehutanan dan mana tanah Haji Mahamad Anwar. Ini salah batas. Kalau sudah salah batas berarti tidak bisa terjadi eksekusi,” ujarnya bernada tinggi.


Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Ia menjelaskan eksekusi tersebut harus untuk menjamin kepastian hukum.

Batas dan luas tanah harus jelas.

Menurutnya, mereka yang berwenang untuk menentukan itu adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN).


Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

“BPN tidak dilibatkan dalam eksekusi ini, dan eksekusi tidak jelas. Kami akan tolak. Kalau sesuai dengan putusan dan kepastian hukum warga kami sangat taat hukum dan akan menerima,” papar Rizal Akbar.

Berikut ini foto-foto proses eksekusi yang diabadikan oleh fotografer Tribun Bali, Rizal Fanany. (*)


Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Proses eksekusi lahan rumah milik 36 kepala keluarga (KK) di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (3/1/2017). Petugas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah meratakan lahan yang dihuni ratusan warga Bugis. (Tribun Bali/ 

Sumber: bali.tribunnews.com/Rizal Fanany/Selasa, 3 Januari 2017

(nahimunkar.com)