Parah, Tiap Satu dari Lima Orang Amerika Menderita Penyakit Mental

“Satu dari lima orang menderita penyakit mental pada tahun lalu. Itu jumlah yang sangat banyak,” kata Delany, seorang dokter yang mengepalai penelitian perilaku pada Penyalahgunaan Zat dan Administrasi Layanan Kesehatan Mental.

Penyakit mental parah biasanya akan mengganggu kehidupan seseorang paling kurang selama dua minggu.

Inilah beritanya:

Parah, 45 Juta Warga Amerika Menderita Penyakit Mental

Hampir satu dari lima orang Amerika, atau 45 juta waega AS dewasa, mengalami beberapa bentuk penyakit mental tahun lalu, menurut survei pemerintah AS yang diterbitkan pada hari Jumat kemarin (19/11).

Kelompok umur 18-25 tahun dilaporkan mengalami penyakit mental, dan wanita lebih banyak yang menderita penyakit mental tersebut dibandingkan pria, kata Peter Delany, seorang dokter yang mengepalai penelitian perilaku pada Penyalahgunaan Zat dan Administrasi Layanan Kesehatan Mental.

“Satu dari lima orang menderita penyakit mental pada tahun lalu. Itu jumlah yang sangat banyak,” kata Delany kepada AFP.

Sekitar satu dari 20 individu, atau sekitar 4,8 persen dari populasi, memenuhi kriteria memiliki penyakit mental yang serius.

Penelitian penyakit mental didefinisikan sebagai “gangguan mental, perilaku, atau penyimpangan emosi pada tahun lalu, terlepas dari tingkat penurunan fungsional.”

Sejumlah besar kondisi ini bisa jatuh dalam kategori itu, termasuk anoreksia, bulimia, gangguan bipolar, kleptomani, depresi, gangguan obsesif kompulsif, voyeurisme, judi patologis atau insomnia.

Beberapa gangguan yang sama juga bisa di derita seseorang ke sisi paling parah dari penyakit mental, jika ia mengalami efek sedemikian rupa sehingga menyebabkan gangguan besar terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Penyakit mental yang tergolong berat ketika mengakibatkan gangguan fungsional yang serius, yang secara substansial mengganggu atau membatasi satu atau lebih kegiatan hidup yang utama.

Penyakit mental parah biasanya akan mengganggu kehidupan seseorang untuk sedikitnya dua minggu dan bisa mencakup episode bipolar, psikosis dan mencoba melakukan aksi bunuh diri serta adanya suasana hati yang lebih ekstrim atau gangguan dalam makanan.(fq/medindia)

Eramuslim.com, Sabtu, 20/11/2010 18:26 WIB

(nahimunkar.com)