PB, Jakarta – Untuk memperlihatkan kepada warga Jakarta yang akan ikut dalam pencoblosan pada Pilkada DKI Jakarta Bulan Februari 2017 nanti, maka para partai pendukung Ahok alias BTP tidak ingin “jagoan” mereka terjungkal akibat Aksi Bela Islam III yang menuntut Ahok segera ditahan.

Para partai pendukung Nasdem, Hanura, PDIP, PPP (versi Djan Faridz), PDIP dan Golkar yang dianggap sebagai motor penggerak, berusaha untuk mempengaruhi anggota dan relawan mereka untuk mau hadir dalam aksi “tandingan” umat Islam dengan iming-iming hadiah uang yang totalnya hingga puluhan juta rupiah.

Namun sayangnya, acara untuk “menandingi” gerakan 212 jumat kemarin. Ternyata menumpang pada acara kegiatan Car Freeday yang biasa dilaksanakan pada hari minggu. Dan kali ini partai pendukung mencoba untuk memanfaatkan.

img_20161202_233156

“Ketika mereka menyelenggarakan acara pada 19/11 lalu, yang jelas untuk menandingi aksi Damai 4/11 umat Islam, mungkin dianggap terlalu banyak mengeluarkan biaya, sementara hasilnya tidak maksimal,” ujar Darwis tokoh muda asal Morotai Malut di Jakarta.

Karenanya menurut Darwis acara sengaja digeser ke Car Freeday, karena secara tidak langsung, pastinya masyarakat yang sedang berolahraga dijadikan “satu” dengan peserta aksi dalam bentuk foto lalu diunggah ke sosial media, dan diklaim jika acara yang dinamakan oleh para partai pengusung Ahok “Aksi Kita Indonesia” ini, diikuti oleh ratusan ribu atau mungkin jutaan.

“Jadi saya rasa warga Jakarta yang biasa berolahraga pada kegiatan Car Freeday, mungkin berolahraganya di taman-taman yang disekitar atau dekat rumah saja, agar tidak dijadikan komoditas politik yang mengatasnamakan Indonesia,” ujar Darwis yang tidak ingin warga Jakarta menjadi sasaran kepentingan partai.

Selain partai pengusung, sebuah himbauan juga berasal dari Perusahaan milik Aguan, yang selama ini diduga sebagai salah satu penyebab kuatnya Ahok menghadapi “serangan” dari berbagai lapisan, Agung Sedayu Grup, mewajibkan pegawainya harus ikut dalam aksi tersebut.

img_20161203_015229

Kegiatan yang mengambil tema Kita Indonesia, menurut Darwis terkesan jika aksi para partai politik pendukung Ahok, hanya merekalah yang Indonesia, sementara Aksi Bela Islam III yang dilakukan hari ini, masih belum Indonesia.

“Seakan-akan aksi umat Islam 212, bukanlah aksi warga Indonesia, dan jika demikian, Kapolri yang sudah memuji aksi 212 tadi bukan  (warga -red) Indonesia, termasuk Presiden Jokowi, dan banyak tokoh nasional lainnya,” ujar Darwis heran dengan maksud tema aksi tandingan para pendukung Ahok, yang juga sebagian besar lainnya pendukung Jokowi juga.

Menurut Darwis tema yang diusung pada aksi tanggal 19 november lalu juga tidak tepat, karena teman yang diusung Bhineka Tunggal Ika tidak pantas.

“Ahok menista agama, kok bisa jadi tokoh Bhineka Tunggal Ika ?” Tanya Darwis yang heran dengan “pemaksaan” tema aksi para pendukung Ahok. Akhirnya Darwis menyarankan kepada pendukung Ahok untuk mengklaim jika Ahok adalah Duta Bhineka Tunggal Ika Indonesia.

(Jall)

Sumber: pembawaberita.com/ Jalu Jazz/3 December 2016

(nahimunkar.com)