Pemimpin Redaksi Playboy Indonesia Segera Dijebloskan ke Penjara

Kasus pornografi divonis 2 tahun penjara

Kejaksaan berjanji segera melakukan eksekusi terhadap mantan Pimpinan Redaksi Majalah (porno) Playboy, Erwin Arnada. Erwin yang dijerat kasus pornografi itu segera dijebloskan ke dalam penjara karena Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan kasasi dengan vonis 2 tahun.

Sedangkan untuk nasib dua terdakwa lainnya Ponti Carolus Pondian dan Okke Dania, belum ada penjelasan dari kejaksaan.

Inilah beritanya:

Pemred Playboy Segera Dijebloskan ke Penjara

Pemred Playboy Erwin Arnada segera dibui karena putusan kasasi telah dikeluarkan MA.

VIVAnews – Kejaksaan segera melakukan eksekusi terhadap mantan Pimpinan Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada. Erwin yang dijerat kasus pornografi itu segera dijebloskan ke dalam penjara karena Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan kasasi dengan vonis 2 tahun.

“Segera setelah salinan putusan Mahkamah Agung kami terima,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, M yusuf, ketika dihubungi Rabu 25 Agustus 2010

Yusuf mengatakan, saat ini Kejaksaan baru menerima surat pemberitahuan terkait diterimanya kasasi Jaksa. Kejaksaan belum menerima salinan kasasi dari Mahkamah Agung.

“Kalau tidak salah vonisnya dua tahun,” kata dia. Namun, kejaksaan tidak menjelaskan kapan putusan Mahkamah Agung itu dikeluarkan.

Sedangkan untuk nasib dua terdakwa lainnya Ponti Carolus Pondian dan Okke Dania, belum ada penjelasan dari kejaksaan.

Erwin divonis bebas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2007 lalu. Sementara jaksa menuntut Erwin dengan dua tahun penjara.

Dalam dakwaan, jaksa menilai Erwin melanggar Pasal 282 KUHP tentang kesopanan dan kesusilaan dengan an pidana selama 2 tahun.

ancam.

Erwin dijerat dengan dakwaan primer pasal 282 ayat (3) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 ayat (1) KUHP (ancaman pidana dua tahun delapan bulan penjara), dakwaan subsider pasal 282 ayat (1) serta dakwaan lebih subsider pasal 282 ayat (2).

Namun di tingkat kasasi, Erwin dinyatakan bersalah dan mendapat vonis dua tahun penjara. (umi)

• VIVAnews, RABU, 25 AGUSTUS 2010, 19:18 WIB, Ismoko Widjaya, Fadila Fikriani Armadi

Digubrak-gubrak

Sementara itu tanggapan muncul menyusul vonis atas Erwin ini. Sebuah situs memberitakan, Front Pembela Islam (FPI) termasuk yang mendukung. Rencananya pada Kamis (26/08) akan menetapkan Erwin sebagai buron, jika keputusan MA tersebut, belum juga diproses kejaksaan, dan terdakwa masih dibiarkan bebas.

Juru bicara FPI Munarman menegaskan putusan itu sudah ketok palu pada Juli 2009. “Tapi sampai saat ini, dia belum diapa-apain. Kami menetapkan dia sebagai buron,” kata dia.

Murnaman mendesak agar kejaksaan segera mencari Erwin, dan memasukkannya ke penjara sesuai pidana yang dijatuhkan MA. Tak cukup dengan kata-kata, FPI akan menggelar aksi demo Jumat mendatang. “Jika kejaksaan tidak bergerak, kami yang akan mengejar.”, sebagaimana dikutip politikindonesia.com.

Sementara itu dua terdakwa lainnya Ponti Carolus Pondian dan Okke Dania, belum ada penjelasan dari kejaksaan. Ketika Erwin direncanakan oleh FPI sebagai buron jika keputusan MA tersebut, belum juga diproses kejaksaan, dan terdakwa masih dibiarkan bebas; lantas dua terdakwa lainnya dalam kasus pornografi atau penyebaran asusila yang belum ada penjelasan dari kejaksaan itu apakah akan digubrak-gubrak pula, belum ada beritanya. (nahimunkar.com).