“potret pendidikan indonesia”/ foto kmpsna


Jika hari ini kita akan memperingati 72 tahun Indonesia merdeka, rakyat di bawah hanya bisa mengelus dada sambil meratapi besarnya biaya sekolah anaknya. Rakyat kebanyakan sesungguhnya menagih janji kapan terwujudnya tujuan utama Indonesia merdeka, kapan terlaksananya tujuan utama bernegara seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan berpartisipasi dalam ketertiban dunia.

Contoh di Jawa Timur sendiri, sudah terdengar lama pernyataan para pemimpin bahwa pendidikan di wilayah paling timur Pulau Jawa ini, diselenggarakan secara seksama dan gratis mulai dari SD sampai SMA. Benarkah? Ternyata, tong kosong nyaring bunyinya. APBD Provinsi Jawa Timur yang berkekuatan 23 T, hanya sebagian kecil yang disalurkan untuk pendidikan. Tahun 2015 APBD Jatim hanya mengucurkan 2,2% untuk pendidikan, tahun 2016 menurun lagi cuma 1,7% dan tahun 2017 bisa jadi melorot lebih rendah lagi.

(Penggalan dari tulisan Choirul Anam, Dewan Kurator Museum Nahdlatul Ulama, di bawah judul: NU Kok Berubah Jadi FPI Eh…FPM? – Front Pembela Madrasah Diniyyah, dimuat di sangpencerah.id).

(nahimunkar.com)