Pengangkatan Menkes dari Namru

Dinilai Jadi Persoalan Baru

Presidium Medical Emergency Rescue Comittee (Mer-C) Joserizal Jurnalis menilai, pengangkatan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan akan menjadi persoalan baru. Apalagi, dia berencana akan melanjutkan lagi penelitian dengan Namru 2.

Jurnalis secara tegas menyatakan bahwa permasalahan Departemen Kesehatan bukan sebatas persoalan kesehatan ibu dan anak, tapi juga keamanan negara. Sebab, pihak asing bisa menggunakan ‘senjata kesehatan’ demi menghancurkan sendi perekonomian Indonesia.

Inilah beritanya:

‘SBY, Waspadai Teror Virus Namru’

Nusantara HK Mulkan

22/10/2009 – 14:20

INILAH.COM, Jakarta – Keberadaan Namru 2 (The US Naval Medical Reseach Unit Two) kembali dipermasalahkan. Laboratorium medis Angkatan Laut AS ini ditengarai telah menciptakan sejumlah virus baru untuk disebarkan secara massal di negara kita. Sementara menteri kesehatan yang baru berencana akan menghidupkan lagi lembaga itu.

Hal itu diungkapkan Presidium Medical Emergency Rescue Comittee (Mer-C) Joserizal Jurnalis saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (22/10). Menurut dia, Namru 2 telah lebih dari 40 tahun yang lalu melakukan penelitian atas sejumlah penyakit dan virus tropis di Indonesia.

“Banyak penyakit yang telah mereka teliti. Tapi, penyakit bukan semakin bertambah gampang diberantas, tapi makin sulit. Kerjaan mereka apa? Padahal, mereka mendapat hak istimewa boleh keluar masuk membawa sampel dan minta hak atas itu. Kalau peneliti biasa kan tidak bisa,” bebernya.

Jurnalis bahkan secara tegas menuding Namru 2 sengaja melakukan penelitian demi menciptakan virus baru dan menyebarkan secara massal. Sehingga dapat menimbulkan morbiditas (penyakit) dan mortalitas (kematian). Pada akhirnya, jika persoalan kesehatan di Indonesia sudah tak mampu diatasi, maka akan datang tawaran bantuan dari pihak luar.

Dia mencontohkan ketika masih bertugas sebagai dokter di puskesmas belasan tahun yang lalu. Saat itu, penyakit tuberkulosis (TB) masih menyerang sebatas paru-paru. Namun, kini penyakit TB sudah mengalami banyak varian dan juga menjadi penyakit non-paru, karena juga menyerang persendian.

“Penyakit itu kini bukan hanya mengenai orang miskin lagi. Tapi juga kelompok strata menengah. Ini menimbulkan kecacatan bagi si pengidap dan menyerang usia produktif. Sehingga tenaga pekerja muda bisa melemah,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, pengangkatan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan akan menjadi persoalan baru. Apalagi, dia berencana akan melanjutkan lagi penelitian dengan Namru 2.

Jurnalis secara tegas menyatakan bahwa permasalahan Departemen Kesehatan bukan sebatas persoalan kesehatan ibu dan anak, tapi juga keamanan negara. Sebab, pihak asing bisa menggunakan ‘senjata kesehatan’ demi menghancurkan sendi perekonomian Indonesia.

Sehingga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menyadari hal ini. Sehingga, persoalan keamanan negara juga harus mengkonsentrasikan bidang kesehatan. “Intelijen harus terlibat dan juga harus ada kajian strategis pertahanan negara,” ungkapnya. [nuz]

Sumber: http://inilah.com/berita/politik/2009/10/22/171453/sby-waspadai-teror-virus-namru/