Penganiayaan dan Perobohan Masjid Al-Ikhlas Medan, Serius Dipersoalkan Berbagai Pihak

penganiayaan-dan-perobohan-masjid-al-ikhlas-medan01 penganiayaan-dan-perobohan-masjid-al-ikhlas-medan02

TRIBUN MEDAN/ARIFIN AL ALAMUDI. Sisa Reruntuhan Mesjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan (kiri). Foto yang kanan, Masjid al-Ikhlas sebelum dirobohkan paksa, Rabu (4/5/2011) tengah malam.

Penganiayaan terhadap belasan hamba Allah yang sedang beribadah di dalam Masjid Al-Ikhlas Medan bahkan langsung masjid yang ditempati ibadah itu dirobohkan paksa dini hari Rabu (4/5/2011), kini jadi persoalan seirus. Berbagai pihak mengadakan aksi dan upaya untuk mencari keadilan di negeri yang katanya negara hukum ini.

Inilah berita-beritanya:

44 Tim Pembela Masjid Al Ikhlas Medan, Ambil 4 Langkah Hukum

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN – 44 tim pembela masjid Al Ikhlas akan melakukan empat langkah hukum terkait di hancurkannya masjid Al Ikhlas yang berada di Jalan Timor kemarin (4/5).

“kami akan lakukan empat gugatan terkait penghancuran masjid tersebut, pertama kita adukan tindakkan proses perusakkan, ke Polda, selanjutnya  akan mengadukan ke Presiden, Karen tidandakan itu, kita adukan ke Presiden, karena tindakkan sewenang-wenangan, gugatan ke PTUN, dan ajukan gugatan Pengadilan, dengan  tergugat satunya pandam dan tergugat keduanya pengembang,” ucap HMK Aldian Pinem SH MH Ketua tim 44 pembela masjid Al Ikhlas kepada www.tribun-medan.com, Kamis (5/5).

Aldian mengatakan, pihaknya mempersiapkan berkas penghancuran masjid dan saksi–saksi. Setelah berkas-berkas tersebut Final, mereka secara bersamaan langsung melakukan empat langkah hokum tersebut.

“secepatnya, setelah fix berkas dan saksi, kita lakukan langkah-langkah gugatan tadi dan semalam ketika pembongkaran langsung ku perintahkan menyiapkan bukti-bukti,” terangnya.

Ia sendiri menilai penghancuran masjid yang dilakukan pengembang dan Kodam I Bukit barisan merupakan bukti, mereka (kodam dan pengembang, red) tidak menghargai proses hukum. Pasalnya, saat penghancuran proses hokum sedang berjalan.

Penulis : M Azhari Tanjung

Editor : Sofyan Akbar

Sumber : Tribun Medan

Tribun Medan – Kamis, 5 Mei 2011 18:50 WIB

Masjid Dirobohkan, Massa FUI Sumut Protes

06/05/2011 20:16

Liputan6.com, Medan: Perobohan Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, Sumatra Utara, berbuntut panjang. Massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Sumatra Utara, Jumat (6/5), berunjuk rasa di Kantor DPRD setempat mengecam Panglima Komando Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Leo Siegers. Namun, aksi protes ini berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa menggelar aksi teatrikal menggambarkan tindakan kearoganan anggota TNI dengan menghancurkan masjid. Ternyata, pertunjukan itu memicu beberapa demonstran hingga menangis. Bahkan, seorang nenek yang mengikuti aksi nyaris pingsan. Kendati demikian, kericuhan tidak meluas setelah beberapa koordinator aksi menenangkan massa.

Dalam aksinya, massa mengecam tindakan TNI Angkatan Darat menyusul perobohan masjid yang diklaim milik Kodam I/Bukit Barisan pada 4 April dini hari silam dengan cara membakar kaus loreng hijau. Perobohan masjid pada dini hari itu memicu kemarahan warga sehingga ratusan warga tetap bertahan melaksanakan salat Jumat di lokasi reruntuhan pada hari ini.

Unjuk rasa ini dikawal ketat ratusan polisi dibantu petugas keamanan gedung. Massa menuntut Pangdam I/Bukit Barisan dipecat. Mayjen Leo Siegers dinilai mencederai kerukunan umat beragama. Massa mengancam akan kembali mendatangi Kantor DPRD jika tuntutan mereka agar masjid kembali dibangun tidak ditanggapi.(BJK/ANS)

http://berita.liputan6.com

Sebelum mengadukan masalah ini ke DPRD, Ummat Islam Medan yang memperjuangkan Masjid Al-Ikhlash itu shalat Jum’at di depan reruntuhan masjid.

Inilah beritanya:

FRIDAY, 06 MAY 2011 12:04

Ormas demo pembongkaran Masjid Al-Ikhlas

Bottom of Form

penganiayaan-dan-perobohan-masjid-al-ikhlas-medan03(WOL Photo/Hasnul Ramadhan)

MEDAN – Aksi demo akibat pembongkaran masjid Al Ikhlas –pada Selasa malam– kini (hari Jum’at) telah dimulai. Ratusan orang berkumpul di sepanjang jalan Jalan Timor tepat didepan Masjid yang dibongkar.

Setelah melaksanakan sholat jumat bersama, pendemo direncenakan akan meneruskan demonya ke kantor DPRD Sumut.

Pada aksinya, salah satu pimpinan aksi, Fahrizal, dari ormas Partai Bulan Bintang dalam orasinya mengutuk pembongkaran Masjid Al Ikhlas Jalan Timor yang diduga dilakukan oknum Kodam.

Fahrizal juga meminta agar aksi ini dilakukan dengan damai. Saat ini pendemo akan melaksanakan sholat Jumat bersama-sama.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI

(dat06/wol)

WASPADA ONLINE

FRIDAY, 06 MAY 2011 15:33

Pangdam I/BB dikecam ormas Islam

MEDAN – Ratusan massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi Islam di Sumatera Utara (Sumut), hingga sore ini melakukan aksi unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Sumatera Utara. Aksi ini terkait atas  pembongkaran paksa yang dilakukan oknum TNI terhadap Masjid Al Ikhlas yang terletak di kawasan Jalan Timor, Medan.

Ratusan massa ini mengutuk tindakan yang diprakarsai oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Leo Siegers, karena ketika pembongkaran berlangsung, beberapa jemaah yang sedang berada di dalam masjid, ditertibkan secara paksa dan memboyong para jemaah tersebut, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dalam orasinya, massa menghimbau agar Leo Siegers segera dicopot dari  jabatannya, karena dia dianggap sebagai pejabat yang tidak taat hukum dan pejabat yang lebih mementingkan kepentingan para developer yang ingin menggunakan lahan masjid tersebut untuk dibangun properti.

“Padahal sesuai dengan Fatwa MUI (Majelis Ulama Islam -red) Sumatera Utara tahun 1982, Fatwa MUI Kota Medan tahun 2011, UU wakaf tahun 2004, dan Peraturan Pemerintah NO 42 tahun 2006, mengatakan intinya, bahwa masjid dan tanah wakaf yang diatasnya dibangun masjid, baik dilafadzkan ataupun tidak dilafadzkan hukumnya adalah wakaf dan tidak dapat dipindahkan, diperjualbelikan untuk kepentingan apapun, apalagi kalau hanya untuk kepentingan bisnis/kapitalisme, kecuali apabila untuk kepentingan yang dibenarkan oleh Syariat Islam,” sebut Nazir Mesjid Al Ikhlas, Bakti Sutarno kepada Waspada Online, sore ini.

Tak hanya itu, massa juga meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Panglima TNI, Agus Suhatono untuk memecat Leo Siegers secara tidak hormat, karena tidak memandang aspek hukum dan keagamaan dalam menjalankan tugasnya. “Kita minta agar Presiden dan Panglima TNI memecat Leo Sieger segera mungkin,” ketusnya.

Hingga saat ini aksi masih berlangsung, para demonstran juga melakukan aksi teatrikal, ketika para aparat TNI mengeksekusi paksa Mesjid Al Ikhlas secara paksa dan keji. Tidak hanya itu, para demonstran juga membakar seragam TNI.

Menanggapi hal ini, Pj Kepala Penerangan Daerah Meliter (Kapendam) I/BB, Mayor Caj Fatimah, mengatakan kepada Waspada Online,  perlu disampaikan bahwa pembongkaran masjid Al Ikhlas sudah melalui proses dialog dan komunikasi yang cukup panjang dengan ormas-ormas Islam, MUI dan para tokoh agama.

Lebih lanjut dikatakannya, proses ruislag markas Hubdam I/BB Jalan Timor selesai tahun 2009. “Sebenarnya tidak ada persoalan karena yang dibongkar adalah aset milik sendiri yang berada di dalam eks Kesatrian Hubdam I/BB,” ungkap Fatimah kepada Waspada Online, seraya mengakui bahwasanya TNI yang membongkar paksa masjid tersebut, bukan orang tidak dikenal atau oknum.

Editor: SASTROY BANGUN

(dat04/wol)
ROMI IRWANSYAH & HENDRI SYAHPUTRA

WASPADA ONLINE

Sampai orang-orang yang ditengarai berfaham liberal pun mempersoalkan penganiayaan yang terjadi di Masjid Al-Ikhlas Medan.

Inilah beritanya:

LSM Ungkap Penganiayaan Jemaah Masjid Al Ikhlas Medan

Penyerangan ratusan orang tidak dikenal terhadap belasan jemaah Masjid Al Ikhlas, Medan dilaporkan LSM ke Kepolisian Sumatera Utara.

Penyerangan ini terkait dengan proses tukar guling lahan yang diklaim milik TNI di lokasi Masjid, yang berjalan tidak mulus. Wakil Ketua LSM Ham, SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan SETARA bekerjasama Kontras dan LBH Medan melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolda Sumatera Utara Wisjnu Amat Sastro hari ini. SETARA juga mendesak panglima TNI dan Pangdam Bukit Barisan segera menyelidiki dan menindak pelaku karena LSM menduga ada anggota TNI yang ikut dalam penyerangan tersebut.

Meminta tanggungjawab dari Pangdam, yang menjadi atasan mereka semua, apakah tukar guling ini adalah alasan strategis atau komersil semata. Karena tukar guling ini tidak urgent dan yang terakhir kita meminta pihak Panglima TNI, bukan saatnya TNI menggunakan cara-cara kasar apalagi di lokasi ada tempat ibadah.

Penyerangan terjadi pada Rabu dinihari. Sekitar 18 jamaah yang berada di dalam mesjid ditarik paksa dan dipukuli. Penyerang juga merampas telepon seluler, dompet, tas, dan barang-barang lain dari jamaah. Mereka dibawa ke Markas Kepolisian Kota Medan dan diizinkan pulang setelah dua jam diperiksa. Masjid Al Ikhlas, tempat ibadah mereka, sudah dirobohkan. Kasus ini bermula dari rencana tukar guling Masjid Al Ikhlas yang berdiri dilahan milik Detasemen Perhubungan TNI AD dengan pihak pengembang PT. Gandareksa Mulya. Masjid berdiri di tanah yang akan ditukargulingkan dan merupakan salah satu mesjid tertua di wilayah tersebut. Pihak perusahaan ingin megosongkan daerah itu dan membangun pusat bisnis.

KBR68H, Jakarta , ARIN SWANDARI , THURSDAY, 05 MAY 2011 22:17 / kbr68h.com

Keserakahan manusia akankah menabrak hokum pula

Keserakahan manusia, baik atas nama bisnis atau bahkan hokum, kita tunggu saja, apakah memang mau jujur untuk menepati ungkapan ini:

“Padahal sesuai dengan Fatwa MUI (Majelis Ulama Islam -red) Sumatera Utara tahun 1982, Fatwa MUI Kota Medan tahun 2011, UU wakaf tahun 2004, dan Peraturan Pemerintah NO 42 tahun 2006, mengatakan intinya, bahwa masjid dan tanah wakaf yang diatasnya dibangun masjid, baik dilafadzkan ataupun tidak dilafadzkan hukumnya adalah wakaf dan tidak dapat dipindahkan, diperjualbelikan untuk kepentingan apapun, apalagi kalau hanya untuk kepentingan bisnis/kapitalisme, kecuali apabila untuk kepentingan yang dibenarkan oleh Syariat Islam,” sebut Nazir Mesjid Al Ikhlas, Bakti Sutarno kepada Waspada Online, sore ini.
(nahimunkar.com)