Penolakan Parade Bikini di Lagoi Semakin Kencang

penolakan-parade-bikini

Kawasan wisata Lagoi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan dijadikan ajang Beach Party Fashion (BPF) oleh stasiun televisi internasional Fashion TV. Acara tersebut merupakan agenda Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepri, selaku tuan rumah dan diselenggarakan oleh stasiun televisi internasional yakni Fashion TV.

Acara yang akan digelar pada 14 Mei 2011 ini menuai kontroversi karena akan menampilkan parade bikini yang dianggap tidak sesuai dengan agama Islam dan budaya Melayu.

Para tokoh Islam dan tokoh masyarakat telah melakukan upaya untuk menolak terselengaranya ajang maksiat pamer aurat wanita itu. Bahkan ada ormas yang sudah menyiapkan langkah-langkah bila acara yang merusak moral bangsa itu tetap digelar.

Inilah berita-beritanya:

FPI Kepri Siap Bubarkan Pesta Bikini di Lagoi

PEKANBARU, PedomanNEWS.com – Front Pembela Islam (FPI) Kepulauan Riau (Kepri) mengancam akan membubarkan apabila acara Beach Party Fashion di Lagoi,Bintan, Kepulauan Riau yang menampilkan pesta bikini dan diliput Fashion TV tetap dilangsungkan pada bulan Mei mendatang. “FPI Kepri dengan tegas menolak acara parade bikini tersebut.

“Apapun alasannya, kita tetap tidak setuju dibuat acara yang tidak sesuai dengan akidah Islam,” kata Sekretaris FPI Kepri, H Arles di detikcom, Rabu (27/4/2011).

Menurut Arles, menyikapi acara parade bikini pihak FPI Kepri akan segera menggelar rapat dengan DPP FPI. Koordinasi dengan DPP FPI untuk menentukan sikap terhadap acara ‘parade bikini’ di Lagoi.

“Kalau nantinya DPP FPI menyatakan agar acara itu dibubarkan, maka kita dengan seluruh anggota FPI di Kepri akan mengejar sampai ke Lagoi. Kita akan kesana untuk membubarkan acara tersebut. Karena itu kita masih akan koordinasi dengan DPP FPI,” kata Arles.

FPI menganggap acara tersebut tidak ada manfaatnya dari sudut pandang manapun. Dari sudut kebudayaan, acara tersebut tidak sejalan dengan budaya Melayu yang identik dengan Islam. Apa lagi dari segi agama, jelas acara itu bertentangan sekali.

Penulis:I ndra Dahfaldi

Seumber: pedomannews.com, Rabu, 27 APRIL 2011 11:06

***

Tolak Parade Bikini, Tokoh Agama Temui Kapolda Kepri

Sejumlah tokoh agama menemui Kapolda Kepri Brigjen Raden Budi Winarso untuk menolak acara beach party yang di dalamnya akan ada show pakaian dalam wanita. Mereka mendesak agar pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian acara tersebut.

Pertemuan para tokoh agama ini diterima langsung Kapolda Kepri, Kamis (05/05/2011) di Mapolda Kepri di Batam. Pertemuan ini dihadiri 9 tokoh agama dan masyarakat terdiri dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, serta Dewan Dakwah Islam Indonesia.

“Dalam pertemuan itu kita meminta agar pihak Polda Kepri tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara show bikini di Lagoi. Kita juga menyampaikan bahwa acara tersebut sudah labrak norma-norma masyarakat dan agama,” kata Ketua Bidang Investigasi, Dewan Dakwah Islam Indonesia Provinsi Kepri, Ustazd Dedi Sanjaya LC dalam perbincangan dengan detikcom.

Menurut Dedi, Kapolda Kepri Brigjen Raden BW menjelaskan, pihak Polda Kepri telah memanggil panitia pelaksana beach party serta EO. Panitia pelaksana memang telah mengirimkan surat permohonan izin keramaian. Namun sejauh ini Polda Kepri belum mengeluarkan izin tersebut.

Kapolda Kepri, kata Dedi, menyebutkan, bahwa acara tersebut sebenarnya diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Jadi segala kewenangan atas pelaksanaan itu ada di tangan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Kalau Kapolda Kepri tadi menyebutkan, sebaiknya acara itu ditunda saja untuk mencari waktu yang tepat, atau sama sekali tidak diadakan. Kami menangkap dalam pertemuan itu, Kapolda Kepri juga kurang setuju diadakan acara tersebut,” kata Dedi.

Acara beach party ini menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sejumlah ormas Islam di Kepri dengan tegas menolak acara pamer pakaian dalam wanita tersebut. Namun Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepri tetap mendukung acara tersebut. Alasannya kawasan Lagoi jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga acara show bikini tidak menjadi persoalan. Gubernur Kepri Muhammad Sani juga turut mendukung acara beach party yang akan dihadiri 1.000 turis asing tersebut.

Dukungan Gubernur Kepri terhadap acara itu, mendapat reaksi keras dari masyarakat. Fraksi PKS DPRD Kepri menyayangkan sikap Gubernur Kepri yang mendukung acara yang melabrak UU Pornografi dan norma-norma agama.

“Saya orang yang selama ini menghormati gubernur. Namun kita menyayangkan sikap gubernur yang malah mendukung acara pesta bikini dengan dalih menarik wisatawan asing. Kita sejak awal (PKS-Red) menentang acara pesta bikini yang melabrak UU Pornografi, norma kebudayaan Melayu apa lagi agama,” kata anggota DPRD Kepri dari PKS, M Abdurahman.

(cha/lrn)

Chaidir Anwar Tanjung – detikNews, Batam Kamis, 05/05/2011 20:34 WIB

(nahimunkar.com)