Aksi super damai 212 (IST)


Aparat kepolisian berlebihan dan mencari muka dengan memeriksa pemilik bus NPM Padang Panjang, Angga yang memberangkatkan massa 212.

“Kalau pemilik bus NPM Padang Panjang diperiksa itu polisinya lebay (berlebihan). Tidak ada hubungan pemilik bus dengan massa yang berangkat untuk aksi 212,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (26/12).

Kata Muslim, aparat kepolisian terlihat kesulitan untuk mencari bukti orang-orang yang ditangkap dengan dugaan makar. “Maka polisi mencari-cari alasan dan terlihat kerja, padahal kebingungan sendiri,” papar Muslim.

Menurut Muslim, rakyat Indonesia akan menilai buruk kinerja kepolisian bila mengaitkan makar dengan pemilik bus yang memberangkat massa di aksi super damai 212. “Polisi yang sudah baik akan buruk dengan tindakannya yang memeriksa pemilik bus yang memberangkat massa 212,” ungkap Muslim.

Pengelola perusahaan otobus NPM Padang Panjang, Angga bakal turut diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan makar. Angga bakal diperiksa di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (28/12) mendatang.

“Itu akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus makar, rencana akan diperiksa tanggal 28,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Ahad (25/12).

Argo mengatakan, nantinya Angga bakal diperiksa teriait apakah massa aksi 212 yang dibawa ke Jakarta tersebut dikerahkan untuk makar atau tidak. Hal itu bertujuan untuk mengungkap kasus makar yang diduga dilakukan oleh Rachmawati Soekarnoputri dkk.

 “Dia tidak terlibat, statusnya kan saksi, nanti ditanyakan berapa bus yang dibawa dan berapa penumpang yang dibawanya. Dia sebagai saksi saja,” kata Argo.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)