Inikah ajaran Islam?!

  • Ada sekitar seribu lebih anggota ormas Syi’ah IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) di Bekasi. Tentu saja yang demikian itu perlu diwaspadai oleh Ummat Islam khususnya di wilayah Bekasi mengingat pertumbuhan paham sesat ini begitu pesat.
  • “Di Bekasi ada seribu lebih anggota IJABI, dulu pernah numpang tempat di Islamic Center tapi tidak disebutkan IJABI-nya tapi hanya acara untuk menyambut 1 Muharram. Ternyata ada tokoh Syi’ah yaitu Jalaludin Rakhmat.
  • Beberapa kesesatan Syi’ah agar diwaspadai oleh kaum Muslimin, khususnya yang terjadi di bulan Muharram seperti peristiwa Karbala yang selalu diperingati kaum Syi’ah setiap tahunnya.

Inilah beritanya:

***

Waspada! Ada Seribu Lebih Anggota Ormas Sekte Syi’ah di Bekasi

BEKASI – Ahad (5/12) DPD HASMI Bekasi menyelenggarakan Stadium General dan Tabligh Akbar bertajuk Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ah. Acara yang digelar di  masjid Jami’ Amar Ma’ruf, Bulak Kapal, Bekasi ini merupakan bagian sosialisasi deklarasi Ahlus Sunnah Menolak Syi’ah yang pernah diselenggarakan pada Jum’at 10 Juni 2011 di Masjid Al-Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)  Pusat. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh perwakilan ormas-ormas Islam di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, Yayasan Al Bayinat, HASMI, GEMA SALAM dan lainnya.

Di antara pembicara dalam Stadium General yang diselenggarakan DPD HASMI Bekasi tersebut hadir perwakilan MUI Bekasi KH. Sukandar Ghazali. Ia mengemukakan bahwa MUI sudah mengeluarkan semacam fatwa tentang aliran-aliran sesat di Indonesia di antaranya Syi’ah. Namun menurutnya yang masih menjadi kelemahan MUI adalah kurangnya sosialisasi.

“Di Indonesia ini banyak aliran-aliran sesat, Majelis Ulama sudah mengeluarkan fatwa kurang lebih 17 aliran sesat di Indonesia. Hanya mungkin kelemahan MUI kurang mensosialisasikan kepada masyarakat akar rumput yang tidak paham. Tentang Syi’ah, Majelis Ulama sejak 1984 sudah keluarkan semacam fatwa. Dikukuhkan kembali dalam kongres Ummat Islam pada tahun 2005 termasuk di dalamnya ada Ahmadiyah, lalu Islam Jamaah yang sekarang berganti merek LDII, padahal itu-itu juga, lalu kemudian Syi’ah,” tuturnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Sekum MUI Kota Bekasi ini juga mengungkapkan ada sekitar seribu lebih anggota ormas Syi’ah IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) di Bekasi. Tentu saja yang demikian itu perlu diwaspadai oleh Ummat Islam khususnya di wilayah Bekasi mengingat pertumbuhan paham sesat ini begitu pesat.

“Di Bekasi ada seribu lebih anggota IJABI, dulu pernah numpang tempat di Islamic Center tapi tidak disebutkan IJABI-nya tapi hanya acara untuk menyambut 1 Muharram. Ternyata ada tokoh Syi’ah yaitu Jalaludin Rahmat,” ungkap KH Sukandar Ghazali dalam sambutannya.

Selain itu, KH Sukandar Ghazali juga mengungkapkan beberapa kesesatan Syi’ah agar diwaspadai oleh kaum Muslimin, khususnya yang terjadi di bulan Muharram seperti peristiwa Karbala yang selalu diperingati kaum Syi’ah setiap tahunnya.

“Tanggal 10 Muharram di Irak maupun di Iran itu sangat luar biasa, kerena teringat peristiwa Karbala. Cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbunuh, sehingga dengan terbunuhnya Husain cucu Rasulullah menjadikan sesuatu yang amat sangat disakralkan bagi kaum Syi’ah. Jadi kalau kita lihat di TV itu, semacam pecut dipukulkan ke tubuh supaya keluar darah dan darah yang keluar itu mensugestikan dirinya; inilah darah cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” jelasnya. [Ahmed Widad]

Senin, 05 Dec 2011  (voa-islam.com)

Ilsutrasi http://muzir.wordpress.com

(nahimunkar.com)