فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ (الْخَمْرُ) فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّة

Pesta Miras di Bulan Ramadhan, 11 Modar

ٌBulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan bukan digunakan untuk beribadah dan istighfar (minta ampun) kepada Allah Ta’ala, namun justru untuk pesta miras (minuman keras). Sebelas orang modar setelah mereka berpesta minuman keras oplosan di Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/8) malam.

Ancaman keras telah ditegaskan:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari.

Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 3344).

Inilah beritanya


Korban Tewas Miras Oplosan Jadi 11 Orang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Jumlah korban tewas yang diduga akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan menjadi 11 dari 12 orang yang dirawat pada beberapa rumah sakit (RS) di Jakarta.

“Korban bertambah lagi satu orang, totalnya menjadi 11 orang tewas dan enam masih dirawat,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Nurdi Satriaji di Jakarta, Senin malam.

Nurdi menyebutkan korban yang baru saja meninggal, yakni Dennie Dharma warga Jalan Kebagusan 2 RT 09/04, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Heru Setiawan, serta Andi Kurniawan. Sedangkan delapan orang tewas terlebih dahulu, adalah Hartono, Agus, Muhamad, Maryadi, Iwan, Taryono, Mashuri dan Ahmad Rizal.

Selain itu, enam korban lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, yaitu Damar Setio Rumekti, Rahmat Afandi, Setyo, Mustofa, Sofian Hadi dan Supri. “Para korban dirawat di RS Fatmawati, RS Marinir dan RS Bakti Yuda,” tutur Nurdi.

Nurdi menyatakan penyidik akan meneliti kandungan racun yang terkandung pada lambung korban. Saat ini, polisi telah menangkap tersangka yang diduga menjual minuman keras oplosan yang dikonsumsi korban, yakni Sarimin.

Nurdi menyatakan Sarimin menjual minuman oplosan dengan menyamar sebagai pedagang jamu. Tersangka diduga mencampur bahan pasta whisky, pasta asam, ginseng, air jeruk dengan alkohol kandungan 70 persen, kemudian minuman keras itu dijual seharga Rp 5.000 per gelas.

Sebelumnya, para korban berpesta minuman keras oplosan di Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/8) malam. Kemudian minuman keras itu memakan korban tewas sebanyak delapan orang dan saat ini bertambah menjadi 11 orang.

Tersangka Sarimin terjerat Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana jo. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan jo. UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo. UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun.

Red: taufik rachman
Sumber: antara

Republika.co.id, Senin, 23 Agustus 2010, 22:12 WIB

Termasuk perbuatan syetan

Meminum khamr atau miras, dalam Islam termasuk perbuatan syetan. Allah Ta’ala menegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة/90، 91]

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al-Maaidah: 90, 91).

Miras (minuman keras) atau khamr adalah minuman haram yang berbahaya namun beredar di mana-mana.

Dalam Islam, sepuluh orang yang terkena dosa berkaitan dengan khamr dilaknat oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ وَقَدْ رُوِيَ نَحْوُ هَذَا عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat sepuluh orang yang berkenaan dengan khamr; Orang yang memeras, yang meminta diperaskan, peminum, pembawanya, yang dibawakan untuknya, penuangnya, penjual, yang memakan hasilnya, pembelinya dan yang minta dibelikan. (Abu Isa berkata; Hadits ini gharib dari hadits Anas. Dan telah diriwayatkan hadits seperti ini dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR At-Tirmidzi – 1216 dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ghayatul Maram nomor 60).

Mestinya, miras yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Ta’ala dan dilaknat itu dilarang beredar. Sebagaimana judi juga dilarang, bahkan digerebeg. Larangan miras di sini sebenarnya disejajarkan dengan judi, bahkan di ayat itu khamr didahulukan sebelum judi. Sedang dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat 10 orang yang berkaitan dengan khamr. Mestinya, ketika negeri ini mencantumkan dasar negaranya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka apa yang diharamkan olehNya mesti dilarang. Bukan malah direka-reka agar tetap beredar dan dapat dihasilkan pajaknya dan hasil-hasil kotor lainnya. (nahimunkar.com)