Publik-News.com – Ribuan warga yang berada di Rumah Rusun Rawa Bebek tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI. Warga yang merupakan korban dari penggusuran Bukit Duri ini akhirnya memilih tidur di rumah rusun masing-masing

Dari informasi yang didapat Publik-News.com, dari total 733 yang berada di Blok A, F, dan E yang masuk dalam TPS 141, yang masuk DPT hanya 298 orang. Sedangkan untuk di TPS 140, dari total 1458 jiwa, hanya 412 yang masuk DPT

”Kalau begini kami dipaksa Golput,” ucap Rustadi, salah seorang warga Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur, Rabu (15/2).

Ia menjelaskan, tidak diperbolehkannya memilih di tempat awal karena KTP mereka sudah ditarik terlebih dahulu sebelum akhirnya pindah. Padahal, kata dia, warga yang tidak bisa mencoblos sudah mendapatkan kartu keluarga yang beralamat di rusun bebek

”Saya sudah tebak jauh-jauh hari, bakal seperti ini,” ujarnya.

Ia bersama dengan teman-teman lainnya mengaku pasrah dengan tidak diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub DKI.

”Kita warga negara yang baik, ingin menggunakan hak suara, kalau tidak ada, ya sudah,” kata Rustiadi

Warga lainnya, Andri mengaku kecewa karena adanya warga yang tidak bisa mimilih. ia menduga ada kesengajaan supaya warga  tidak bisa gunakan hak pilihnya. Hal ini dikarenakan, saat melakukan pendataan selasa kemarin (13/2), warga tidak kesemuanya mendapatkan kartu pemilih

‘Tidak dapat undangannya, banyak yang nggak dapet, dari 1.000 warga, 400 yang terdaftar,” ungkapnya. (Fq)*/publik-news.com

(nahimunkar.com)