Pimpinan NII, Panji Gumilang, Akan Dilaporkan ke Kepolisian

Bandung – Forum Ulama Umat Islam (FUUI) berencana melaporkan kembali Panji Gumilang sebagai pimpinan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX (NII KW IX) ke Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Jenderal FUUI, Hedi Muhammad, sasaran tembak laporan itu ada dua. “Kita ingin dari segi kriminal dia ditindak,” ujarnya di sekretariat FUUI di Jalan Cijagra, Kota Bandung, Selasa sore, (26/4).

Kriminalitas itu, kata Hedi, karena kelompok pimpinan Panji Gumilang yang disebutnya NII gadungan itu menghalalkan kepemilikan harta milik orang lain di luar NII. Alasan kedua, karena NII dinilai sebagai fitnah terhadap umat Islam.

Laporan tentang gerakan sesat itu sebenarnya pernah disampaikan FUUI ke Polda Jabar dan Musyawarah Pimpinan Daerah Jawa Barat pada 2001. Namun, pihak kepolisian tak menggubris. Dalihnya, kata Hedi, polisi minta dua orang saksi yang dekat dengan Panji Gumilang dan bukti pendukung lainnya.

Sekarang, FUUI telah mendapatkan dua orang saksi yang dekat dengan Panji Gumilang. Menurut Hedi, pertama, mantan menteri kabinet NII Imam Supriyanto dan Nurdin Ahmad, bekas Kepala Bagian Pembinaan Komandemen Wilayah VII Daerah 72. Mereka siap memberikan kesaksian.

Adapun Nurdin Ahmad mengaku cukup dekat dengan Panji Gumilang dan mengetahui sepak terjangnya yang mengubah metode gerakan NII sejak ia memimpin menggantikan Adah Zaelani pada 1994.

Nurdin memilih keluar dari NII pada 2004 setelah melihat dan merasakan banyak kejanggalan selama 10 tahun itu, di antaranya soal pengelolaan keuangan NII yang berasal dari sumbangan anggotanya.

Lima tahun setelah ijab kabul, uang itu tidak dikembangkan untuk kepentingan umat. “Berantakan masalah tabungan dan pinjaman negara (NII) ke warganya,” kata dia. Sebab, kata Nurdin, uang itu dipakai untuk kepentingan pribadi pemimpin dan pejabat NII.

Besar sumbangan pertama pada era 2000-an itu sebesar Rp 400 ribu. Selanjutnya, tiap bulan anggota diminta menyumbang minimal Rp 50 ribu. Rekrutmen anggota juga dinilainya menyimpang dari cita-cita NII asli. Nurdin mengatakan kelompok gadungan itu meminta anggotanya keluar dari pekerjaannya atau meninggalkan bangku kuliah.
ANWAR SISWADI

Sumber: TEMPO Interaktif, SELASA, 26 APRIL 2011 | 17:06 WIB

FUUI Kumpulkan Bukti Untuk Seret Panji Gumilang ke Pengadilan

Bandung – Forum Ulama Umat Islam (FUUI) menyatakan sudah mengumpulkan saksi serta dokumen untuk menyeret Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang mereka duga kuat adalah pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, ke pengadilan.

“Dari dulu kami tidak pernah berhenti melaporkan, namun aparat polisi selalu minta bukti kuat bahwa NII KW 9 itu ada hubungannya dengan Al Zaytun yang dipimpin Panji Gumilang,” ujar Ketua FUUI Athian Ali kepada wartawan saat jumpa pers di Masjid Al Fajr, Jalan Cijagra, Selasa (26/4/2011).

Athian mengatakan FUUI kini mempunyai saksi hidup yang pernah bertemu dengan Panji Gumilang dan juga dilantik sebagai aparat NII KW 9 langsung oleh Panji Gumilang. “Kami juga punya dokumen yang menunjukkan bahwa Panji Gumilang pimpinan NII KW 9. Jadi apa alasannya? Semua bukti dan saksi akan kami hadapkan ke polisi nanti,” tandas Athian.

Namun Athian mengaku masih sangsi dengan komitmen penegak hukum untuk menuntaskan kelompok NII. “Kalau lihat sejarah selama ini sih saya sangsi. Namun mudah-mudahan pemerintahan sekarang tidak seperti itu, karena kan rezim orba sudah hancur. Saya haqqul yakin jika NII KW 9 itu bentukan orde baru,” ujarnya.

Athian menambahkan sebenarnya sudah beberapa kali mengundang Panji Gumilang untuk berdebat, namun tidak pernah datang. “Ada saja alasannya. Padahal kami siap berdialog,” kata dia.

(ern/tya)

Sumber: Erna Mardiana – detikBandung, Selasa, 26/04/2011 18:11 WIB

FUUI Siap Jadi Saksi Kasus Cuci Otak NII

INILAH.COM, Bandung – Polda Jabar didesak untuk mengusut tuntas kasus penculikan dan pencucian otak yang dilakukan pengikut kelompok Negara Islam Indonesi (NII) yang terjadi akhir-akhir ini.

Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI) KH Athian Ali Da’i menegaskan, pihaknya siap menjadi saksi bila nanti memdapatkan bukti-bukti soal aktivitas NII di Jabar.

Athian mengaku, pada 2008 lalu pernah menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung terkait kasus makar NII.

“Kalaupun nanti FUUI menemukan adanya aktivitas NII tersebut secara langsung, kami siap kembali menjadi saksi dan memaparkan kebenaran dan keberadaannya,” ujar Athian saat jumpa pers di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Buahbatu Kota Bandung, Selasa (26/4/2011).

Namun Athian menyayangkan, sejak 2008 lalu saat Polda Jabar dipimpin mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji, belum ada lagi pengungkapan kasus yang melibatkan pengikut NII secara besar-besaran.

Untuk itu, pihaknya sangat menunggu tindakan tegas dari aparat kepolisian dalam menyikapia maraknya kasus penculikan dan pencucian otak yang dilakukan pengikut NII .

“Saya ingin tindakan polisi untuk segera mengungkap jaringan NII ini, dan apa motif dibalik aksi pergerakan mereka karena sejak 2008 lalu, belum ada lagi pengungkapan oleh Polri secara besar-besaran,” terang Athian.

Athian meyakini polisi bisa mengungkap aktivitas jaringan NII gadungan tersebut hingga ke akar-akarnya dan para petingginya seperti pada 2008 lalu. [den]

Sumber: INILAH.COM Oleh: Arief Pratama

Jabar – Selasa, 26 April 2011 | 17:00 WIB

(nahimunkar.com)