ilustrasi


Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan adanya seseorang yang terlihat santun tetapi aslinya sadis seperti iblis.

Orang tersebut bahkan menikam anaknya sendiri.

“Hati2 org yg sok santun, sok perhatian, sok ngerti urusan, sok baik, & sok2 yg lain, ternyata itu semua hanya pura2, aslinya sadis sprt iblis,” kata politikus PKB Marwan Jafar di akun Twitter-nya @marwan_jafar.

Marwan mengatakan, orang yang yang sadis seperti iblis itu kerjanya hanya mengklaim karya orang lain.

 “Org yg tdk punya gagasan dan karya, kerjaannya hanya klam-klaim saja, tanpa malu, ibarat tanpa busanapun jg tanpa malu, Jiwanya sakit!” tegas Marwan.

Kata Marwan, ada orang naif diberi kekuasaan, belagunya minta ampun, anak sendiri ditikam, sementara orang dari antah berantah diberi karpet merah.

Selain itu, ia mengatakan program bebas visa yang untungnya tidak seberapa, lebih baik dicabut, daripada membahayakan keamanan nasional kira. Pariwisata juga tidak seberapa.

 “Dengan adanya program bebas visa itu akan menambah beban kerjaan aparat kita, baik TNI maupun Polri, termasuk BIN, dan instansi-insransi terkait,” pungkas Marwan*/suaranasional.com

***

Pekerja China Serbu RI, Ini Desakan Buruh ke Jokowi

Keberadaan penyusup asal Tiongkok itu diketahui setelah terjaring razia rutin. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut aturan bebas visa bagi turis asal China. Permintaan ini menyusul kabar masuknya jutaan pekerja China ke Indonesia.

“Kami mendesak Presidek Jokowi cabut aturan bebas visa untuk turis China karena banyak disalahgunakan oleh tenaga kerja China,” ujar Presiden KSPI, Said Iqbal dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/12/2016).

KSPI, lanjutnya juga mendukung langkah DPR untuk membentuk pansus pengawasan tenaga kerja asing. Said pun menuding data Kementerian Tenaga Kerja yang menyebut jumlah tenaga kerja asing asal China di Indonesia sekitar 21 ribu adalah bohong.

“Itu adalah sebuah kebohongan besar karena data tersebut hanya mencatat tenaga kerja asing legal dengan keterampilan atau skill worker. Sedangkan KSPI mencatat, pekerja ilegal China yang tidak berketerampilan atau unskill worker, jumlahnya mencapai ratusan ribu orang,” jelas Said.

Lanjutnya, pekerja ilegal asal China ini bekerja di sektor manufaktur, pembangkit listrik, perdagangan, jasa, dan sektor lainnya yang tersebar di Bali, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Banten, Papua, Jakarta, dan daerah lainnya.

“Pekerja China ini melanggar UU Nomor 13 Tahun 2003 karena faktanya pekerja China, seperti supir forklift, tukang batu, operator mesin bisa bekerja di sini. Ini menghilangkan kesempatan kerja bagi pekerja lokal,” tegas Said.

Dia meminta pemerintah menghentikan masuknya tenaga kerja asing asal China ke Indonesia. “Stop unskill worker asal China yang akan membahayakan Indonesia dari segi ekonomi, budaya, sosial, bahkan ideologi dan politik, yang boleh jadi ke depan berjumlah jutaan orang,” tandas Said./bisnis.liputan6.com

(nahimunkar.com)