Polisi Tetapkan Anand Krishna Jadi Tersangka Pelecehan Sex

–Karena mangkir, Anand Krishna diancam akan dijemput paksa polisi

— Pelecehan agama dan pemurtadan yang dilancarkan Anand Krishna terungkap

Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan Anand Krishna sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual yang dilaporkan mantan muridnya, Tara Pradipta Laksmi dan tiga korban lainnya.

“Iya status sudah jadi tersangka, besok akan dilakukan periksaan,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Komisaris Murnila, Senin 29 Maret 2010.

Menurut Murnila, bahwa bukti-bukti untuk menjadikan Anand sebagai tersangka sudah cukup kuat. Mulai dari alat bukti dan keterangan saksi-saksi. (VIVAnews, Senin, 29 Maret 2010, 20:00 WIB).

Karena mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka pelecehan seksual, Selasa (30/3 2010), maka jika nanti masih mangkir, Anand bisa dijemput paksa.

Pelecehan agama dan pemurtadan

Di samping Anand Krishna berstatus sebagai tersangka pelecehan seksual, ada yang lebih drastic lagi yakni pelecehan agama dan bahkan pemurtadan. Mari kita simak lagi berita berikut:

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain melakukan pelecehan seksual Anand juga dituding melakukan pelecehan agama.

Inilah beritanya:

Anand Krishna Ingin Diakui Sebagai Dewa

Kamis, 25 Februari 2010 – 16:12 wib

Siti Ruqoyah – Okezone

JAKARTAPara korban Anand Krishna mengaku tidak hanya mendapatkan pelecehan secara fisik. Keimanan DM (44), AA (40), dan FD (35) pun sempat diinjak-injak selama menjadi murid tokoh spiritual itu.

Karena itu, mereka lalu memutuskan untuk tidak menjadi murid Anand Krishna lagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain melakukan pelecehan seksual Anand juga dituding melakukan pelecehan agama.

“Di mana Anand menghina agama pengikutnya dan hanya mengakui bahwa dewanya adalah Anand Krishna bukan yang lain,” ujar pengacara para korban, Freddy Alex Damanik dalam jumpa pers di Apartemen Rasuna Said, Tower 2 Lantai 7, Jakarta, Kamis (25/2/2010).

Anand juga dituding mencampuri urusan rumah tangga para korbannya. Dalam setiap kesempatan, mereka diprovokasi agar bercerai dengan pasangannya.

Akibatnya para murid Anand banyak yang bermasalah dengan keluarganya. “Para korban juga diperintahkan agar tidak beradaptasi dengan orang lain,” tandasnya.(ful)

http://news.okezone.com/read/2010/02/25/338/307188/anand-krishna-ingin-diakui-sebagai-dewa

9:09 pm)

Pemurtadan dilancarkan Anand Krishna didukung tokoh-tokoh IAIN (kini UIN) Jakarta dan bahkan diberi tempat terhormat di Masjid Fathullah lingkungan IAIN/ UIN Jakarta.

Inilah beritanya:

Anand Kreshna Memurtadkan Ummat Bersama IAIN/ UIN Jakarta

Anand Kreshna yang memurtadkan Ummat Islam dengan cara dididik agar meninggalkan shalat dan kewajiban syari’at ternyata diberi tempat di IAIN Jakarta, kini UIN Jakarta, bahkan di bagian masjidnya, yakni Masjid Fathullah.

Buku-buku Anand Kreshna yang berisi pelecehan Islam dan pemurtadan pun diberi kata pengantar orang IAIN Jakarta, di antaranya Komaruddin Hidayat (kini rector UIN Jakarta), dan Nasaruddin Umar wakil rector IV IAIN Jakarta (kini Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama) yang kini mencuat keributan tentang RUU (rancangan Undang-undang) Peradilan Agama tentang Perkawinan. Nasaruddin Umar tampak sangat bersemangat untuk segera diproses dan disahkan RUU yang di antara isinya memidanakan pelaku nikah poligami (beristeri lebih dari satu) dan nikah siri (tanpa dicatatkan ke KUA-kantor urusan agama).

Di saat gonjang-ganjing berita ramainya kasus Anand Kreshna dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan dan bahkan belakangan dilaporkan ke polisi dalam kasus pelecehan seksual atas murid-mrid wanitanya (tujuh sampai sembilan wanita), terungkap mantan-mantan murid Anand Kreshna yang telah bertaubat lantaran merasa dimurtadkan. Namun pihak IAIN Jakarta (kini UIN Jakarta) yang sudah sekitar 10-an tahun tampak ada hubungan bahkan dukungan fasilitas tempat, pemberian kata pengantar buku-buku Anand Kreshna dan sebagainya, belum ada tanda-tanda bertaubat, apalagi mengumumkan ke masyarakat tentang pemurtadan yang dilaksanakan secara bersekongkol dengan orang kafir itu.

Bahkan terakhir tahun 2009 masih disusul oleh orang UIN Jakarta yang rupanya tidak mau ketinggalan dalam mendukung kekafiran semacam yang diajarkan Anand Kreshna. Yakni adanya orang UIN Jakarta yang mendukung Yoga, dan bahkan semacam disejajarkan dengan shalat. Padahal Yoga diharamkan oleh MUI bagi Muslimin.

KESAKSIAN IBU W.Y.G. SELAMA 5 TAHUN LEBIH MENJADI PENGIKUT ANAND KRESHNA

PERTAUBATAN SAYA

Pada pertengahan 2003 didepan kelas jum’at Anand Kreshna mengatakan Ada orang yang sudah 5 tahun di sini masih belum dapat meninggalkan agamanya padahal di sini kalian lebih mudah mengakses energi hare Kreshna (melalui diri Anand Kreshna)….dsb…….” Apa yang saya dengar pada saat itu seakan suara peluit aba-aba untuk segera menginggalkan Anand Kreshna selamanya. Terasa menghujam dalam Qalbu anak panah tajam yang berisi pesan tauhid ”Asyhadu’alla Ilaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasul Allah”

Terimakasih ya Allah telah Engkau selamatkan aku dan keluargakui. Engkau masukkan kami ke dalam golongan rahmat-Mu yang Engkau beri petunjuk. Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin.

Sumber: http://anandashram.wordpress.com/2010/02/19/kesaksian-ibu-w-y-g-selama-5-tahun-lebih-menjadi-pengikut-anand-Kreshna/

10:07 pm)

Berita-berita tentang pemrosesan kasus pelecehan seksual dengan tersangka Anand Krishna sebegai berikut:

Selasa, 30/03/2010 16:31 WIB

Polisi Ancam Jemput Paksa Anand Krishna

E Mei Amelia RdetikNews

Jakarta – Polisi akan melayangkan surat pemanggilan kedua untuk spiritualis Anand Krishna karena mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka pelecehan seksual. Jika masih mangkir, Anand bisa dijemput paksa.

“Itu sudah prosedur. Kita punya aturan main (jemput paksa), jika pemanggilan kedua tidak datang,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya Kompol Murnila saat dihubungi wartawan, Selasa (30/3/2010).

Hari ini, Anand Krishna seharusnya hadir di Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Pengacara Anand Krishna, Astro Girsang menyampaikan, Anand tidak dapat hadir karena sakit.

Murnila mengaku telah menerima surat keterangan sakit yang diberikan oleh Astro ke penyidik. “Sudah kita terima,” katanya.

Karena pemanggilan pertama sebagai tersangka tidak datang, selanjutnya polisi akan melayangkan surat pemanggilan kedua. “Tapi belum tahu kapan,” imbuhnya.

(mei/fay) http://www.detiknews.com/read/2010/03/30/163126/1328789/10/polisi-ancam-jemput-paksa-anand-krishna

Selasa, 30/03/2010 10:25 WIB

Mangkir Diperiksa, Anand Krishna Sakit Hipertensi Berat

Hestiana Dharmastuti – detikNews

Jakarta – Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual, Anand Krishna, mangkir diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Tokoh spiritual ini tengah didera sakit komplikasi diabetes militus dan hipertensi (darah tinggi) berat.

Ada keterangan dokter yang menyatakan, Anand sakit komplikasi diabetes militus dan hipertensi berat. Tetapi, dia tidak sampai dirawat di rumah sakit,” kata kuasa hukum Anand Krishna, Darwin Aritonang, kepada detikcom, Selasa (30/3/2010).

Menurut dia, Anand membutuhkan istirahat 3 hari mulai dari 30 Maret hingga 1 April 2010. “Karena itulah, kita minta pemeriksaan ditunda hingga minggu depan. Surat dokter sudah kita sampaikan ke polisi,” ujar Darwin.

Anand dijadwalkan diperiksa di Polda Metro Jaya pukul 10.00 WIB. Anand kini telah menyandang status tersangka pelecehan seksual terhadap muridnya, Tara Pradiptha Laksmi (19).

Anand mengaku sakit hati atas segala tuduhan itu dan mempertimbangkan untuk melaporkan balik para pelapor ke polisi.

(aan/fay)

http://www.detiknews.com/read/2010/03/30/102532/1328330/10/mangkir-diperiksa-anand-krishna-sakit-hipertensi-berat

29/03/2010 – 18:26

Anand Krishna Ditetapkan Tersangka Pelecehan Seks

Laela Zahra

INILAH.COM, Jakarta – Tokoh spiritual Anand Krishna (54) dikabarkan telah dinaikkan status hukumnya. Anand diduga telah menjadi tersangka dalam kasus pelecehan seksual.

Anand dijadwalkan untuk diperiksa yang kedua kalinya, oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Direskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (30/3), pukul 10.00 WIB. Kabarnya, dalam surat pemanggilan polisi itu status Anand untuk diperiksa sebagai tersangka.

Hal itu dibenarkan Direskrimum Kombes Idham Aziz. “Iya. Besok akan diperiksa,” katanya.

Anand Krishna dilaporkan pengikut spiritualnya, Tara Pradipta Laksmi (19), pada (15/2) lalu. Dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah pengikut spiritualnya, di salah satu tempat meditasi yang didirikan Anand di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, bernama L’Ayurveda.

Anand juga diketahui mendirikan Yayasan Anand Ashram, sebuah tempat pembelajaran tentang kebangsaan dan juga meditasi spiritual yang berafiliasi dengan organisasi dunia yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anand juga dikenal sebagai salah satu penulis buku terlaris di Indonesia dan juga kerap mengisi kolom di sejumlah media massa nasional ternama. [mut]

http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/03/29/426991/anand-krishna-ditetapkan-tersangka-pelecehan-seks/

Selasa, 16/03/2010 21:34 WIB

Kubu Tara Desak Polisi Untuk Menahan Anand Krishna

E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Tokoh spiritual Anand Krishna akhirnya memenuhi panggilan polisi dalam pemeriksaan pertamanya Senin 15 Maret kemarin. Kubu Tara Pradiptha Laksmi (19) mendesak polisi untuk segera melakukan penahanan terhadap Anand Krishna.

Kuasa hukum Tara, Agung Mattauch khawatir jika tidak ditahan, Anand bisa menghilangkan bukti-bukti. “Jika dia sudah ditetapkan sebagai tersangka, kita minta agar dia segera ditahan karena ditakutkan menghilangkan bukti-bukti,” kata Agung saat dihubungi wartawan, Selasa 16 Maret.

Agung juga menilai, korban Anand Krishna banyak. Terlebih, ancaman hukuman atas pasal yang dipersangkakan terhadap Anand di atas 5 tahun penjara.

Langkah polisi dalam memanggil Anand sudah tepat. “Ini sesuai dengan quick win. Kan baru sekali dipanggil, bisa suatu saat jadi tersangka. Ini masalah teknis saja,” ungkapnya.

(mei/mad) http://www.detiknews.com/read/2010/03/16/213443/1319129/10/kubu-tara-desak-polisi-untuk-menahan-anand-krishna

Selasa, 30/03/2010 10:22 WIB

Selain Anand, Pengacara Tara Berharap Maya Bisa Tersangka Juga

Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Anand Krishna sudah ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual. Selain Anand, pengacara Tara Pradipta Laksmi berharap agar Maya Safira juga bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita mengharapkan pengembangan penyidikan ada tersangka lain Maya Safira,” kata pengacara Tara, Agung Mattauch kepada detikcom, Selasa (30/3/2010). Tara merupakan korban pelecehan seksual Anand.

Menurut Agung, Maya diduga telah membantu kejahatan yang dilakukan Anand. Maya merupakan orang yang membawa korban ke lantai 3 dan memberikan doktrin lewat buku.

“Lewat buku itu, seorang itu harus total menyerahkan fisik dan jiwanya ke sang guru,” imbuhnya.

Agung mengatakan, pihaknya juga sudah memberikan bukti-bukti yang lengkap kepada polisi mengenai keterkaitan Maya dalam kasus pelecehan Anand.

“Mungkin Rabu ini dia diperiksa. Tapi kalau kita belum ada panggilan lagi. Tapi kita siap kalau dibutuhkan,” ungkapnya.

Agung menjelaskan Maya bisa dikenakan pasal 56 tentang membantu kejahatan seseorang. Ancamannya, Maya bisa dihukum 4,5 tahun penjara.

Andai tidak ada Maya, lanjut Agung, mungkin Anand juga tidak terjerumus sedalam ini. Maya juga korban awalnya, tapi dilanjutkan dengan hubungan suka sama suka,” tukasnya.

(gus/asy)

http://www.detiknews.com/read/2010/03/30/102223/1328325/10/selain-anand-pengacara-tara-berharap-maya-bisa-tersangka-juga

Bila kasus pelecehan sex dengan tersangka pelaku Anand Krishna ini dapat diproses dengan semestinya, maka kemungkinan kasus yang lebih drastic dari itu yakni pelecehan agama dan pemurtadan yang selama ini Anand Krishna lancarkan –menurut pengakuan korban maupun tertuang dalam buku-bukunya– kemungkinan akan dapat diproses secara hukum pula. Demikian pula oknum-oknum yang mendukung pelecehan agama dan pemurtadan seperti Nasaruddin Umar (wakil rector IAIN Jakarta waktu itu, kini Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama) dan Komarudin Hidayat (Direktur Pasca Sarjana IAIN Jakarta waktu itu, dan kini Rektor UIN Jakarta).

Agama di Indonesia dilindungi Undang-undang Dasar, sehingga siapapun yang melecehkannya perlu dimintai pertanggung jawabannya. Proses penanganan kasus pelecehan sex dengan tersangka Anand Krishna ini menyangkut kehormatan manusia dan kasus lainnya bahkan berupa pelecehan agama. Jadi lebih drastis dibanding kasus markus pajak 25 miliar rupiah yang melibatkan pegawai pajak dan sebagian petinggi di instansi tertentu di Indonesia yang sedang ramai kini. (nahimunkar.com).