Politisi Kutu Loncat Miskin Ideologi

politisi-kutu-loncat

yusranpare.wordpress.com

Tidak sulit kita menemukan politisi yang bertingkah seperti kutu loncat, kalau tidak mau dibilang pengkhianat.

Beberapa politisi yang juga menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah baru-baru ini tidak ketinggalan melakoni aksi kutu loncat itu. Di antaranya adalah Gubernur NTB Zainul Majdi dari PBB dan sekarang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB; Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir yang sebelumnya kader PAN saat ini menjadi pengurus Partai Demokrat di Jambi; Bupati Batanghari yang sebelumnya Ketua DPD II Golkar Batanghari; Bupati Kerinci Murasman yang juga dari Golkar dan pindah ke Demokrat.

Tidak hanya dari Golkar, PBB, dan PAN. Sebelumnya dari PDIP juga tercatat ada kepala daerah yang pindah ke Partai Demokrat meski saat menjadi kepala daerah diusung oleh PDIP. Terakhir, politisi PAN yang juga Wagub Jawa Barat Dede Yusuf sudah melenggang tanpa dosa ke Partai Demokrat.

Praktik kutu loncat yang dilakukan oleh para politisi itu, jelas merugikan parpol yang ditinggalkan,….

Fenomena kutu loncat yang mewabah di kalangan politisi bukanlah gejala tunggal. Ini salah satu bagian saja dari miskinnya ideologi yang dimiliki parpol dan kadernya.

Padahal jelas, negeri ini tidak membutuhkan politisi yang hanya mengisi panggung politik dengan kepentingan dirinya sendiri. Untuk itu, sudah saatnya kita tidak memilih lagi politisi yang acap berperilaku bak kutu loncat yang miskin ideologi itu! (Disarikan dari tulisan Moh Ilham A Hamudy. Penulis berkhidmat di Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri)

Sumber: harianpelita.com, OPINI – selasa 19 April 2011 | 01:40

(nahimunkar.com)