Dakwah Media – Divisi Humas Polri membuat postingan di instagram yang membuat resah dan menimbulkan protes. Bagaimana tidak, postingan tersebut bertuliskan “Suka menulis? awas tulisan opini berujung jeruji, berpikir sebelum menulis”

Sontak netizen ramai menanggapi dan sebagian besar menganggap nya sebagai hal yang tidak patut dilakukan Polri. Apalagi terkesan menggeneralisir kepada siapapun pelaku penulis itu, termasuk jika bertujuan mengingatkan pemerintah akan tugasnya sebagai pengayom masyarakat

Ustadz Felix Siauw bahkan ikut tergugah mengomentari postingan tersebut. Ustadz yang juga dikenal sebagai penulis dan statusnya selalu mendapat ribuan like ini menanggapi bahwa bangsa yang berkembang diawali dengan membaca dan dibuktikan dengan tulisan. Maka sangat tidak bijak memberi tulisan dengan nada ancaman seperti itu. Terlebih jika tulisan tersebut berasal dari ulama tentu patut untuk diperhatikan. Dan langkah yang jauh lebih penting dilakukan pemerintah adalah segera menindak tegas penista agama, baru masyarakat bisa kembali percaya pada institusi Polri

Dimana-mana bangsa yang berkembang itu diawali dengan membaca sebagaimana perintah Al-Quran, dan tanda bangsa maju adalah menulis. Dan sangat tak bijak memberi tulisan yang bernada ancaman seperti ini. Harusnya nasihat itu diperhatikan apalagi sudah dalam bentuk tertulis, apalagi dari ulama. Dan. Seharusnya, proses dulu tuntas penista agama, barulah masyarakat bisa kembali mempercayai polri” tulis Ustadz Felix Siauw dalam kolom komentar. [tribunislam]

Sumber: dakwahmedia.net

(nahimunkar.com)