Jakarta, HanTer – Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak, menilai bahwa,‎ maraknya aksi diseluruh Indonesia dengan tuntutan agar Ahok dibebaskan dari vonis 2 tahun penjara sudah sangat meresahkan masyarakat.

Bahkan, kata dia, aksi Ahokers tersebut beberapa kali melakukan tindakan anarkis dan pelanggaran hukum.

“Beberapa hari yang lalu aksi Ahokers melanggar aturan penyampaian pendapat dimuka umum melebihi waktu yang ditetapkan. Selain itu mereka juga melanggar penyampaian pendapat dimuka umum dihari libur,” kata dia melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Ia mengungkapkan, yang sangat disesalkan adalah adanya tindakan penyanderaan terhadap staf pengadilan. Terakhir, kata dia, adanya demo penolakan rombongan wakil ketua DPR Fahri Hamzah dengan membawa senjata tajam.

‎Dirinya menilai, pihak kepolisian tampak tak serius dalam menangani pelanggaran-pelanggaran itu. Bahkan, cenderung membiarkannya. Bastian menduga, dibalik aksi-aksi diberbagai daerah terdapat aktor intelektual yang menggerakkan sekaligus membiayainya.

Oleh karena itu, Ia mendesak agar Polri segera mengaudit dana aksi yang kerap dilakukan diberbagai daerah tersebut.

“Hal itu perlu dilakukan agar tidak muncul berbagai spekulasi dan polemik yang akan memperkeruh suasana. Polri juga harus menindak tegas korlap aksi yang melanggar aturan penyampaian aspirasi, baik yang terkait batas waktu, hari libur maupun yang membawa senjata tajam,” terang dia.

Ia melihat, bila polri tak melakukan tindakan tegas, maka stigma bahwa polri melakukan tebang pilih akan muncul di benak masyarakat.

“Kita masih ingat ketika aksi 212 kemudian diaudit, dan aksi petani di Majalengka yang menolak Bandara Internasional ditangkap karena membawa ketapel dan senjata tajam,” ungkap Bastian.

Ketegasan polri, lanjut dia, dengan sendirinya akan menjadikan hukum dan penegak hukum dihormati warga negara. Ia menilai wajar bila polri bertindak tegas.

“Karena negara kita merupakan negara hukum. Setiap warga negara wajib taat hukum,” katanya.

Bastian sekaligus menghimbau seluruh rakyat Indonesia untuk taat hukum. Serta, tidak melakukan tindakan kontra-produktif.

By: Sammy/nasional.harianterbit.com

(nahimunkar.com)