Walau profesor dalam ilmu dunia, namun kalau dalam urusan agama TK, ya bisa saja berbuat seperti anak Tk. Tuh, ada yang sampai jadi pengikut group penggandaan uang. Profesor yang harusnya berpikir kritis malah kolot bahkan ngajak masyarakat bersikap kolot, taqlid buta, mau maunya ditipu oleh dukun, ikut ikutan bukan malah menjadi pelopor kemajuan berpikir cerdas, bersikap proporsional, logis, dan ilmiyah. Masak uang digandakan, la kalau no serinya sama kan tidak sah, kalau no serinya tidak sama ya bukan menggandakan, itu nyetak sendiri namanya.

Anehnya sudah terbukti sesat, eeeh tetap saja merasa benar, kiyaipun dimaki, ahli ilmupun mau ditipu dengan retorikanya yang semakin menyingkap nafsu butanya.

Ya itulah contoh profesor yang sudah kebelet nafsu, harusnya kritis malah fanatis, harusnya ilmiyah malah jahiliyah, harusnya jadi panutan malah jadi pecundang.

Urusan benar atau sesat memang erat kaitannya dengan hidayah bukan pendidikan formal atau kecerdasan atau tua dan muda. Karenanya mohonlah petunjuk dan bimbingan agar bisa istiqomah di jalan sunnah.

Muhammad Arifin21 November pukul 14:03 ·

(nahimunkar.com)